<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ekspor &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/ekspor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Aug 2025 07:22:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Ekspor dan Impor: Penggerak Utama Perdagangan Internasional dan Ekonomi Global</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/08/ekspor-dan-impor-penggerak-utama-perdagangan-internasional-dan-ekonomi-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 07:22:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Impor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=90343</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Dalam era globalisasi saat ini, perdagangan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dalam era globalisasi saat ini, perdagangan internasional menjadi salah satu pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dua aktivitas penting yang mendukung perdagangan internasional adalah ekspor dan impor.</p>
<p>Keduanya saling berkaitan dan memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.</p>
<h3>Apa Itu Ekspor dan Impor?</h3>
<p>Secara sederhana:</p>
<p>&#8211; Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Pihak yang melakukan ekspor disebut eksportir.</p>
<p>&#8211; Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri untuk dipasarkan atau digunakan di dalam negeri. Pelakunya disebut importir.</p>
<p>Kedua aktivitas ini tidak hanya melibatkan barang, tetapi juga jasa, teknologi, dan modal.</p>
<p>Dalam praktiknya, ekspor dan impor memerlukan prosedur tertentu, seperti pengurusan dokumen, bea cukai, hingga kesepakatan perdagangan antarnegara</p>
<h4>Tujuan Ekspor dan Impor</h4>
<p><strong>Tujuan Ekspor:</strong></p>
<p>&#8211; Memperluas pangsa pasar produk lokal<br />
&#8211; Mendapatkan devisa bagi negara<br />
&#8211; Meningkatkan daya saing industri dalam negeri<br />
&#8211; Memperkenalkan produk nasional di pasar global</p>
<p><strong>Tujuan Impor:</strong></p>
<p>&#8211; Memenuhi kebutuhan barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri<br />
&#8211; Mendukung industri dengan bahan baku dari luar negeri<br />
&#8211; Mengakses teknologi yang belum tersedia di dalam negeri<br />
&#8211; Menekan harga agar lebih kompetitif</p>
<h3>Manfaat Ekspor dan Impor</h3>
<p><strong>Bagi Negara:</strong></p>
<p>&#8211; Meningkatkan cadangan devisa<br />
&#8211; Memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama internasional<br />
&#8211; Menjadi indikator daya saing dan pertumbuhan ekonomi</p>
<p><strong>Bagi Perusahaan:</strong></p>
<p>&#8211; Memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan<br />
&#8211; Mendapatkan bahan baku dan teknologi<br />
&#8211; Berkesempatan membangun merek di level global</p>
<h3><strong>Dampak Ekspor-Impor terhadap Ekonomi</strong></h3>
<p>Ekspor dan impor tidak hanya berdampak pada perdagangan, tetapi juga pada sektor lain seperti lapangan kerja, industri, dan nilai tukar mata uang. Negara yang aktif melakukan ekspor biasanya memiliki neraca perdagangan yang sehat, sehingga dapat memperkuat nilai mata uangnya. Sebaliknya, ketergantungan impor yang terlalu tinggi dapat melemahkan perekonomian, terutama jika impor melebihi ekspor.</p>
<h4><strong>Tantangan dalam Ekspor dan Impor</strong></h4>
<p>1. Fluktuasi nilai tukar mata uang<br />
2. Persaingan ketat di pasar global<br />
3. Hambatan tarif dan non-tarif<br />
4. Ketergantungan pada bahan baku impor</p>
<h5><strong>Strategi Mengoptimalkan Ekspor dan Mengendalikan Impor</strong></h5>
<p>&#8211; Diversifikasi produk ekspor<br />
&#8211; Meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal<br />
&#8211; Memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA)<br />
&#8211; Mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk mengurangi impor berlebih</p>
<p>Ekspor dan impor adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Dengan strategi yang tepat, kegiatan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing bangsa. Di era globalisasi, kemampuan mengelola perdagangan internasional adalah kunci bagi kemakmuran suatu negara.</p>
<p><em>M Dimas Rangga Saputra</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sapu Lidi Indonesia Laris Manis di Pasar Internasional</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/08/sapu-lidi-indonesia-laris-manis-di-pasar-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 02:04:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Sapu Lidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73383</guid>

					<description><![CDATA[Negara-negara tersebut menurutnya memesan sapu lidi Indonesia rata-rata 12 hingga 15 kontainer per bulan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Negara-negara tersebut menurutnya memesan sapu lidi Indonesia rata-rata 12 hingga 15 kontainer per bulan</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Komoditas sapu lidi rupanya sangat menarik di pasar internasional. Satu eksportir lidi nipah dan lidi sawit asal Indonesia, Rianto Aritonang menjelaskan, ada banyak negara tujuan ekspor sapu lidi, antara lain Pakistan, India, Nepal, Vietnam, Singapura, dan Bangladesh. Negara-negara tersebut menurutnya memesan sapu lidi Indonesia rata-rata 12 hingga 15 kontainer per bulan.</p>
<p>“Satu kontainer itu dapat memuat hingga 25 ton lidi senilai Rp130-150 juta per kontainer. Lidi-lidi tersebut nanti diolah lagi di negara tujuan menjadi sapu lidi siap pakai,&#8221; kata Rianto pada Rabu (7/8/2024).</p>
<p>&#8220;Kami juga ekspor sapu lidi siap pakai ke Singapura dengan harga Rp10-12 ribu per buah, yang dijual kembali oleh pihak distributor seharga SGD2 per buah atau sekitar Rp20-25 ribu,” tambahnya.</p>
<p>Rianto memaparkan bahwa semula dirinya melakukan ekspor lidi sawit ketika melihat teman-temannya yang bekerja sebagai pengepul pinang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19.</p>
<p>Rianto yang tumbuh besar di perkebunan kelapa sawit dan bekerja sebelumnya sebagai engineer di industri perkapalan mulai mencari seluk beluk bisnis ekspor.</p>
<p>Peluang pertama terlihat dari ekspor buah pinang ke negara-negara Asia Selatan. Rianto kemudian melakukan eksplorasi peluang ekspor lainnya dan pada November 2020 dirinya berhasil melakukan ekspor perdana lidi sawit ke India.</p>
<p>Rianto menilai, ekspor lidi dari limbah sawit tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sawit.</p>
<p>Ia mengungkap setidaknya ada lebih dari 300 petani sawit yang tersebar di 15 lokasi di Pulau Sumatera dan Jawa, seperti di Siantang, Dumai, Lampung, dan Pemalang yang bermitra dengannya.</p>
<p>“Kalau melihat dulu, petani hanya mengambil brondolan sawit. Sekarang mereka juga mengambil pelepah untuk diambil lidinya. Sehari petani dapat membawa 15-20 kilogram pelepah sawit untuk diambil lidinya sehingga mendapatkan pendapatan tambahan sekitar Rp60-80 ribu per hari,” ujarnya.</p>
<p>Rianto berencana untuk memperluas pasar ekspor lidi sawit ke negara-negara Eropa dan Australia yang memprioritaskan produk ramah lingkungan. Saat ini pihaknya sedang memperkuat hubungan dengan buyer Eropa dan Australia untuk penetrasi pasar ekspor ke negara-negara baru.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produk Lokal Go Internasional, Puluhan IKM Diberi Pemahaman Tata Cara Ekspor</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/produk-lokal-go-internasional-puluhan-ikm-diberi-pemahaman-tata-cara-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 11:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Go Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[IKM]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60384</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok berkolaborasi dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan menggelar pelatihan memulai ekspor bagi puluhan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), 6 hingga 8 November 2023.</p>
<p>Kepala Disdagin Kota Depok, Dudi Mi&#8217;raz Imaduddin menjelaskan, 30 peserta akan diberikan pemahaman tentang tata cara ekspor produk. Agar pelaku IKM Depok menjadi para eksportir di masa yang akan datang.</p>
<p>&#8220;Pelatihan ini melibatkan pelaku usaha bidang fasyen, tujuannya agar fasyen brand lokal Depok bisa merambah ke mancanegara,&#8221; jelasnya di Aula BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok, Selasa (07/11/23).</p>
<p>Dudi menuturkan, pihaknya ingin brand lokal Depok kembali eksis di luar negeri. Sebab baru satu IKM fasyen yang sudah bisa tembus yaitu Ning Santoso dengan Brand Dhecantique sudah melakukan Fashion Show di Amerika Serikat.</p>
<p>Lanjutnya, berdasarkan pendataan Desember 2022 terdapat 2.240 IKM yang tersebar di Kota Depok dengan berbagai jenis produk. Mulai dari olahan makanan dan minuman, kimia, fasyen, kerajinan tangan, alat kesehatan dan lainnya.</p>
<p>Dari jumlah yang cukup banyak tersebut melalui kegiatan pembinaan, monitoring. Serta promosi produk di lingkup nasional yang telah dilakukan oleh Disdagin Kota Depok, terdapat sekitar 176 IKM berorientasi ekspor.</p>
<p>Sedangkan untuk industri menengah dan besar yang sudah ekspor sejumlah 38 industri.</p>
<p>&#8220;Apabila melihat perbandingan jumlah IKM yang belum ekspor dan yang berorientasi ekspor tentunya perlu mendapat perhatian, khususnya berupa upaya promosi dan pembinaan yang terus menerus dalam hal pengetahuan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Selain juga pelatihan dan informasi tentang kegiatan ekspor perdagangan luar negeri,&#8221; ujar Dudi.</p>
<p>&#8220;Dengan harapan agar IKM dapat semakin berkembang usahanya dan produknya dapat memasuki pasar ekspor ke luar negeri, hal ini maka perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong perdagangan ke luar negeri bagi IKM,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dikatakannya, kerja sama dengan PPEJP sudah dilakukan sejak 2022 melibatkan pelaku usaha fashion. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan pemahaman tentang tata cara ekspor dan memberikan peluang pasar bagi para IKM.</p>
<p>&#8220;Kami harap peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan aktif sehingga memahami kebijakan dan tata cara tentang ekspor,&#8221; ujarnya</p>
<p>&#8220;Tentunya agar menjadi bekal dalam pengembangan produk usaha IKM-nya, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan secara tidak langsung memberikan sumbangsih terhadap devisa bagi negara,&#8221; pungkas Dudi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bisnis Makanan Olahan Ikan Siap Rambah Pasar Ekspor</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/10/bisnis-makanan-olahan-ikan-siap-rambah-pasar-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 03:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[ikan olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Convention Exhibition]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=59666</guid>

					<description><![CDATA[Di Indonesia, banyak jenis produk olahan ikan serupa yang sudah sukses di pasar]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Di Indonesia, banyak jenis produk olahan ikan serupa yang sudah sukses di pasar </em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Bisnis makanan olahan ikan semakin menggiurkan mengingat potensi sumber daya ikan Indonesia sangat berlimpah. Bisnis ikan olahan tersebut memberikan nilai tambah tersendiri yang siap merambah pasar ekspor.</p>
<p>Nindita Nareswari, pemilik Dapur S&#8217;Best, membidik peluang itu sejak 2018. Ia merupakan seorang pengusaha wanita yang memproduksi aneka makananan olahan ikan asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah.</p>
<p>&#8220;Bisnis olahan berbahan baku ikan ini bisa dijadikan lahan usaha. Usaha ini cukup menggiurkan. Ini terbukti usaha saya terus meningkat dengan semakin banyak permintaan,&#8221; ceritanya di sela-sela kesibukannya mengikuti pameran di gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38, Jumat (20/10), di Hall 3 Paviliun UKM Ekspor Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.</p>
<p>Dari bahan baku ikan, Dapur S&#8217;Best terus mengenalkan produknya kepada masyarakat. Produknya antara lain berupa aneka jenis pempek, makanan beku, shrimp roll, dan ebi furai. Tak hanya itu, produk olahan berbahan baku ikan tenggiri, seperti stik, kerupuk, dan amplang, juga dikembangkan.</p>
<p>“Produk olahan dengan bahan baku ikan tenggiri diolah tanpa pengawet makanan sehingga aman dikonsumsi untuk semua kalangan,” ujarnya Nindita berpromosi seraya menambahkan, produk olahan pempeknya cocok dijadikan hamper.</p>
<p>Dalam sebulan, ia mengaku bisa mengolah 500 kg bahan baku. Ia juga sudah mempunyai pemasok yang khusus sehingga ketersediaan bahan bakunya tidak masalah. Nindita juga memiliki usaha bersama dengan teman usaha sejenis dengan membuat kelompok Huma Gawin Itah dimana dirinya sebagai ketuanya.</p>
<h3>Tantangan dan Inovasi</h3>
<p>Di Indonesia, banyak jenis produk olahan ikan serupa yang sudah sukses di pasar dan mempunyai banyak penggemar. Bagi Nindita, hal ini merupakah salah satu tantangan yang harus dihadapi. Agar usahanya terus maju, ia selalu berinvoasi dan membaca peluang-peluang pasar untuk memperkenalkan produknya. Ia juga tetap rajin mengikuti berbagai pelatihan dan pameran, serta aktif di lokapasar untuk menjajakan berbagai aneka produk olahan ikannya.</p>
<p>Untuk menjaga kualitas, produk Dapur S&#8217;Best dikemas dengan plastik yang memenuhi standar untuk makanan (food grade) yang divakum dan tahan untuk pengiriman ke luar kota selama enam hari. Produk olahan dengan bahan baku ikan tenggiri, tanpa pengawet makanan, sehingga aman dikonsumsi untuk semua kalangan.</p>
<p>&#8220;Dapur S&#8217;Best, Best in Taste Best in Quality,&#8221; kata Nindita.</p>
<p>Untuk pemasaran, Dapur S’Best memiliki beberapa reseller di kota Palangka Raya dan beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah. Selain itu, Dapur S&#8217;Best juga memanfaatkan lokapasar (marketplace) Pasar Digital (PaDI) UMKM untuk memasarkan produknya serta kerap mengikuti pameran, baik lokal maupun nasional.</p>
<p>&#8220;Permintaan sudah merambah ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya. Bahkan ada juga dari Sulawesi. Ini karena saya lakukan melalui online,&#8221; jelas Nindita.</p>
<p>Nindita mengaku bahagia ketika ada tawaran untuk mengikuti pameran di TEI. Ia langsung setuju untuk berpartisipasi. Tapi, sebelumnya Nindita harus mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan.</p>
<p>Pelatihan di PPEJP ini, lanjutnya, dimaksudkan agar dapat mengetahui prosedur dan dokumen ekspor dan halhal teknis dalam proses kegiatan ekspor.</p>
<p>Alhasil, pada TEI 2023, ia mendapat buyer (pembeli) dari Ghana yang akan meneken kontrak sejumlah produknya. Kendati kapasitas ekspornya masih kecil, tapi baginya ini akan membuka peluang usahanya merambah ke mancanegara. “Ekspor ada, tapi tidak besar karena melalui pihak ketiga,&#8221; ungkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendag Sampaikan Kiat Ekspor ke Pasar Spanyol</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/10/kemendag-sampaikan-kiat-ekspor-ke-pasar-spanyol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 03:15:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendag]]></category>
		<category><![CDATA[Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Trade Expo Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=59663</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kementerian Perdagangan menggelar seminar internasional dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://www.depokpos.com/">DEPOKPOS</a></strong> &#8211; Kementerian Perdagangan menggelar seminar internasional dengan tema &#8220;Port of Barcelona&#8221; pada Jumat (20/10) di Tangerang, Banten. Seminar ini berfokus pada kiat memasuki pasar Uni Eropa, khususnya Spanyol melalui pelabuhan Barcelona. Kegiatan dilaksanakan di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 2023 yang dilaksanakan secara luring pada 18—22 Oktober 2023 dan secara daring hingga 18 Desember 2023 melalui www.tradexpoindonesia.com.</p>
<p>Hadir sebagai pembicara, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona Freddy Joseph Pelawi dan perwakilan Port of Barcelona for the ASEAN Country Luz Perez Garcia. Turut hadir pada kegiatan yaitu, Atase Perdagangan Madrid Prabhata Ganendra dan Wakil Kepala ITPC Barcelona Ratih Supriyati.</p>
<p>&#8220;Pelabuhan Barcelona merupakan salah satu penghubung utama produk Indonesia ke Spanyol. Kegiatan ini diharapkan memacu semangat eksportir dan calon eksportir Indonesia menembus pasar Spanyol. Perwakilan dagang Indonesia, khususnya ITPC Barcelona dan Atase Perdagangan Madrid siap membantu memasarkan produk Indonesia di Spanyol,&#8221; kata Freddy.</p>
<p>Freddy mengungkapkan, prospek produk pertanian seperti kelapa sawit, kopi, dan rempah-rempah di Spanyol sangat menjanjikan. Khusus rempah-rempah, terdapat beberapa perusahaan di Spanyol yang fokus pada sektor rempah-rempah, khususnya untuk bahan baku minyak wangi dan obat-obatan.</p>
<p>&#8220;Beberapa waktu lalu dan tahun depan terdapat pameran kosmetik di Eropa. Eksportir disarankan untuk mengikuti pameran-pameran tersebut,&#8221; terang Freddy.</p>
<p>Freddy melanjutkan, produk lain yang memiliki peluang yakni furnitur. Ekspor produk sektor ini ke Spanyol masih perlu dioptimalkan. Beberapa perusahan furnitur Spanyol juga berminat untuk mengembangkan pabrik di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Peluang ekspor produk furnitur ke Spanyol sangat menjanjikan namun harus dapat memenuhi desain, kualitas, dan standar Spanyol,&#8221; tambah Freddy.</p>
<p>Pada acara ini, Luz Garcia menyampaikan keutamaan Port of Barcelona sebagai pelabuhan terpadat di Eropa Selatan. Pelabuhan yang terletak di tengah Laut Mediterania ini terkoneksi langsung dengan 120 pelabuhan utama seluruh dunia. Pelabuhan juga memilki fasilitas logistik yang lengkap dan mendukung perdagangan utama Spanyol. Pada periode Januari—Agustus 2023, total perdagangan Indonesia dan Spanyol tercatat sebesar USD 1,94 miliar, naik 3,12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 1,89 miliar.</p>
<p>Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Spanyol tercatat sebesar USD 1,54 miliar dan impor Indonesia dari Spanyol sebesar USD 400,50 juta. Sementara pada 2022, total perdagangan kedua negara mencapai USD 2,87 miliar, dengan ekspor ,Indonesia ke Spanyol tercatat sebesar USD 2,29 miliar dan impor Indonesia dari Spanyol sebesar USD 585,90 juta. Ekspor Indonesia ke Spanyol pada 2023 didominasi produk tambang ores tembaga dan konsentrat, minyak sawit (CPO), minyak jelantah, asam lemak, besi lembaran, furnitur, dan produk kertas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upfield Indonesia Lepas Ekspor Produk Margarin Karya Anak Bangsa ke 12 Negara</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/09/upfield-indonesia-lepas-ekspor-produk-margarin-karya-anak-bangsa-ke-12-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 10:37:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Upfield]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=57958</guid>

					<description><![CDATA[PT Upfield Manufacturing terbukti mampu memenuhi permintaan produk margarin untuk negara Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Pakistan, Oman, Salomon Island, Saudi Arabia, Korea Selatan, Sri Lanka, Dubai dan Qatar]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Upfield Indonesia pada hari Rabu (06/09) telah melakukan agenda pelepasan pengiriman ekspor salah satu produk margarin unggulannya, yaitu BlueBand bertempat di pabrik PT Upfield Manufacturing Indonesia di Cikarang Jawa Barat. Agenda ini mendapat dukungan positif dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Terlaksananya kegiatan ini merupakan upaya Upfield Indonesia dalam mendorong peningkatan produksi, serta perluasan jangkauan ekspor yang mengoptimalkan tenaga kerja serta ahli asal Indonesia.</p>
<p>Presiden Direktur PT Upfield Indonesia Dicky Saelan menjelaskan, PT Upfield Manufacturing Indonesia di Cikarang merupakan salah satu dari pusat produksi kelas dunia yang memproduksi berbagai produk margarin untuk 9 negara dan diestimasikan akan bertumbuh menjadi 12 negara di 2024. “Hingga kini fasilitas Upfield Indonesia di Cikarang tercatat mampu memproduksi margarin BlueBand yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik domestik maupun ekspor,” kata Dicky.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan Republik Indonesia menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan ekspor produk-produk Indonesia dan menyambut baik perluasan jangkauan ekspor dari Upfield Indonesia.</p>
<p>“Peningkatan ekspor merupakan upaya yang harus dikawal bersama, karena sektor ini sangat berpotensi untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Zulkifli Hasan.</p>
<p>PT Upfield Manufacturing terbukti mampu memenuhi permintaan produk margarin untuk negara Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Pakistan, Oman, Salomon Island, Saudi Arabia, Korea Selatan, Sri Lanka, Dubai dan Qatar. Hal tersebut berhasil diraih PT Upfield Manufacturing karena senantiasa terus menjaga komitmen untuk menjaga kualitas terbaik, serta kandungan nutrisi terpercaya pada setiap produk yang diproduksi. Beberapa jenis produk margarin yang diproduksi oleh PT Upfield Manufacturing untuk dipasarkan ke negara kawasan Asia, diantaranya BlueBand serbaguna, BlueBand Cake &amp; Cookie, BlueBand Master, Minyak Samin cap Onta dari BlueBand dan Planta (merek komersial BlueBand untuk negara tertentu).</p>
<p>Andi Prasojo selaku Head of Supply Chain Manufacturing PT Upfield Manufacturing pun menjelaskan bahwa kontribusi terbesar dari bahan dasar produk margarin Upfield berasal dari minyak kelapa sawit dari Indonesia dan bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).</p>
<p>Sertifikat ini mencakup jaminan bahwa Upfield Indonesia telah berkomitmen untuk mengembangkan dan menerapkan standar global dalam produksi, serta pengadaan minyak sawit berkelanjutan, guna meminimalisir dampak negatif dari produksi minyak sawit terhadap lingkungan, satwa liar, dan masyarakat setempat.</p>
<p>“Upfield juga senantiasa terus mengikuti cara produksi makanan yang baik dengan memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan sesuai dengan Good Manufacturing Practice (GMP) dan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), sehingga menghasilkan produk margarin yang berkualitas.</p>
<p>Lebih dari itu, Upfield Indonesia juga merasa bangga karena pencapaian kualitas tersebut berhasil diraih dengan memaksimalkan tenaga ahli dari putra-putri terbaik Indonesia, baik dari sisi pekerja harian, maupun tenaga ahli untuk riset dan pengembangan produk (R&amp;D),” ujar Andi.</p>
<p>Sejalan dengan visi perusahaan secara global sebagai plant-based company, Upfield Indonesia ingin mendorong berbagai perubahan positif bagi masa depan Indonesia melalui produk margarin ikoniknya, yakni BlueBand.</p>
<p>“Tahun ini BlueBand sekaligus juga memperingati 100 tahun eksistensinya di dunia, dengan senantiasa berkomitmen mendampingi para Ibu dalam membekali pertumbuhan anak untuk menghadirkan nutrisi harian terbaik, melalui margarin yang kaya akan kandungan Omega 3 &amp; 6 dan 6 vitamin yang berperan penting untuk tumbuh kembang anak, terutama dalam hal kecerdasan.</p>
<p>Hingga saat ini BlueBand masih menjadi merek margarin nomor satu yang sudah dinikmati oleh konsumen Indonesia,” pungkas Ade Savitri selaku Marketing Director PT Upfield Indonesia.</p>
<p>Upfield Indonesia percaya bahwa perluasan kesempatan bekerja bagi masyarakat dan pemenuhan nutrisi anak merupakan dua hal penting yang sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan daya saing SDM Indonesia di masa depan.</p>
<p>“Upfield Indonesia berharap diresmikannya peningkatan produksi yang juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor ini dapat memberi pengaruh positif terhadap pemenuhan nutrisi anak sebagai generasi penerus bangsa, sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,” tutup Dicky</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendag Lepas Ekspor Perdana Kopi Produksi Subang ke Mesir</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/04/kemendag-lepas-ekspor-perdana-kopi-produksi-subang-ke-mesir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 21:11:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendag]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[Subang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=53569</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kementerian Perdagangan melepas ekspor perdana satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Kementerian Perdagangan melepas ekspor perdana satu kontainer kopi milik Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) Subang ke Mesir senilai USD 60 ribu, atau sekitar Rp 890 juta, dengan volume 25 ton dalam skema imbal dagang antara Indonesia dan Mesir. Kopi Indonesia tersebut dibayar dengan dua kontainer kurma dari Mesir dengan volume 50 ton yang telah tiba di Indonesia pada 30 Maret 2023.</p>
<p>Pelepasan ekspor kopi dilakukan Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional Bara Krishna Hasibuan dan Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Nina Sulistyowati hari ini, Rabu (5/4) di Koperasi GLB, Kabupaten Subang, Jawa Barat.</p>
<p>“Keberhasilan ekspor kopi ke Mesir dengan skema imbal dagang ini merupakan salah satu alternatif solusi perdagangan dengan Mesir yang tidak memerlukan devisa keluar atau masuk.</p>
<p>Transaksi melalui imbal dagang merupakan salah satu solusi perdagangan untuk menghemat devisa, yang secara paralel dapat menjaga maupun meningkatkan perdagangan kedua negara,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan secara terpisah menanggapi pelepasan ekspor tersebut.</p>
<p>Bara hadir mewakili Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara pelepasan ekspor kali ini. Turut hadir secara virtual Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf. Hadir pula secara fisik Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohamed Moguib Sultan, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, perwakilan Kedutaan Besar Mesir di Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank BNI, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, dan perwakilan petani kopi di Subang.</p>
<p>Bara mengungkapkan, ekspor perdana kopi Koperasi GLB yang didorong melalui skema imbal dagang ini menjadi realisasi proyek rintisan imbal dagang business to business (B-to-B) antara Indonesia dan Mesir. Ekspor kopi ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kontrak imbal dagang B-to-B antara PT PPI sebagai Badan Pelaksana (BP) imbal dagang Indonesia dan A to Z for Import &amp; Export Company sebagai BP imbal dagang Mesir. Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan pada 21 Maret 2023.</p>
<p>Bara menambahkan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan perdagangan antara Indonesia dan Mesir, termasuk melalui imbal dagang. Ia pun berharap transaksi imbal dagang dapat segera terealisasi dengan negara-negara mitra lainnya. “Kami sangat senang dengan pencapaian ekspor perdana kopi dalam skema imbal dagang dengan Mesir. Transaksi dalam skema imbal dagang bisa kita perbanyak sebagai alternatif perdagangan dengan negara mitra,” kata Bara.</p>
<p>Dalam skema imbal dagang, transaksi antara kedua belah pihak tidak melibatkan aliran uang. Selain itu, nilai barang yang dipertukarkan pun sama atau tidak ada selisih. Indonesia akan mendorong transaksi menggunakan skema imbal dagang dengan Mesir. Hal ini mempertimbangkan keterbatasan atau kelangkaan devisa Mesir dan untuk menghindari kerugian pelaku usaha Indonesia atas kemungkinan tidak keluarnya devisa dari Mesir.</p>
<p>Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf yang bergabung secara virtual mengatakan, transaksi imbal dagang yang terwujud menjadi bukti upaya peningkatan hubungan dagang Indonesia dan Mesir.</p>
<p>“Para pelaku bisnis memainkan peran penting dalam meningkatkan hubungan kedua negara. Kegiatan yang kita saksikan bersama hari ini adalah bukti nyata akan hal tersebut. Harapan kita semua, pola imbal dagang dan berbagai upaya peningkatan hubungan dagang antara Indonesia dan Mesir bisa dilakukan secara berkelanjutan demi peningkatan nilai dagang Indonesia dengan keuntungan bagi pelaku bisnis kedua negara,” kata Dubes Lutfi Rauf.</p>
<p>Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati mengatakan, PT PPI bekerja sama dengan Koperasi GLB untuk melakukan transaksi imbal dagang berikutnya dengan perusahaan Mesir lainnya, yaitu Al Postan. Transaksi imbal dagang tersebut ditargetkan terealisasi dalam semester I tahun 2023 ini.</p>
<p>“Imbal dagang yang akan dilakukan selanjutnya adalah produk kopi Indonesia sebanyak tiga kontainer 40 feet ditukar dengan jeruk sunkist dari Mesir sebanyak lima kontainer 40 feet. Kami berharap transaksi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta terus mendapatkan dukungan dari pemerintah, khususnya kementerian dan lembaga terkait. Kami juga berharap pemerintah dapat memberi stimulus maupun insentif sebagai penambah semangat bagi pelaku imbal dagang,” imbuh Nina.</p>
<p>Pelepasan ekspor kopi ke Mesir kali ini merupakan transaksi ekspor pertama yang dilakukan melalui imbal dagang sejak transaksi imbal dagang dengan Thailand pada 1996. Saat itu, dua pesawat produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) ditukar dengan 110 ribu ton beras ketan Thailand.</p>
<p>Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi mengatakan, Kemendag intensif menjajaki kerja sama melalui skema imbal dagang B-to-B sebagai salah satu strategi pengembangan ekspor. Penjajakan imbal dagang B-to-B pun telah dilakukan ke 41 negara sejak 2021.</p>
<p>“Dari penjajakan tersebut, dihasilkan kontrak imbal dagang dengan Mesir dan Meksiko. Terdapat pula Letter of Intent (LoI) dengan Korea Selatan, Ghana, Nigeria, dan Arab Saudi. Penjajakan juga menghasilkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rusia, Jerman, Belanda, Turki, Hungaria, Jepang, Filipina, dan Tiongkok,” kata Didi.</p>
<p>Transaksi ekspor melalui imbal dagang turut mendapat dukungan para pemangku kepentingan seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank BNI, dan PT Kurhanz yang bergerak di bidang logistik.</p>
<p>Pada 2022, total perdagangan Indonesia dengan Mesir tercatat sebesar USD 1,5 miliar. Nilai tersebut terdiri atas nilai ekspor Indonesia ke Mesir sebesar USD 1,3 miliar dan nilai impor Indonesia dari Mesir sebesar USD 226 juta. Neraca perdagangan Indonesia surplus USD 1,1 miliar.</p>
<p>Sementara itu, pada Januari 2023, total perdagangan Indonesia dengan Mesir tercatat sebesar USD 107 juta. Lima produk ekspor utama Indonesia ke Mesir mencakup minyak kelapa sawit, kopi, kelapa, benang, serta mesin dan peralatan. Di sisi lain, produk impor utama Indonesia dari Mesir mencakup mineral; buah-buahan yaitu kurma, nanas, jambu, alpukat, dan mangga; gula; fosfat; dan kentang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
