<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DBD &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/dbd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Nov 2024 03:34:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>DBD &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada! 20 Orang Meninggal Akibat DBD di Babel</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/11/waspada-20-orang-meninggal-akibat-dbd-di-babel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 03:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bangka Belitung]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=78640</guid>

					<description><![CDATA[BABEL &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>BABEL</strong></a> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meninggal selama Januari hingga Oktober 2024 di provinsi itu mencapai 20 orang, karena terlambat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Kami bersyukur kasus pasien DBD meninggal tahun ini turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,&#8221; kata Kepala Dinkes Kepulauan Babel Andri Nurtito di Pangkalpinang, Rabu.</p>
<p>Ia mengatakan selama periode Januari hingga Oktober 2024 ada 1.667 kasus DBD di provinsi itu yang tersebar di Kabupaten Bangka (351), Belitung (426), Bangka Tengah (167), Bangka Barat (180), Bangka Selatan (204), Belitung Timur (114), dan Kota Pangkalpinang (225).</p>
<p>Sementara itu jumlah pasien DBD meninggal sebanyak 20 orang tersebar di Kabupaten Bangka (6), Bangka Selatan (6), Belitung (3), Pangkalpinang (3), Bangka Tengah (1), dan Belitung (1).</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini hanya Bangka Barat yang tidak ada pasien DBD meninggal, karena kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan sudah cukup baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, pasien DBD meninggal ini selain karena terlambat mendapatkan penanganan medis, juga disebabkan adanya penyakit lain yang diderita pasien, usia lanjut, dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Kami berharap masyarakat untuk selalu memeriksa kesehatan di pusat layanan kesehatan, guna mendeteksi dini dan mencegah berbagai penyakit akibat gigitan nyamuk ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup bersih, sehat, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan ini,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2024/11/20/dd.jpg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Mengatasi Masalah DBD</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/05/islam-mengatasi-masalah-dbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 01:41:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68625</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Nazilatul Qodariyah, S.Pd., Anggota Komunitas Muslimah Menulis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Nazilatul Qodariyah, S.Pd., Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok</strong></em></p>
<p>Kasus demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah daerah masih terus meningkat. Dari awal 2024 hingga saat ini kasus DBD di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kementerian Kesehatan mengatakan, per minggu ke 15 tahun 2024, terdapat 475 yang meninggal karena DBD, dan tercatat kasus sebanyak 62.001 kasus. Peningkatan kasus DBD mencapai 3 kali lipat dari tahun sebelumnya. Di tahun 2023, pada periode yang sama terdapat sebanyak 22.551 kasus DBD serta 170 kematian (antara news.com).</p>
<p>Kasus DBD di Jawa Tengah periode Januari-Maret 2024 telah mencapai 4.403 kasus dengan 115 kematian. Di Bali, selama bulan Maret 2024, terdapat 1.659 kasus DBD dengan 3 orang meninggal. Angka ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada Februari, terdapat 910 kasus dengan 1 orang meninggal, sedangkan pada Januari 2024, terdapat 709 kasus. Di bulan April, hingga 15 April, sudah tercatat 899 kasus DBD dengan 2 orang meninggal.</p>
<p>Di daerah Jawa Barat juga terjadi lonjakan peningkatan kasus DBD. Di Kabupaten Garut, hingga 3 April 2024, tercatat 735 kasus DBD dengan satu kasus kematian. Di Kota Bandung, pada tiga bulan pertama di tahun 2024 ini, terdapat 1.741 kasus DBD hingga menyebabkan 8 orang meninggal dunia. Dinkes Kota Cimahi mencatat ada 264 orang terserang DBD. Terakhir, kasus DBD yang melonjak juga terjadi di Kabupaten Ciamis. Dinkes Ciamis mencatat sampai 20 Maret 2024, ada 355 warga terjangkit DBD. Tiga orang di antaranya meninggal dunia.</p>
<p>Di Sumatera Selatan, kasus DBD memuncak pada 8 Maret 2024, mencapai 1.449 kasus. Angka ini tertinggi selama 5 tahun terakhir. Di Jakarta, ada 1.729 kasus DBD hingga 18 Maret 2024, 1.102 orang terjangkit dalam sebulan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mencatat 168 kasus DBD. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.</p>
<p>Yang lebih menyedihkan, bukan hanya pasien yang bertambah akan tetapi rumah sakit juga membludak oleh pasien DBD bahkan tidak cukup menampung pasien-pasien tersebut. Bahkan, pasien BPJS hanya bisa dirawat 3 hari dan setelah itu harus pindah rumah sakit jika pasien belum sembuh. Tetapi karena kondisi rumah sakit yang kepenuhan pasien, belum tentu pasien tersebut bisa dirawat di rumah sakit lagi.</p>
<p>Sungguh, kasus DBD ini tidak bisa dianggap biasa dan dijadikan penyakit musiman karena peningkatan yang sangat tinggi dan jauh dari tahun sebelumnya. Harus ada penyelesaian yang serius dan membutuhkan solusi yang komprehensif. Namun, sudahkan pemerintah kita menanganinya dengan serius?</p>
<p>Kasus DBD memang kasus yang terus berulang dari tahun ke tahun. Angkanya pun mengalami perkembangan yang fluktuatif, kadang naik kadang juga turun. Seperti pada 2013, data penyakit DBD mencapai 112.511 kasus, sedangkan 2014 jumlah kasusnya menurun hanya berkisar 100.347 kasus, dan pada 2015 berdasarkan data yang ada terdapat sebanyak 129.500 kasus. Namun, pada 2016, terjadi lonjakan kasus DBD yang cukup tinggi hingga 204.171 kasus. Jumlah kasus ini merupakan angka tertinggi kasus DBD dalam kurun 10 tahun terakhir. (Goodstats, 23/2/2023).</p>
<p>Oleh karena itu, seharusnya pemerintah sudah bisa memprediksi akan terjadi kasus DBD sehingga melakukan tindakan preventif dan kuratif. Bahkan memberikan penyuluhan kesehatan terkait DBD sebelum kasusnya melonjak. Namun, dari peningkatan yang sangat cepat di awal tahun 2024 ini menunjukkan bahwa tidak ada keseriusan pemerintah dalam mencegah kasus DBD ini. Hal ini juga terungkap dari pernyataan Direktur Pencegah dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, Imran Pambudi, bahwa kasus DBD sudah terjadi mulai November 2023 di berbagai daerah, namun pemerintah tidak serius menanganinya sehingga semakin menyebar luas (Katadata.co.id, 17/04/2024).</p>
<p>Upaya yang dilakukan pemerintah lebih fokus pada pencegahan dan pengobatan. Pencegahan yang dilakukan pemerintah pun masih berkutat pada pengendalian vektor (agen virus) yang melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya seperti larvasida, fogging fokus, 3M plus (menguras, menutup, mengubur/ mendaur ulang barang bekas, dan vaksinasi), juru pemantau jentik (jumantik), pemberantasan sarang nyamuk (PSN), hingga Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1).</p>
<p>Walaupun sudah ada riset yang dilakukan dalam mencegah dengue merajalela, seperti teknologi nyamuk Wolbachia dengan hasil yang menunjukkan penurunan 77% kejadian dengue di daerah intervensi (daerah uji coba Wolbachia). Akan tetapi kasus DBD masih tinggi karena belum semua daerah mendapatkan pencegahan melalui nyamuk Wolbachia ini.</p>
<p>Mengapa terjadi demikian? Karena sistem kapitalisme lah yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam kapitalisme, kesehatan termasuk bagian dari bisnis. Sehingga dalam menanggulangi masalah DBD ini harus ada untung ruginya. Contohnya, vaksin DBD sudah tersedia, tetapi jika masyarakat ingin mendapatkan vaksin ini harus merogoh uang dengan harga Rp700.000 per dosis. Pemerintah belum bisa memberikan vaksin ini secara gratis dengan alasan kapasitas produksi vaksin DBD di dalam negeri yang masih sangat terbatas.</p>
<p>Selain itu, dalam hal pengobatan, masyarakat harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk bisa cepat tertangani ketika sudah terkena virus DBD. Padahal tidak semua masyarakat bisa mengeluarkan dana tersebut terlebih lagi pada masyarakat yang berekonomi rendah.</p>
<p>Ditambah lagi dengan adanya deforestasi yang dilakukan pemerintah sehingga hutan yang menjadi tempat hidup nyamuk Aedes aegypti tidak ada lagi dan berpindah ke pemukiman warga. Pemerintah melakukan hal ini karena lebih mementingkan kepentingan para pengusaha dibandingkan kesehatan masyarakatnya sendiri. Jadi wajarlah jika kasus DBD terus menerus meningkat.</p>
<p>Dalam Islam, kesehatan merupakan tanggung jawab negara dan bukan bisnis. Masyarakat diberikan jaminan kesehatan penuh tanpa harus bayar. Hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan tidak dibebankan kepada rakyat karena negara lah yang mengeluarkan dana untuk kesehatan masyarakatnya. Seperti pembiayaan kesehatan, sarana dan fasilitas kesehatan, obat-obatan, penelitian yang berkaitan dengan kesehatan bahkan penyelenggaraan pendidikan SDM kesehatan. Sehingga masyarakat tidak akan khawatir ketika terserang penyakit bahkan terjadinya wabah. Semua ini bisa terwujud jika dalam negara yang menerapkan Islam secara kaffah.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.rri.co.id/berita/56/images/1706533804171-d/5j4h41sf4h8m4kt.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingat! Turunnya Demam pada Hari Keempat DBD Bukan Pertanda Baik</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/ingat-turunnya-demam-pada-hari-keempat-dbd-bukan-pertanda-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2024 02:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68055</guid>

					<description><![CDATA[Ada beberapa tanda terjangkit DBD berupa demam tinggi secara mendadak]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Masyarakat perlu mewaspadai pola demam berdarah dengue (DBD). Pola demamnya menyangkut penurunan suhu tubuh pada hari keempat diikuti dengan melemahnya kondisi pasien.</p>
<p>&#8220;Artinya, turunnya demam bukan pertanda baik, namun bisa jadi masuk ke tahap syok, juga yang berisiko pada kematian bila tidak ditangani dengan cepat,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni di Tangerang, Banten, Sabtu (27/4/2024).</p>
<p>Dokter Dini mengatakan DBD penyakit disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala awal DBD sering kali mirip dengan gejala flu biasa, namun dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda yang dapat mengindikasikan seseorang terkena DBD. Dokter Dini menjelaskan, ada beberapa tanda terjangkit DBD berupa demam tinggi secara mendadak.</p>
<p>Suhu tubuh yang meningkat secara tiba-tiba biasanya menjadi indikasi pertama infeksi virus dengue. Selain itu, kondisi demam ini dapat naik hingga 40 derajat Celsius atau lebih dan sering kali disertai dengan menggigil lalu ada nyeri kepala atau belakang bola mata serta nyeri sendi dan otot.</p>
<p>Rasa sakit ini, lanjut dr Dini, dapat terlokalisasi di area sendi-sendi besar, seperti lutut dan pergelangan tangan atau kaki. Nyeri otot yang hebat juga dapat dirasakan di seluruh tubuh.</p>
<p>Selain itu, ruam kulit dapat muncul dalam bentuk bintik-bintik merah yang menyebar di seluruh tubuh. Ruam ini biasanya tidak gatal tetapi tanda penting untuk mengidentifikasi DBD.</p>
<p>Nyeri abdominal yang parah, terutama di daerah perut bagian bawah. Nyeri ini dapat disertai dengan mual dan muntah-muntah yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat. Gejala lain DBD, yakni pendarahan ringan bisa berupa mimisan, gusi yang berdarah, atau bintik-bintik darah di kulit yang disebut petekie.</p>
<p>&#8220;Kemudian kehilangan kesadaran atau pingsan. Ini biasanya terjadi syok karena penurunan tajam dalam jumlah cairan tubuh, yang dapat mengganggu fungsi normal otak,&#8221; kata dr Dini.</p>
<p>Dokter Dini mengatakan pentingnya penanganan secara cepat ketika seseorang sudah mendapat tanda-tanda DBD.</p>
<p>&#8220;Jadi yang perlu diwaspadai adalah jangan menunggu hingga adanya perdarahan karena bila terjadi maka artinya sudah masuk dalam tahap risiko syok,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://unair.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-oleh-Merdeka-comm.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka DBD di Depok Melonjak Dua Kali Lipat</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/04/angka-dbd-di-depok-melonjak-dua-kali-lipat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 10:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=67704</guid>

					<description><![CDATA[Kadinkes menyebut untuk kasus DBD memang terjadi peningkatan di bulan Maret Maret 2024]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Angka kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) di Depok terus mengalami peningkatan.</p>
<p>Pada Maret 2024, jumlahnya mencapai 723 kasus. Sementara di Januari hanya 202 kasus dan Februari naik hingga 328 kasus.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menyebut untuk kasus DBD memang terjadi peningkatan di bulan Maret Maret 2024 dengan penambahan yang naiknya cukup drastis.</p>
<p>&#8220;Nah ini menjadi perhatian untuk kita semua. Dari Januari kemarin, kasusnya 202. Kemudian di Februari 328 dan ternyata di bulan maret naik menjadi 723 kasus,” kata Mary, Sabtu (20/4).</p>
<p>Dari jumlah tersebut, dua di antaranya meninggal dunia. Penderita yang meninggal terjadi di bulan Januari dan Maret.</p>
<p>“Untuk kasus yang meninggal itu ada satu di bulan Januari. Februari dan Maret tidak ada. Tapi saya dapat laporan di April ini ada satu yang meninggal dunia. Jadi ada dua kasus laporan (meninggal),” ujarnya.</p>
<p>Pasien yang meninggal diduga karena terlambat mendapat penanganan. Karena pada penderita DBD terdapat fase kritis yang diduga tidak dimengerti oleh penderitanya.</p>
<p>“Saya belum dapat laporan terakhir, kemungkinan memang terlambat penanganannya. Jadi karena DBD ini kan ketika hari kelima atau hari ketujuh itu sudah terjadi penurunan demam. Ini yang seringkali diwaspadai. Jangan dikira demamnya sudah turun atau demamnya sudah mau sembuh, padahal itu masa kritis yang harus segera dapat penanganan,” bebernya.</p>
<p>Melonjaknya jumlah kasus yang mencapai dua kali lipat itu menjadi perhatian besar pihaknya. Rentang usia penderitanya pun bervariasi mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dia meminta agar warga selalu menerapkan 3M dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).</p>
<p>“Ini menjadi perhatian kita semua kasus ini cukup merata, jadi bisa terkena kepada anak-anak orang dewasa maupun usia lanjut. Jadi mohon para masyarakat Kota Depok berupaya untuk melakukan PSN dengan 3M plus, melakukan pemeriksaan jentik berkala secara rutin setiap pekan itu harus terus digiatkan,” tegasnya.</p>
<p>Penderita DBD terkena gigitan nyamuk aedes aegypti di siang hari menjelang sore. Dimungkinkan penderitanya terkena gigitan nyamuk tersebut di luar rumah saat beraktivitas misalnya di kantor dan sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.dinkes.purwakartakab.go.id/storage/assets/news/b0e17aa6a932e3b8b211b68deaa5621e.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belum Selesai DBD, Kini Wabah Flu Singapura Hantui Warga Depok</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/belum-selesai-dbd-kini-wabah-flu-singapura-hantui-warga-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 01:29:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66882</guid>

					<description><![CDATA[Tercatat sedikitnya 45 kasus yang dicurigai sebagai Flu Singapura di Depok]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Tercatat sedikitnya 45 kasus yang dicurigai sebagai Flu Singapura di Depok</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Belum selesai penanganan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), masyarakat Kota Depok kini juga dihantui oleh wabah Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang telah menyerang puluhan warga.</p>
<p>Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan penelusuran dan penanganan serius untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Depok, Umi Zakiat, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat 45 kasus yang dicurigai sebagai HFMD sepanjang tahun 2024.</p>
<p>Namun, belum ada kepastian mengenai penyakit tersebut karena belum dilakukan pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>&#8220;Para pasien secara klinis mengarah ke Flu Singapura, tetapi hasil laboratorium belum menunjukkan hal tersebut. Kami terus memeriksa ke laboratorium yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dinkes Kota Depok telah menyebarkan informasi mengenai pencegahan dan pemahaman tentang penyakit ini melalui puskesmas di seluruh wilayah Kota Depok.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap beberapa kasus yang dilaporkan oleh fasilitas kesehatan di Kota Depok.</p>
<p>Umi Zakiat menekankan pentingnya masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menjaga imunitas tubuh tetap stabil.</p>
<p>Jika mengalami gejala yang mengarah ke Flu Singapura, masyarakat diharapkan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ASA Kota Depok, Enny Ekasari, menyatakan bahwa RSUD ASA telah menangani beberapa pasien dengan gejala HFMD pada tahun 2024, di antaranya seorang balita dan seorang pasien dewasa yang melakukan perawatan rawat jalan.</p>
<p>Direktur Utama RSUD Khidmat Sehat Afiah (KiSA), Sobari, juga mengonfirmasi peningkatan jumlah pasien yang terinfeksi virus Flu Singapura sejak awal tahun. Gejala penyakit ini meliputi demam dan ruam merah pada tangan, kaki, dan mulut.</p>
<p>Penanganan wabah Flu Singapura ini memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam penerapan langkah-langkah pencegahan serta penanganan yang cepat dan tepat.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://o-cdn-cas.sirclocdn.com/parenting/images/adultHandFootMouthDisease-9151395.width-800.format-webp.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gawat! DBD di Depok Tembus 328 Kasus</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/gawat-dbd-di-depok-tembus-328-kasus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Mar 2024 01:20:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66886</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui bidang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengungkap bahwa terdapat satu pasien demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia dari total ratusan kasus yang mulai meningkat.</p>
<p>&#8220;Untuk bulan Maret belum dilakukan rekapitulasi. Kasus meninggal ada 1 kasus di bulan Januari,&#8221; kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Umi Zakiati saat dikonfirmasi, Rabu (27/3/2024).</p>
<p>Sebelumnya, Dinkes Kota Depok mencatat terjadi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) saat musim pancaroba atau beberapa bulan terakhir.</p>
<p>&#8220;Ada peningkatan kasus DBD,&#8221; kata Umi saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2024).</p>
<p>Umi memastikan bahwa peningkatan pasien rawat DBD di sejumlah rumah sakit memang terjadi. Namun, Ia memastikan masih terkendal.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes, memang terjadi peningkatan pasien rawat DBD di RS, tapi masih terkendali,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan grafik peningkatan kasus DBD di Kota Depok terlihat data bulan Oktober 2023 sebanyak 83 kasus, sempat turun pada November 2023 sebanyak 47 kasus, mulai meningkat kembali di bulan Desember 2023 sebanyak 54 kasus, Januari 2024 sebanyak 202 kasus, dan Februari 2024 tembus hingga 328 kasus DBD.</p>
<p>Umi membeberkan sejumlah upaya Dinkes Depok untuk menekan angka kasus DBD dengan melakukan penyelidikan epidemiologi hingga memasifkan informasi 3 M plus dan rutin memantau jentik di setiap rumah.</p>
<p>&#8220;Upaya yang dilakukan segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) utk kasus positif DBD dan menindaklanjuti sesuai hasil PE. Memasifkan kembali informasi utk kegiatan PSN melalui 3 M plus dan secara rutin memantau ada nya jentik di setiap rumah melalui program G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik),&#8221; ucap Umi.</p>
<p>Lebih lanjut, Umi pun meminta fasilitas kesehatan (faskes) agar sesuai standar tatalaksana penanganan DBD. Ia meminta masyarakat jika mengalami sakit demam segera berobat ke faskes atau puskesmas terdekat.</p>
<p>&#8220;Menghimbau faskes untuk tatalaksana DBD sesuai standar dan menguatkan sistem rujukan dan menghimbau kepada masyarakat jika sakit demam berobat ke Puskesmas atau Faskes,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.today.id/wp-content/uploads/2024/01/dbd-depok.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wali Kota Depok Keluarkan SE Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/wali-kota-depok-keluarkan-se-kesiapsiagaan-peningkatan-kasus-dbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 11:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66777</guid>

					<description><![CDATA[Surat edaran tersebut untuk menindaklanjuti SE Kementerian Kesehatan RI Nomor PV.05.01/C.V/2526/2024 tentang Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 440/150-Dinkes Tentang Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Depok.</p>
<p>Surat edaran tersebut untuk menindaklanjuti SE Kementerian Kesehatan RI Nomor PV.05.01/C.V/2526/2024 tentang Kesiapsiagaan Peningkatan Kasus DBD, tentunya dalam menghadapi potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus DBD.</p>
<p>Dalam SE yang ditandatangani oleh Wali Kota Depok pada 18 Maret 2024, disampaikan kepada camat dan lurah serta seluruh masyarakat terkait perlu ada langkah-langkah antisipatif yang dilakukan dalam mencegah peningkatan kasus DBD.</p>
<p>Adapun langkah yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko kejadian DBD, diantaranya dengan Pemantauan Jentik Berkala (PJB).</p>
<p>Kemudian, melaporkan hasil pelaksanaan PJB yang dilakukan oleh kader kesehatan yang disampaikan kepada Puskesmas di wilayah masing-masing untuk disampaikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok.</p>
<p>Langkah selanjutnya yang dilakukan dengan memperkuat pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan segenap anggota keluarga untuk berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di rumah masing-masing.</p>
<p>Selain itu juga tetap melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus) dengan kegiatan menguras, menutup, mendaur ulang (3M) Plus untuk menghindari gigitan nyamuk di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah dan tempat-tempat umum.</p>
<p>Kemudian, mengaktifkan Tim Supervisor dan Koordinator G1R1J di berbagai tingkat baik RT/ RW, kelurahan dan kecamatan serta mengaktifkan pemantauan jentik oleh siswa di sekolah.</p>
<p>Kemudian, langkah yang dilakukan yaitu dengan berobat ke fasilitas kesehatan atau Puskesmas jika ada anggota keluarga yang sakit dengan gejala demam lebih dari dua hari sakit kepala, mual atau muntah, serta keluar bintik-bintik merah di kulit.</p>
<p>Langkah yang dilakukan selanjutnya dengan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk pencegahan dan pengendalian DBD, termasuk untuk PSN.</p>
<p>Lalu, langkah lainnya dengan melakukan koordinasi dengan lintas sektor serta menerbitkan SE dari camat atau lurah kepada stakeholder agar melaksanakan langkah-langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di wilayah masing-masing.</p>
<p>Selanjutnya, masyarakat juga harus mewaspadai adanya lembaga yang mengatasnamakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atau Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menawarkan jasa pengasapan atau fogging berbayar dan pembelian Larvasida atau Abatr.</p>
<p>Dinkes dan Puskesmas melaksanakan fogging berdasarkan pedoman dari Kementerian Kesehatan, dan bukan melakukan penawaran atau penjualan kepada masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://pbs.twimg.com/media/EP5noqWUcAAdpIN.jpg:large" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasien DBD Membludak, RSUD KiSA Depok Beri Ruang Khusus</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/03/pasien-dbd-membludak-rsud-kisa-depok-beri-ruang-khusus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 11:50:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kisa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=66773</guid>

					<description><![CDATA[Ada peningkatan kasus DBD periode Januari-Maret 2024 dibanding tahun sebelumnya]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah Khidmat Sehat Afiat (RSUD KiSA) Kota Depok mengambil langkah dalam penanganan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), yakni dengan membedakan ruang infeksi dan non infeksi.</p>
<p>Direktur RSUD KiSA Kota Depok, Sobari menjelaskan, pihaknya membedakan pasien positif DBD dengan pasien lainnya agar lebih fokus dalam penanganannya. Ruang infeksi atau isolasi untuk anak-anak dan dewasa pun juga dibedakan.</p>
<p>&#8220;Saat ini ada effort yang kami lakukan tidak lagi bedakan ruang penyakit dalam, ruang bedah dan lain-lain, tetapi kami bedakan ruang infeksi dan non infeksi dewasa dan anak itu juga terpisah,&#8221; jelasnya dilansir situs resmi Pemkot Depok, Senin (25/03/24).</p>
<p>Dia mengungkapkan, dengan upaya tersebut RSUD KiSA mampu menampung dan menangani pasien DBD sampai saat ini sesuai prosedurnya.</p>
<p>&#8220;Kalau kami tidak melakukan effort itu kami tidak bisa menampung pasien,&#8221; terang Sobari.</p>
<p>Berdasarkan data, ada peningkatan kasus DBD periode Januari-Maret 2024 dibanding tahun sebelumnya di periode bulan yang sama.</p>
<p>Sobari menuturkan, pada Januari 2024 ada 68 kasus, februari 116 kasus, dan Maret ada 68 kasus. Sedangkan pada Januari 2023 ada 38 kasus, Februari 28 kasus, dan Maret 27 kasus.</p>
<p>&#8220;Kalau saya lihat perbandingan tiga bulan terakhir dari 2023-2024 ini peningkatan cukup signifikan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lanjut Sobari, naiknya kasus DBD akhir-akhir ini selain faktor musim pancaroba, juga berdampak pada berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.</p>
<p>Faktor lainnya, karena minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masih ditemukannya air yang menggenang, dan sampah yang tidak berada pada tempatnya.</p>
<p>&#8220;Usia kebanyakan saat ini anak yang meningkat dibanding dewasa,” paparnya.</p>
<p>“Saya imbau warga agar memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya, pakai metode 3M plus untuk pencegahan DBD ini,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://berita.depok.go.id/storage/posts//WgmyTZvR3ffeN5jPUclp0GH4tzEOay0hiedZqg7a.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Depok Lakukan Langkah Antisipasi DBD</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/01/dinkes-depok-lakukan-langkah-antisipasi-dbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 10:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=64557</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terus melakukan sejumlah langkah antisipatif dalam menghadapi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti dengan mengingatkan kembali kepada lintas sektor (linsek), fasilitas kesehatan dan masyarakat terkait upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Kota Depok.</p>
<p>&#8220;Kami terus melakukan upaya untuk mengantisipasi penyakit DBD agar kasusnya tindak meningkat,&#8221; tutur Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati kepada awak media, Selasa (30/01/24).</p>
<p>Mary menambahkan, pihaknya juga mengingatkan kepada kader melalui Puskesmas setempat untuk lebih aktif. Seperti meningkatkan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantaik (G1R1Ji).</p>
<p>Selain itu, tambah Mary, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Yaitu dengan menguras tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember air.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, dengan menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi atau toren air,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lalu, dengan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Kemudian, yang dimaksud dengan plus adalah segala bentuk pencegahan lainnya.</p>
<p>“Seperti dengan menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam rumah,” tambahnya.</p>
<p>&#8220;Selain itu melakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB), larvasidasi di wilayah masing-masing dengan pelaksanaan foging fokus pada wilayah yang ditemukan kasus DBD. Prinsipnya pencegahan kasus DBD ini dengan memberantas nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor virus Dengue,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Mary juga mengajak masyarakat untuk terus mengaktifkan Kampung Bersih Bebas Jentik (Kampung Berbatik) pada setiap RW. Dengan melakukan upaya intervensi G1R1J1, PSN, Pemasangan Ovitrap sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) dan pencatatan pelaporan secara digital terintegrasi.</p>
<p>“Kampung berbatik juga terus dilakukan di RW lain di Kota Depok agar upaya pencegahan DBD melalui Kampung Berbatik dapat optimal,” tambahnya.</p>
<p>Terakhir, Mary berharap dengan berbagai langkah yang dilakukan dapat meminimalisir kasus DBD di Kota Depok. Tentunya juga dengan kontribusi dari masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Perlu dukungan dan kontribusi dari masyarakat dengan perilaku hidup bersih serta tetap menjaga lingkungan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>“Dan jangan lupa lapor jika ada anggota keluarga yang terkena DBD kepada RT-RW untuk kemudian dilanjutkan ke Puskesmas agar segera tertangani. Untuk diketahui kasus DBD di Kota Depok per 25 Januari 2024 tercatat ada 55 kasus,” tambahnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.balipuspanews.com/wp-content/uploads/2023/10/IMG-20231004-WA0055-e1696466899367.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bumi Semakin Panas, Dengue dan Malaria Semakin Ganas?</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/bumi-semakin-panas-dengue-dan-malaria-semakin-ganas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2023 02:25:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Dengue]]></category>
		<category><![CDATA[Malaria]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61860</guid>

					<description><![CDATA[Dengue dan malaria adalah penyakit musiman yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia, terutama di musim hujan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Dengue dan malaria adalah penyakit musiman yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia, terutama di musim hujan.</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Akhir-akhir ini, kita mungkin sudah sering mendengar kata perubahan iklim, krisis iklim, pemanasan global, atau bahkan pendidihan global.</p>
<p>UN World Meteorological Organization (WMO) menyatakan bahwa tahun 2023 dapat ditetapkan sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu global meningkat sebanyak 1,4ºC di atas suhu pra-industri.</p>
<p>Dampak utamanya telah dapat kita rasakan sekarang, seperti kenaikan suhu permukaan laut dan permukaan air laut, gletser dan es di Antartika yang semakin mencair, dan cuaca ekstrem seperti gelombang panas (heatwave), kekeringan ekstrem, kebakaran hutan, banjir bandang, dan badai.</p>
<p>Fenomena-fenomena tersebut, yang bisa dibilang adalah dampak langsung dari krisis iklim, telah menyebabkan kehancuran dan kematian ribuan jiwa di seluruh dunia, tetapi akan ada banyak dampak tidak langsung dan jangka panjang yang juga akan menyebabkan bencana kedepannya, terutama jika kita tidak berhasil dalam upaya mitigasi (pencegahan) dan adaptasi krisis iklim.</p>
<p>Salah satu tantangan di masa depan adalah peningkatan intensitas penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti dengue (dikenal juga sebagai demam berdarah) dan malaria.</p>
<p>Artikel ini akan menjelaskan bagaimana perubahan iklim berkontribusi terhadap peningkatan kasus dan penyebaran kedua penyakit serta upaya-upaya yang dapat diambil untuk menghadapi tantangan tersebut.</p>
<p>Dengue dan malaria adalah penyakit musiman yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia, terutama di musim hujan. Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan menyatakan jumlah kasus dengue mencapai 143.000 kasus dan malaria sebanyak 415.140 kasus di Indonesia.</p>
<p>Keduanya menyebabkan beban kesehatan, terutama di negara tropis dan endemis seperti Indonesia. Dengue dan malaria disebabkan oleh virus dan parasit yang masing-masing ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles sp.</p>
<p>Faktor-faktor iklim seperti peningkatan suhu global, perubahan pola hujan, dan perubahan ekosistem secara keseluruhan akan meningkatkan risiko dan penyebaran kedua penyakit ini karena memengaruhi siklus hidup nyamuk.</p>
<p>Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa suhu, curah hujan, dan kelembaban udara dapat memengaruhi perkembangan telur, larva, pupa, dan nyamuk dewasa.</p>
<p>Suhu udara memengaruhi kecepatan perkembangan telur menjadi larva, dan pemanasan global dapat mempercepat siklus hidup nyamuk, serta mempersingkat masa inkubasinya. Seluruh faktor tersebut akan memperpanjang musim aktif nyamuk dan meningkatkan kecepatan perkembangbiakannya.</p>
<p>Selain itu, perubahan pola hujan dapat menciptakan genangan air yang cocok sebagai tempat berkembang biak larva nyamuk. Semua ini menyebabkan peningkatan jumlah kasus dengue dan malaria, serta memperluas wilayah geografis penyebaran penyakit dan juga dapat membawa risiko penyakit dengue dan malaria ke daerah yang sebelumnya bebas dari ancaman tersebut.</p>
<p>Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang memengaruhi penyebaran penyakit dengue dan malaria, kita membutuhkan strategi mitigasi yang cerdas dan menyeluruh. Pertama-tama, kita perlu memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini agar dapat merespons dengan cepat jika ada peningkatan risiko penyakit yang terkait dengan perubahan iklim.</p>
<p>Ini seperti memiliki mata dan telinga ekstra untuk melacak nyamuk penyebab masalah. Selain itu, kita juga harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit ini. Mari kita bayangkan hal ini sebagai persenjataan masyarakat untuk melawan serangan nyamuk.</p>
<p>Pengembangan program pengendalian nyamuk yang efektif juga sangat penting, seperti menggunakan insektisida yang lebih aman dan juga vaksin. Dan jangan lupakan perlunya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem kita, dapat dimulai dari menjaga halaman rumah tetap bersih dan memastikan tidak ada genangan air sehingga nyamuk tidak berkembang biak dengan bebas di sana.</p>
<p>Dengan cara-cara ini, kita dapat menciptakan pertahanan yang kuat terhadap penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.</p>
<p>Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, langkah-langkah kebijakan yang mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan adaptasi terhadap dampaknya menjadi kunci utama. Dengan menerapkan kebijakan-kebijakan ini, kita dapat memperlambat laju perubahan iklim dan memberikan kesempatan bagi masyarakat global untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang sudah terjadi.</p>
<p>Semua ini tidak dapat tercapai tanpa kerja sama yang solid antara lembaga-lembaga, komunitas internasional, dan pemangku kepentingan lokal. Bersama-sama, kita dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan dan efektif untuk mengatasi dampak global perubahan iklim terhadap penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.</p>
<p><em>Penulis: Angelin Gotama dan Salwa Anfa</em><br />
<em>Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://d3e03ysx8gw803.cloudfront.net/articles/0fb0c06e314827c96769169.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Antara Perubahan Iklim dan Demam Berdarah Dengue</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/hubungan-antara-perubahan-iklim-dan-demam-berdarah-dengue/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2023 01:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Demam Berdarah Dengue]]></category>
		<category><![CDATA[nyamuk Aedes aegypti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61844</guid>

					<description><![CDATA[DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em><strong>DBD adalah</strong> penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Perubahan iklim merupakan isu global yang semakin nyata dan serius serta memiliki dampak luas. Perubahan iklim ditandai dengan perubahan suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan curah hujan pada suatu wilayah. Dampak perubahan iklim dapat dirasakan di berbagai sektor kehidupan, termasuk kesehatan manusia.</p>
<p>Salah satu masalah kesehatan yang terkait erat dengan perubahan iklim adalah penyakit demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, DBD), yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu perubahan iklim mempengaruhi imunitas tubuh manusia sehingga akan mudah terserang penyakit.</p>
<p>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit menular yang menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Kasus DBD di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 143.184 kasus, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 73.518 kasus. Peningkatan kasus DBD ini dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Peningkatan kejadian DBD di Indonesia mempunyai keterkaitan dengan perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan musim hujan lebih panjang, intensitas hujan lebih tinggi, dan perubahan suhu. Hal ini dapat memperpendek masa inkubasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga mempercepat penyebaran virus dengue.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan oleh Putri (2020) menyatakan bahwa suhu dan kelembapan yang tinggi dapat memperpendek masa inkubasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menunjukan masa inkubasi virus berkurang dari 10 hari menjadi 7 hari di suhu 30° di kelembapan 80%.</p>
<p>Kecepatan angin merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim. Kecepatan angin memberikan dampak kepada nyamuk Aedes aegypti. Hal ini karena, semakin tinggi kecepatan angin cenderung menghambat terbang nyamuk dan berkurangnya kejadian DBD.</p>
<p>Dengan demikian, terdapat hubungan antara perubahan iklim dengan demam berdarah. Peningkatan suhu dan curah hujan dapat memperpendek masa inkubasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga mempercepat penyebaran virus dengue. Selain itu, perubahan pola angin juga dapat mempengaruhi risiko penularan DBD.</p>
<p>Oleh karena itu, penting untuk kita mengusir nyamuk dengan cara menggunakan obat bakar nyamuk, menggunakan lotion atau krim anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, dan memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk menjadi krim anti nyamuk. Selain itu kita bisa melakukan pencegahan seperti penggunaan kelambu, menjaga kebersihan, dan membasmi tempat nyamuk berkembang.</p>
<h3>Pengaruh Iklim di Indonesia</h3>
<p>Perkembangan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim (Prambudi dkk., 2023). Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai iklim mendukung perkembangbiakan nyamuk, mulai dari suhu dan kelembapan yang ideal untuk nyamuk berkembang, pola angin yang membuat nyamuk bisa terbang ke daerah yang belum terpapar, dan curah hujan yang dapat membuat genangan dan wadah air, seperti penelitian yang dilakukan oleh Julismin (2013) Iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu:</p>
<p><strong>1. Kedudukan matahari yang berubah-ubah.</strong> Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara antara daratan Asia dan Australia. Pada periode matahari berkedudukan di atas daratan Asia, daratan Asia memiliki tekanan udara yang lebih rendah sehingga bertiup angin dari Australia ke Asia.</p>
<p>Angin ini memiliki sifat yang kering, sehingga menjadi penyebab terjadinya musim kemarau di Indonesia. Sebaliknya, pada periode matahari berkedudukan di atas daratan Australia, daratan Australia memiliki tekanan udara yang lebih rendah sehingga bertiup angin dari Asia ke Australia. Angin ini bersifat basah sehingga menyebabkan musim hujan di Indonesia.</p>
<p><strong>2. Wilayah Indonesia yang terdiri atas banyak pulau.</strong> Wilayah Indonesia yang terdiri atas<br />
banyak pulau yang menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh iklim maritim. Iklim maritim dicirikan oleh suhu udara yang relatif seragam sepanjang tahun dan curah hujan yang tinggi.</p>
<p><strong>3. Keberadaan gunung-gunung di Indonesia.</strong> Keberadaan atau lokasi gunung-gunung di Indonesia menyebabkan perbedaan iklim secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, suhu udara makin ke atas makin rendah. Secara horizontal, lereng gunung yang menghadap ke arah laut bertiup angin laut yang bersifat basah sehingga curah hujannya tinggi.</p>
<h3>Data Curah Hujan di Indonesia</h3>
<p>Curah hujan yang tinggi merupakan dampak dari perubahan iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyajikan data curah hujan setiap bulan, pengamatan curah hujan dilakukan dalam kurun waktu 5 bulan, yang terdiri dari bulan Agustus sampai November, serta prediksi curah hujan pada bulan Desember 2023.</p>
<p>Data informasi curah hujan BMKG pada bulan agustus 2023 menyatakan, bahwa sebagian wilayah Indonesia mengalami kriteria hujan ekstrim (&gt;150 mm/hari), dengan curah hujan tertinggi terjadi sebesar 239 mm/hari. Pengamatan pada bulan september 2023 mempunyai hasil yang lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.</p>
<p>Hasilnya adalah Sebagian wilayah Indonesia mengalami hujan ekstrim (&gt;150 mm/hari), dengan curah hujan harian tertinggi terjadi sebesar 285 mm/hari. Pada bulan Agustus dan September terjadi peningkatan curah hujan. Sedangkan pada bulan Oktober 2023 , curah hujan harian tertinggi di Indonesia terjadi sebesar 200 mm/hari, yang dimana pada bulan tersebut kriteria hujan tetap sama yaitu, kriteria hujan ekstrim (&gt;150 mm/hari).</p>
<p>Pengamatan pada bulan November 2023 dilakukan dengan menganalisis setiap dasarian (rentang waktu selama sepuluh hari). Data curah hujan Dasarian I November 2023 sampai Dasarian III November 2023 menyatakan bahwa curah hujan berada di kriteria rendah &#8211; menengah (0 – 150 mm/dasarian).</p>
<p>Pada bulan Desember 2023, BMKG memprediksi curah hujan dengan hasil Sejumlah 18,75% wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami hujan di bawah normal atau rendah, 62,33% diprediksi akan mengalami hujan normal atau menengah, dan 18,92% diprediksi akan mengalami hujan di atas normal atau tinggi.</p>
<p>Perubahan curah hujan yang signifikan terlihat dari data BMKG, terutama dari Agustus ke September dengan curah hujan harian tertinggi naik dari 239 mm/hari menjadi 285 mm/hari. Meskipun ada variasi curah hujan di bulan berikutnya. Tetapi, prediksi hingga bulan Desember menunjukkan kelanjutan tren ini. Secara keseluruhan data mencerminkan perubahan pola cuaca yang berkaitan dengan perubahan iklim.</p>
<h3>Perubahan Iklim dan Kelembaban</h3>
<p>Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan kondensasi. Kondensasi adalah proses pengembunan uap air di atmosfer, kondensasi yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan kelembapan. Kelembapan udara mempengaruhi suhu nyamuk dalam berkembang biak, mencari tempat istirahatnya, dan mempengaruhi tingkah lakunya.</p>
<p>Hasil penelitian Sucipto (dalam Bone dkk., 2021) menyatakan tingkat kelembapan dari 71,9% sampai 83,5% dapat memberikan peluang umur nyamuk semakin panjang karena kelembapan udara yang optimal akan membuat daya tahan hidup nyamuk bertambah. Penelitian lainnya juga menyatakan dengan kondisi kelembapan yang lebih tinggi nyamuk menjadi lebih aktif dan sering menggigit sehingga meningkatkan penularan (Salawati dkk., 2020)</p>
<p>Kelembapan udara mempunyai pengaruh di kehidupan nyamuk. Penelitian yang dilakukan oleh Paramita dan Mukono (2017) menyatakan ada dua jenis kelembapan udara, yakni kelembapan udara absolut dan kelembapan udara relatif. Kelembapan udara absolut mengukur seberapa banyak uap air yang ada di udara pada suatu tempat.</p>
<p>Sementara itu, kelembapan udara relatif adalah perbandingan antara jumlah uap air dalam udara dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama. Kelembapan udara relatif dinyatakan dalam persen.</p>
<h3>Hubungan Suhu dan Nyamuk Aedes aegypti</h3>
<p>Perubahan iklim membuat seluruh wilayah Indonesia mengalami perubahan suhu udara (Julismin, 2013). Penelitian yang dilakukan oleh Novitasari dan Sugiyanto (2014) dan penelitian yang dilakukan oleh Izhar dan Syukri (2022) mempelajari tentang hubungan antara suhu dengan perkembangbiakan nyamuk DBD.</p>
<p>Persamaan hasil penelitiannya adalah menemukan bahwa terdapat hubungan antara suhu udara dengan keberadaan jentik nyamuk. Sedangkan, Perbedaan utama antara kedua penelitian tersebut terletak di suhu optimal untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian Novitasari dan Sugiyanto berpendapat bahwa suhu udara optimal sekitar 20-30 derajat untuk nyamuk berkembangbiak, sedangkan penelitian Izhar dan Syukri berpendapat suhu udara optimal untuk nyamuk berkembangbiak sekitar 25-36 derajat.</p>
<p>Penelitian lain juga menyebutkan tentang suhu yang berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prambudi dkk. (2023) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara suhu udara dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kota Ternate.</p>
<p>Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Ternate jauh lebih tinggi ketika mencapai suhu udara berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celcius. Penelitian lainnya yang ditulis oleh Sufiani dkk. (2021) menyatakan bahwa perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti tidak akan berjalan jika suhu di bawah 10°C dan di atas 40°C .</p>
<h3>Dampak Perubahan Iklim dan Imunitas</h3>
<p>Perubahan iklim juga mempengaruhi penurunan imunitas tubuh manusia sehingga akan mudah terserang penyakit. Hapipah dkk. (2021) melakukan penelitian bahwa pergantian musim membuat imunitas atau kekebalan tubuh menurun. Hal ini karena perubahan suhu dan kelembapan udara yang terjadi saat pergantian musim dapat menyebabkan tubuh kita mengalami dehidrasi dan kelelahan.</p>
<p>Dehidrasi dan kelelahan dapat melemahkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh kita, sehingga kita lebih mudah terserang penyakit. Penelitian lain dilakukan oleh Syamsul (2018) yang menyatakan perubahan musim dari kemarau ke penghujan merupakan masa transisi yang dapat meningkatkan risiko penularan demam berdarah.</p>
<h3>Macam Tempat Genangan Air</h3>
<p>Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan genangan air yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti menurut Hidayati (2017), terdapat tiga jenis tempat perkembangbiakan atau tempat perindukan:</p>
<p>1. Tempat penampungan air (TPA). Contohnya adalah bak mandi, drum, tempayan, bak wc dan ember. TPA adalah tempat untuk menampung air untuk keperluan sehari-hari;</p>
<p>2. Bukan tempat penampungan air (non TPA). Contohnya adalah tempat minum hewan peliharaan, ban bekas, botol, kaleng bekas, pecahan gelas, dan vas bunga. Berbeda dengan TPA yang merupakan tempat menampung air untuk keperluan sehari-hari, Non TPA adalah tempat yang biasanya digunakan untuk menampung air tetapi tidak digunakan untuk keperluan sehari hari;</p>
<p>3. Tempat penampungan air alami (TPA alami). Tempat-tempat dapat terisi air, seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, kulit kerang, pangkal pohon pisang dan potongan bambu, dapat menjadi sarang nyamuk.</p>
<p>Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana siklus hidup nyamuk untuk memahami hubungan antara perubahan iklim dan demam berdarah. Perubahan iklim dapat mempengaruhi siklus hidup nyamuk, sehingga dapat meningkatkan risiko penularan demam berdarah.</p>
<h3>Data DBD di Indonesia</h3>
<p>Kasus DBD di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tahun 1968, dilaporkan terjadi di Jakarta dan Surabaya. Dilaporkan adanya 96 kasus, dengan 56 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus demam berdarah dengue (DBD) dan 16 di antaranya berakhir dengan kematian.</p>
<p>Pada tahun 2016, terjadi lonjakan kasus DBD dengan angka yang mencolok. Jumlah kasus pada periode tersebut mencapai 204.171, dan terdapat 1.598 kematian akibat DBD. Pada tahun 2022, Kota Bandung mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Indonesia, mencapai 5.205 kasus.</p>
<p>Pada tahun 2023 sampai minggu ke-19 kasus DBD mencapai 3.318 kasus. Kota Bandung merupakan wilayah dengan jumlah kasus DBD terbanyak dengan 928 kasus. Kota Denpasar berada di urutan kedua dengan 891 kasus. Bima menempati urutan ketiga dengan 575 kasus DBD. Sementara itu, di nomor empat dan nomor lima terdapat Kota Balikpapan dengan 465 kasus dan Kabupaten Sikka dengan 459 kasus.</p>
<h3>Siklus Hidup Nyamuk</h3>
<p>Penting mengetahui siklus hidup nyamuk dibagi menjadi empat tahap, yaitu: telur, larva, pupa, dan dewasa. Seekor nyamuk betina dapat menghasilkan hingga lima kali bertelur selama hidupnya, dan setiap kali bertelur, nyamuk tersebut dapat meletakkan sekitar 100 telur.</p>
<p>Tempat bertelurnya nyamuk adalah pada dinding wadah penampungan air. Telur menetas menjadi larva setelah 1 minggu. Larva berubah menjadi pupa setelah 1 minggu. Pupa berkembang menjadi nyamuk dewasa setelah 1-4 hari. Nyamuk dewasa akan hidup selama 3 minggu.</p>
<h3>Media Air Untuk Nyamuk Berkembangbiak</h3>
<p>Nyamuk betina menaruh telurnya di dinding wadah atau penampungan air. Air adalah tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Namun, tidak semua nyamuk bisa berkembangbiak di semua media air. Penelitian yang dilakukan oleh Wurisastuti (2013), melakukan penelitian terhadap beberapa media air yang memungkinkan nyamuk betina bisa meletakkan telurnya di air.</p>
<p>Media air yang digunakan untuk penelitiannya adalah adalah media air kran, media air cucian beras, media air dengan tanah, media air dengan kotoran kuda, media air dengan kotoran sapi, media air dengan kotoran ayam, dan media air sabun.</p>
<p>Hasil penelitiannya menyatakan bahwa air dengan campuran kotoran sapi paling berpengaruh atau paling disukai oleh nyamuk Aedes aegypti untuk meletakkan telurnya. Media air yang disukai oleh nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur setelah tercampur dengan kotoran sapi adalah air kran.</p>
<p>Fenomena ini dianggap wajar, sebab pada dasarnya, secara teoritis, nyamuk Aedes aegypti cenderung memilih air yang bersih sebagai tempat berkembangbiak. Namun, perlu diketahui bahwa pengaruh media air kran tidak memiliki perbedaan yang besar dengan media air dengan tanah dan media air dengan kotoran kuda.</p>
<p>Oleh karena itu, nyamuk Aedes aegypti juga cenderung meletakkan telurnya di media air yang mencampur dengan tanah dan media air yang bercampur dengan kotoran kuda. Sebaliknya, nyamuk Aedes aegypti tidak menyukai untuk bertelur di media air yang berasal dari cucian beras, media air yang terkontaminasi kotoran ayam, dan media air yang tercemar oleh sabun.</p>
<h3>Perkembangbiakan Nyamuk Aedes aegypti di Sekitar Rumah</h3>
<p>Tempat utama perindukan atau tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti adalah tempat-tempat berisi air bersih yang berdekatan letaknya dengan rumah penduduk, biasanya tidak melebihi jarak 500 meter dari rumah (Hidayati, 2017).</p>
<p>Rumah adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat berlindung, beristirahat, dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, rumah juga merupakan tempat penampungan air berada.</p>
<p>Izhar dan Syukri (2022) dalam penelitian mereka di kota Jambi menemukan bahwa jarak rumah, tata rumah, dan kondisi rumah dapat mempengaruhi keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Mereka melakukan penelitian terhadap 100 sampel rumah tunggal dan rumah deret.</p>
<p>Rumah tunggal merupakan rumah terpisah antara satu dengan rumah lainnya, memiliki bentuk yang berbeda dengan rumah sekitarnya, dan biasanya pekarangannya luas. Sedangkan, rumah deret adalah bagunan rumah menyatu dengan salah satu dinding dari bangunan rumah tetangga.</p>
<p>Variabel kepadatan hunian adalah jumlah orang yang mendiami rumah dibandingkan dengan luas areal rumah dengan kriteria padat yang digunakan untuk penelitian ini adalah ≥ 8 m2/orang, selain variabel kepadatan, penelitian ini juga menggunakan variabel 3 jenis TPA yang berada di sekitar rumah.</p>
<p>Hasil penelitiannya adalah rumah yang memiliki jentik lebih banyak pada jenis rumah tunggal (84,0%) dibandingkan rumah deret (64,0%). Berdasarkan penelitian tersebut hasilnya adalah adanya perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah. Selain itu jenis rumah, tata rumah, dan kondisi rumah dapat mempengaruhi keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti.</p>
<h3>Waktu Nyamuk Aktif</h3>
<p>Nyamuk berperan sebagai vektor penyakit dikarenakan perilaku nyamuk yang mencari sumber makanan dengan cara menghisap atau melakukan gigitan ke manusia. Perilaku nyamuk Aedes aegypti menurut penelitian yang dilakukan oleh Hidayati (2013), nyamuk Aedes aegypti aktif melakukan pengisapan darah atau melakukan gigitan dari pagi  sampai petang dengan dua puncak waktu yaitu pada waktu pagi dan sore hari, yaitu sekitar pukul 8.00-10.00 dan 15.00-17.00.</p>
<p>Sedangkan menurut Pane (2022), nyamuk Aedes aegypti mempunyai ciri khas pada waktu melakukan pengisapan darah. Nyamuk ini bisa melakukan pengisapan darah atau melakukan gigitan kepada manusia kapan saja, tetapi biasanya lebih aktif di malam hari. Jadi, tetap perlu mewaspadai gigitan nyamuk Aedes aegypti sepanjang hari.</p>
<h3>Dampak Angin Terhadap Nyamuk Aedes aegypti</h3>
<p>Kemampuan terbang nyamuk Aedes aegypti cukup jauh. Penelitian yang dilakukan oleh Hidayati (2017) menyatakan bahwa, nyamuk Aedes aegypti dapat terbang hingga 2 kilometer, tetapi biasanya hanya terbang sejauh 40 meter.</p>
<p>Secara teori, kecepatan angin berpengaruh terhadap penyebaran nyamuk sehingga mengurangi kemampuan nyamuk untuk terbang. Pada kecepatan angin 11-14 m/detik atau 25-31 mil/jam akan menghambat kemampuan terbang nyamuk (Wirayoga, 2013; Pratama, 2015).</p>
<p>Pengaruh dari curah hujan yang tinggi adalah arus air yang tinggi karena berpengaruh pada tempat atau lokasi nyamuk berkembangbiak, jika hujan sangat lebat diikuti dengan angin yang kencang dalam waktu yang relatif lama, justru dapat menghilangkan tempat perindukan.</p>
<p>Aliran air yang deras membawa larva dalam tempat perindukannya dan pada akhirnya larva akan mati atau hanyut berpindah lokasi dengan demikian siklus hidup nyamuk akan terputus mata rantainya (Pratama, 2015).</p>
<h3>Tempat Nyamuk Aedes aegypti Istirahat</h3>
<p>Nyamuk Aedes aegypti yang melakukan pengisapan darah atau yang melakukan gigitan adalah nyamuk betina, karena nyamuk betina membutuhkan darah untuk perkembangan telurnya (Agustin, 2017). Sedangkan, nyamuk jantan tidak membutuhkan darah untuk hidup.</p>
<p>Nyamuk jantan tidak menghisap darah manusia, melainkan nektar bunga ataupun tumbuhan. Nyamuk Aedes aegypti menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna gelap. Nyamuk Aedes aegypti dewasa biasanya tinggal di tempat yang gelap, di dalam ruangan seperti lemari baju dan di bawah tempat tidur (Hidayati, 2017)</p>
<p>Tempat beristirahat nyamuk Aedes aegypti berupa semak-semak atau tanaman rendah termasuk rerumputan yang terdapat di halaman/kebun/pekarangan rumah. Benda yang tergantung di tempat yang gelap atau lembap yang berdekatan dengan tempat perkembangbiakannya bisa menjadi tempat peristirahatan nyamuk Aedes aegypti (Kristanti, 2023).</p>
<p>Benda-benda yang tergantung di dalam rumah juga bisa menjadi tempat istirahat nyamuk Aedes aegypti contohnya, seperti pakaian, sarung, kopiah, dan lain sebagainya.</p>
<h3>Pencegahan Nyamuk Aedes aegypti</h3>
<p>Penting bagi kita mengetahui cara pencegahan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan melakukan fogging. Fogging biasanya dilakukan saat suatu wilayah terdapat kejadian DBD.</p>
<p>Kurniawati dkk. (2020) menyatakan bahwa masyarakat masih menganggap fogging merupakan cara yang paling efektif dalam memberantas nyamuk Aedes aegypti. Pada kenyataannya, fogging hanya bertahan selama 2 minggu dan hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan, telur telur nyamuk yang tidak mati, dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa.</p>
<p>Selain pencegahan dengan cara fogging, melakukan 3M plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang atau membuang sampah) merupakan salah satu cara mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Menguras tempat penampungan air yang tidak dirawat dengan baik dapat, sehingga dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.</p>
<p>Oleh karena itu, tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, pot bunga, dan tempat penampungan air lainnya harus dikuras secara berkala agar tidak terdapat telur, larva, atau pupa nyamuk Aedes aegypti. Selanjutnya adalah menutup.</p>
<p>Tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat juga dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, tempat penampungan air harus ditutup dengan menggunakan penutup tempat penampungan, kain kasa, atau saringan. Membuang barang bekas yang tidak dimanfaatkan dengan baik juga dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.</p>
<p>Oleh karena itu, barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan ban bekas harus dimanfaatkan atau dibuang dengan benar. Kurniawati dkk. (2020) menyatakan gerakan plus untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti dapat dilakukan dengan memasang kawat kasa di ventilasi atau lubang yang dapat dilalui nyamuk, memakai kelambu saat tidur, mengenakan pakaian tertutup, dan menggunakan obat nyamuk untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.</p>
<p>Obat nyamuk ada banyak macamnya, salah satunya adalah obat nyamuk bakar atau obat nyamuk krim atau lotion. Tetapi, tanaman juga bisa berperan sebagai pengusir nyamuk. Beberapa jenis tanaman anti nyamuk dapat dibudidayakan di dalam pot morfologi atau ukuran yang tidak besar, agar mudah beradaptasi pada lingkungan sekitar, dan relatif mudah perawatannya.</p>
<p>Tanaman tersebut antara lain adalah Sereh, Lavender, Zodia, Geranium, mint, marigold, kemangi, dan rosemary (Kesetyaningsih., dkk. 2023). Beberapa jenis tanaman anti nyamuk juga merupakan tanaman hias, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias di tiap rumah sekaligus untuk mempercantik lingkungan.</p>
<p>Kesetyaningsih dkk. (2023) dalam penelitiannya menyatakan, perawatan tanaman hias yang dapat mengusir nyamuk itu mudah. Penyiraman hanya dilakukan saat kondisi tanah kering, dan hindari penggunaan air berlebih hingga membuat genangan. Hal ini dapat membuat akar tanaman membusuk.</p>
<p>Kesetyaningsih., dkk, (2023) juga menambahkan, tanaman yang paling dikenal dari morfologinya adalah serai dan kemangi. Hal ini karena sereh dan kemangi dapat tumbuh dengan baik di Indonesia karena merupakan tumbuhan asli negara ini. Jika mengenal dari bentuknya adalah Zodia dan Lavender.</p>
<p>Agustina et al., (dalam Kesetyaningsih dkk., 2023) menyatakan, Zodia biasa digunakan sebagai pengusir nyamuk karena mempunyai kandungan evodiamine, rutaecarpine, dan linalool, a-pinene yang sangat efektif sebagai zat pengusir nyamuk. Cara bekerja tanaman tersebut yaitu sebagai racun kontak, racun gas dan racun perut.</p>
<p>Pratiwi &amp; Purwati (2021) menyatakan, tanaman rosemary berasal dari Mediterania dan Eropa, biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan juga sebagai aromaterapi. Daun rosemary mengandung minyak yang terdiri dari geraniol, linalool, sineol, dan borneol. Zat ini memiliki efek sebagai pengusir atau repelen.</p>
<p>Selain tanaman yang bisa mengusir nyamuk, obat nyamuk bakar juga bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. Penggunaan obat nyamuk bakar membuat nyamuk mengalami kelumpuhan atau knockdown. Hal ini karena obat nyamuk mengandung Metofluthrin. Metofluthrin adalah senyawa piretroid yang mempunyai karakteristik melumpuhkan (knockdown) yang sangat tinggi terhadap serangga, khususnya nyamuk (Mustafa dkk., 2020).</p>
<p>Anggriani &amp; Mukti (dalam Musfata dkk., 2020) menyatakan penggunaan obat nyamuk bakar untuk bisa melumpuhkan nyamuk membutuhkan waktu puluhan menit hingga 1 jam. Suhada dkk. (2016) melakukan penelitian dan menyatakan rata-rata obat nyamuk membuat nyamuk lumpuh pada menit ke 20.</p>
<p>Obat nyamuk bakar bekerja dengan menjadikan pernafasan nyamuk sebagai sasarannya. Rianti (dalam Mustafa dkk., 2020) menyatakan pada saat obat nyamuk dipanaskan kandungan bahan yang terdapat di dalam obat nyamuk menguap dan menghasilkan asap, sehingga pernafasan nyamuk akan terganggu. Asap obat nyamuk bakar juga memberikan dampak terhadap manusia.</p>
<p>Asap obat nyamuk bakar dapat masuk ke saluran pernapasan saat kita menghirupnya, sehingga racun yang ada di dalam obat nyamuk tersebut masuk ke dalam paru-paru. Jika terhirup dalam jangka waktu yang lama, asap obat nyamuk bakar dapat menyebabkan sakit dada, kesulitan bernafas dan masalah pernafasan lainnya.</p>
<p>Dampak secara umum yang ditimbulkan akibat paparan asap obat nyamuk bakar dapat menyebabkan kerusakan pada saluran nafas dan paru-paru.aparan asap obat nyamuk bakar dapat menyebabkan kerusakan pada saluran nafas dan paru-paru.. Pada saluran pernapasan, sel mukosa membesar (hypertrophy) dan kelenjar mukus bertambah banyak (hyperplasia) sehingga terjadi penyempitan saluran napas (Tampubolon, 2016).</p>
<p>Obat anti nyamuk lain adalah lotion atau krim anti nyamuk. Banyak orang yang memanfaatkan bau sereh yang dapat mengusir nyamuk, menjadi krim anti nyamuk. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ambari dkk. (2019), menyatakan krim anti nyamuk sereh berfungsi untuk mengusir nyamuk, dengan cara mengoleskannya di kulit.</p>
<p>Penelitian lainnya dilakukan oleh Fitri (2021) yang meneliti efektivitas proteksi sereh sebagai krim atau lotion pengusir nyamuk. Hasilnya, sereh memiliki efektivitas yang bagi sebagai anti nyamuk, dengan hasil proteksi mencapai 100%. Hal ini menunjukan bahwa lotion atau krim yang mengandung wangi sereh efektif sebagai pengusir nyamuk.</p>
<p>Perubahan iklim di Indonesia didukung oleh kondisi geografis Indonesia. Kondisi iklim di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti posisi matahari, wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, dan lokasi gunung-gunung di Indonesia, yang mempengaruhi iklim di Indonesia. Sehingga, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.</p>
<p>Siklus hidup nyamuk dibagi menjadi empat tahap, yaitu: telur, larva, pupa, dan dewasa. Nyamuk betina dapat meletakkan sekitar 100 telur pada dinding wadah penampungan air. Perubahan iklim memiliki hubungan terhadap peningkatan  demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.</p>
<p>Faktor-faktor perubahan iklim seperti perubahan suhu, curah hujan, kelembapan, dan kecepatan angin dapat mempengaruhi siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Peningkatan suhu dan curah hujan dapat mempengaruhi masa inkubasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga berpengaruh terhadap penyebaran penyakit. Peningkatan curah hujan, terutama yang diakibatkan oleh perubahan iklim, dapat menciptakan genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.</p>
<p>Selain itu, terdapat 3 jenis tempat penampungan air (TPA) yang dapat menjadi wadah untuk nyamuk meletakkan telurnya. Bak mandi, ember, tempat minum hewan peliharaan, dan vas bunga adalah contohnya dan itu semua ada di sekitar kita.</p>
<p>Perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi nyamuk Aedes aegypti, tetapi juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Pergantian musim dapat menyebabkan penurunan imunitas tubuh manusia, meningkatkan risiko terkena penyakit.</p>
<p>Masalah demam berdarah (DBD) dapat diatasi dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan seperti 3M Plus, meliputi 3M plus. Meliputi menguras, menutup, dan mendaur ulang atau membuang tempat-tempat yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.  Penggunaan obat nyamuk juga sangat penting untuk mengusir nyamuk.</p>
<p>Fogging, meskipun digunakan untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti, namun hanya bersifat sementara dan tidak dapat mengatasi akar masalah. Oleh karena itu, upaya pencegahan seperti 3M plus perlu dilakukan. Selain itu masyarakat dapat menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah. Penggunaan kelambu saat tidur dan mengenakan pakaian tertutup juga dapat membantu mengatasi masalah demam berdarah dengue (DBD).</p>
<p><em>Asa Yaksana Moya Angkat</em><br />
<em>Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://wonoyoso.kec-kuwarasan.kebumenkab.go.id/uploads/gambar/17122021033614-Desa_Wonoyoso_-Kebumen-gutama.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakteri Wolbachia Turunkan Kematian Akibat DBD</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/12/bakteri-wolbachia-turunkan-kematian-akibat-dbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 02:56:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Bakteri Wolbachia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Gunadi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61255</guid>

					<description><![CDATA[Wolbachia adalah bakteri alami yang ada di dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, kupu-kupu, ngengat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Wolbachia adalah bakteri alami yang ada di dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, kupu-kupu, ngengat</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, implementasi teknologi nyamuk dengan bakteri wolbachia berhasil menurunkan incidence rate demam berdarah di Yogyakarta. Menkes Budi menjelaskan, wolbachia adalah bakteri alami yang ada di dalam tubuh beberapa serangga seperti lalat buah, kupu-kupu, ngengat.</p>
<p>Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel serangga karena tidak memiliki mekanisme untuk mereplikasi dirinya sendiri tanpa bantuan serangga sebagai inangnya. Selain tidak dapat bertahan hidup di lingkungan luar sel inang, wolbachia tidak dapat berpindah ke serangga lain atau manusia, dan wolbachia bukan merupakan rekayasa genetika oleh para ilmuwan.</p>
<p>”Begitu (implementasi Wolbachia) terjadi di Yogya dan kenapa kita senang karena pendekatannya ilmiah, sistematis, dan terstruktur. Bakteri wolbachia ini di nyamuk pun ada, jadi bukan sesuatu yang dibikin-bikin,” kata Menkes Budi pada Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI terkait Implementasi Wolbachia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/11/2023).</p>
<p>DI Yogyakarta berhasil menurunkan incidence rate demam berdarah di bawah standar WHO, yaitu 1,94 per 100 ribu penduduk data pada Juli 2023 dengan mengimplementasikan teknologi Wolbachia. WHO menetapkan standar untuk incidence rate atau frekuensi kesakitan sebesar 10 per 100 ribu penduduk.</p>
<p>Secara umum, frekuensi kesakitan demam berdarah tercatat 28,45 per 100 ribu penduduk dan frekuensi kematian 0,73 per 100 ribu penduduk. Kasus tersebut didominasi oleh usia 5-14 tahun.</p>
<p>“Dengue di Indonesia atau demam berdarah di Indonesia meningkat terus selama mungkin 50 tahun terakhir. Jadi selama 50 tahun terakhir itu pemerintah sudah melakukan segala macam intervensi dan program mulai dari pemberian larvasida,Pemberantasan Sarang Nyamuk, melakukan 3M, membentuk Juru Pemantau Jentik(Jumantik) dan adanya Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik sampai fogging,” ujar Menkes Budi</p>
<p>Bakteri wolbachia menghambat perkembangan virus dengue di tubuh nyamuk aedes aegypti. Artinya, kemampuan nyamuk dengan wolbachia dalam menularkan virus ke manusia akan berkurang.</p>
<p>Ketika nyamuk aedes aegypti dengan wolbachia berkembang biak di populasi nyamuk, maka kasus dengue akan menurun. Cara berkembang biak nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia antara lain:<br />
Jika nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina ber-wolbachia, telurnya akan menetas dan menghasilkan nyamuk ber-wolbachia.</p>
<p>Jika nyamuk jantan tidak ber-wolbachia kawin dengan betina ber-wolbachia, telurnya akan menetas dan menghasilkan nyamuk ber-wolbachia.</p>
<p>Jika nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan betina tidak ber-wolbachia, maka telurnya tidak akan menetas.</p>
<p>Mengenai proses penyebarannya, sebuah ember memuat 250 – 300 telur nyamuk, dengan angka penetasan ±90%. Jumlah nyamuk yang akan disebarkan sebesar 10% dari populasi nyamuk di daerah tersebut.</p>
<p>Penyebarannya dilakukan 12 kali. Artinya, ada pelepasan ± 2-3 nyamuk/meter setiap 2 minggu dan dilakukan sebanyak 12 kali.</p>
<p>Menkes Budi mengatakan, penelitian teknologi nyamuk ber-wolbachia ini sudah lama dilakukan. Dalam penelitiannya, peneliti menjalankan semua tahapan dan tidak memangkas (bypass) prosesnya.</p>
<p>Hasil studi Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED) tahun 2017-2020 menunjukkan setelah nyamuk ber-wolbachia dilepaskan, kasus dengue menurun hingga 77%.</p>
<p>“Sudah jelas sekali hasil studi AWED begitu wolbachia disebar dengue-nya turun. Jadi secara data, secara sains, secara fakta, sudah jelas. Itu sebabnya kemudian Kemenkes yakin kita terapkan ini (wolbachia),” ungkap Menkes Budi.</p>
<p>Selanjutnya, Kementerian Kesehatan melakukan implementasi awal program wolbachia di 5 kota, yakni Semarang, Bandung, Jakarta Barat, Bontang, Kupang, dan terakhir akan di fasilitasi pelaksanaan di Denpasar. Pemilihan wilayah itu berdasarkan analisis insiden dengue, kepadatan penduduk, keterwakilan wilayah, dan komitmen kepala daerah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/timur.co.id/wp-content/uploads/2023/05/Wolbachia.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspada DBD, Nyamuk Dengue Ganas di Suhu Tinggi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/06/waspada-dbd-nyamuk-dengue-ganas-di-suhu-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jun 2023 12:18:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=55764</guid>

					<description><![CDATA[Masyarakat diminta semakin waspada terhadap gigitan nyamuk dengue.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi, MPHM mengungkapkan bahwa nyamuk dengue akan semakin ganas bila berada di suhu cuaca yang tinggi. Masyarakat diminta semakin waspada terhadap gigitan nyamuk dengue.</p>
<p>Kalau dilihat jumlah kasusnya dari tahun 1968, pola terjadinya kasus-kasus yang tinggi ini pada saat adanya El Nino. Suhu udara meningkat dan ada penelitian bahwa nyamuk itu semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas.</p>
<p>“Jadi frekuensi dia menggigit itu akan meningkat 3 sampai 5 kali lipat pada saat suhunya meningkat di atas 30 derajat,” ujar dr. Imran pada konferensi pers ASEAN Dengue Day, Senin (12/6) di Jakarta.</p>
<p>Tahun ini, ia mengimbau masyarakat perlu meningkatakan kewaspadaan terhadap DBD, pasalnya El Nino bisa terjadi kapan saja. Tidak hanya itu, musim hujan pun perlu diwaspadai mengingat akan ada banyak genangan air atau tempat berkembang biak nyamuk dengue.</p>
<p>Data Kemenkes pada 27 November 2022 menunjukkan kasus DBD periode 10 tahun terakhir mulai naik setiap bulan November, puncak kasus pada Februari, dan Maret – April mulai terjadi penurunan kasus. Siklus ini terjadi selama 10 tahun terkahir.</p>
<p>“Ini hubungannya dengan siklus musim hujan, jadi kalau musim hujan itu karena ada genangan air maka kasusnya meningkat dan ini terjadi setiap tahun seperti ini,” ungkap dr. Imran.</p>
<p>Pemerintah memiliki strategi penanggulangan DBD dengan penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan. Penguatan surveilans tinggi yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsive.</p>
<p>Pemerintah juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi untuk mencegah terjadinya DBD, terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk.</p>
<p>Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan 3M plus yaitu pertama menguras dan menyikat, kedua menutup tempat penampungan air, ketiga memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas. Plusnya adalah bagaimana mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk dengue seperti menanam tumbuhan pengusir nyamuk.</p>
<p>Pemberantasan nyamuk tidak dianjurkan dengan fogging, sebab fogging hanya berdampak sesaat. Efeknya kadang-kadang malah merugikan kesehatan manusia.</p>
<p>Fogging sangat mencemari lingkungan dan akhirnya mencemari manusia. Fogging juga dapat membuat nyamuk malah menjadi resisten atau kebal.</p>
<p>“Saat sudah sudah meminimalkan penggunaan fogging, yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk yang harus dilakukan secara massal, berkesinambungan dan kalau endemis, ini harus dilakukan sepanjang tahun,” ucap dr. Imran.</p>
<p>Cara pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah melalui vaksin dengue. Hal ini menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam penanggulangan dengue di Indonesia. Saat ini ada dua jenis vaksin yang sudah mempunyai izin edar dari BPOM dan beredar di pasaran, antara lain vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga.</p>
<p>Meskipun sudah ada izin edar dari BPOM, lanjut dr. Imran, Kemenkes secara program bekerja sama dengan Direktorat Imunisasi dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk memasukkan vaksin ini ke dalam vaksin program atau imunisasi dasar lengkap.</p>
<p>Dokter Spesialis Anak RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K) mengatakan infeksi dengue disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina. Dia membutuhkan darah untuk dihisap supaya bisa bertelur.</p>
<p>“Masa inkubasi 5 hingga 10 hari, rata-rata 7 hari sejak gigitan nyamuk sampai timbul gejala. Biasanya nyamuk tersebut mengigit di saat terang mulai jam 08.00 sampai jam 10.00 pagi dan menjelang sore jam 15.00 sampai 17.00. pada jam tersebutlah nyamuk paling aktif mengigit,” tutur dr. Karyanti.</p>
<p>Gejala-gejala infeksi dengue yang sering terjadi adalah demam mendadak tinggi selama 2 sampai 7 hari, muka memerah, sakit kepala, mual kadang muntah, sakit perut, sakit tulang, kalau orang dewasa sering terjadi ngilu pada tulang sendi, nyeri otot.</p>
<p>Kemudian diare, bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah, kemudian tangan dan kaki dingin dan lembab, lemah, tidur terus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://foto.kontan.co.id/Qtoie_htjJZE65-kzPVwC09sOeg=/smart/2023/06/13/1887021008p.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DBD Ternyata Mudah Diatasi, Ini Caranya!</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/02/dbd-ternyata-mudah-diatasi-ini-caranya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2023 03:54:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=50401</guid>

					<description><![CDATA[DBD adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>DBD adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK POS</strong></a> &#8211; Apakah selama ini kamu tau bahwa penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini bisa sangat mudah untuk di atasi.</p>
<p>Demam berdarah dengue atau biasa di sebut dengan (DBD) adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian, penyakit ini di sebabkan oleh virus dengue melalui penularan gigitan nyamuk aedes aegyp.</p>
<p>Penyakit ini sangat di hindari oleh kalangan masyarakat , karna pemnyakit ini cukup membahayakan untuk tubuh bahkan bisa mengakibatkan kematian, maka dari itu kamu harus tau cara menghindari penyakit demam berdarah tersebut.</p>
<p>Yuk simak berikut adalah cara untuk mencegah penyakit DBD.</p>
<p><strong>Hindari genangan air</strong></p>
<p>Kenapa harus menghindari genangan air ? karna nyamuk aedes aegyp ini berkembang biak di dalam genangan air, apalagi genangan air itu kotor sangat memungkinkan untuk nyamuk aedes aegyp ini untuk berkembang biak.</p>
<p>Maka dari itu menghindari genangan air adalah salah satu cara untuk mencegah agar tidak terkena penyakit demam berdarah dengue, dan juga harus rajin rajin menguras kolam agar tidak menjadi sarang nyamuk.</p>
<p><strong>Memakai pakaian tertutup</strong></p>
<p>Untuk menghindari penyakit dbd yang kedua ini bisa memakai pakaian secara terturup, karnya nyamuk itu menularkan tidak mengenal orang dan tidak mengenal umur , dari umur yang tua sampai yang muda bisa terkena serangan DBD.</p>
<p>Karna nyamuk aedes aegyp ini tidak akan bisa menembus baju atau jaket yang tertutup , yang menjadi makanan untuk nyamuk aedes aegyp ini adalah masyarakat yang berpakaian terbuka jadi nyamuk bisa menggigit langsung ke kulit karna makanan nyamuk ini adalah darah.</p>
<p><strong>Obat pengusir nyamuk</strong></p>
<p>Untuk menghindari penyakit DBD ini juga bisa dengan cara membeli obat nyamuk, agar nyamuk itu tidak bisa mengigit kulit kamu, Banyak sekali macam obat nyamuk untuk saat ini.</p>
<p>Kamu bisa memilih salah satu obat nyamuk yang sering di gunakan oleh kalangan masyarakat, agar lebih di percaya bisa menghindari dari serangan nyamuk aedes aegyp.</p>
<p><strong>Melakukan Foging</strong></p>
<p>Foging ini adalah salah satu obat nyamuk yang sangat ampuh untuk membunuh nyamuk aedes aegyp , jika di sekitar rumah kamu ada yang terkena lebih dari 3 orang atau lebih kamu bisa melapor ke kalangan masyarakat untuk bisa melakukan foging di sekitar wilayah kamu.</p>
<p>Untuk menghindari serangan nyamuk aedes egyp semakin meluas di wulayah yang kamu tinggalkan , karna penyakit ini berbahaya yang bisa menyebabkan kematian.</p>
<p><em>Asril Gunawan</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.pekanbaru.go.id/berkas_file/news/20092022/15997-news-kasus-dbd-di-pekanba.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Tips Mencegah Penyebaran DBD</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2019/03/4-tips-mencegah-penyebaran-dbd/</link>
					<comments>https://www.depokpos.com/2019/03/4-tips-mencegah-penyebaran-dbd/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2019 04:31:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=21847</guid>

					<description><![CDATA[Demam berdarah dengue yang biasa dikenal dikalangan masyarakat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Demam berdarah dengue yang biasa dikenal dikalangan masyarakat merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kematian, demam berdarah dengue disebabkan oleh gigitan nyamuk yang membawa virus dengue, nyamuk tersebut bermama aedes aegypyti.</p>
<p>Seseorang yang terkena gigiran nyamuk ini biasanya ditandai dengan adanya demam yg begitu tinggi, badan lemas dan panas yg naik turun, himbauan bagi masyarakat jika memiliki keluarga atau sahabat yang memiliki ciri-ciri demikian agar segera membawanya ke rumah sakit terdekat.</p>
<p>Terdapat beberapa cara untuk mencegah agar tidak terkena demam berdarah dengue, antara lain.</p>
<p>1. Perhatikan genangan air di sekeliling rumah</p>
<p>Air merupakan sarang favorite untuk nyamuk berkembang biak, nyamuk akan berkembang biak jika ada genangan air yang sudah lama tidak digunakan, nyamuk menyimpan telurnya selama 8-10 hari untuk menetaskan telur-telurnya, untuk itu kita harus mengontrol air yang ada di sekeliling rumah kita terutama bak mandi, saluran air dan genangan yang lain, agar tidak ada genangan yg memungkinkan menjadi tempat perkembang biakan nyamuk.</p>
<p>2. Hindari tidur siang-sore hari</p>
<p>Nyamuk aedes aegypti biasanya menggigit mangsanya pada waktu siang sampai sore menjelang malam, jika ingin tidur usahakan untuk membersihkan lingkungan sekitar kamar agar bersih dan gunakan pengharum ruangan yg tidak disukai nyamuk.</p>
<p>3. Jangan menumpuk pakaian</p>
<p>Pakaian yang menumpuk merupakan tempat hinggap bagi nyamuk, pakaian biasanya dijadikan tempat nyamuk untuk hinggap jika tidak ada mangsa yang bisa digigit sementara, dan keluar lagi jika ada mangsa, untuk itu aturlah pakaian dengan rapih dan menyimpannya di dalam lemari pakaian. Jika ada pakaian yg sudah dipakai agar segera di cuci dan tidak dibiarkan menumpuk.</p>
<p>4. Memakai obat nyamuk alami</p>
<p>Banyak obat yang dijual diwarung-warung sekitar rumah kita yang bisa dibeli, namun tak sepenuhnya menggunakan bahan alami. Ada beberapa tanaman alami yang bisa dimanfaatkan dan lebih efektif untuk mengusir nyamuk baik berupa tanaman yg bisa ditanam disekitar rumah kita atau dibuat ramuan yg bisa diolah sesuai petunjuk tertentu, antara lain tanaman tersebut adalah serai wangi, lemon baim, lavender, catuip bawamg putih dan grahim. (Arif Rahman Hakim)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.depokpos.com/2019/03/4-tips-mencegah-penyebaran-dbd/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
