<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CV &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/cv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 01:12:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>CV &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belum Pernah Kerja, Terus Isi CV Apa?</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/10/belum-pernah-kerja-terus-isi-cv-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 01:12:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[Lamaran Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=104435</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Sayyidah Zainab Al Ghazali, Mahasiswa Universitas Tazkia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Buka template CV. Nama sudah, pendidikan sudah, skill sudah. Tinggal satu bagian yang bikin mikir cukup lama: experience.</p>
<p>Mau ditulis apa?</p>
<p>Belum pernah kerja, magang juga belum. Pengalaman organisasi mungkin ada, tapi rasanya “cuma” jadi anggota. Akhirnya bagian pengalaman dibiarkan kosong karena merasa memang belum punya sesuatu yang bisa ditulis. Padahal, bisa jadi masalahnya bukan karena tidak punya pengalaman. Kita saja yang terlalu sempit mengartikan kata “pengalaman”.</p>
<p><b>Pengalaman Harus Selalu Berupa Pekerjaan?</b><b> </b></p>
<p>Banyak mahasiswa menganggap pengalaman berarti pernah bekerja di perusahaan, magang, atau memegang jabatan tertentu. Padahal, selama kuliah ada banyak kegiatan yang bisa menunjukkan kemampuan.</p>
<p>Misalnya pernah menjadi panitia acara kampus. Daripada hanya menulis “Panitia Seminar X”, sebenarnya yang lebih penting adalah menjelaskan apa yang dikerjakan. Bisa saja pernah mengatur peserta, membantu kebutuhan acara, atau berkoordinasi dengan anggota lain.</p>
<p>Tugas kuliah juga bisa melatih kemampuan tertentu. Mengerjakan proyek kelompok misalnya, membutuhkan pembagian tugas, mencari informasi, mengolah data, membuat presentasi, dan bekerja sama. Bukan berarti semua kegiatan harus dimasukkan ke CV. Yang penting adalah mulai melihat: “Selama ini gue pernah mengerjakan apa?”</p>
<p><b>Dari CV, Masuk ke Personal Branding</b><b> </b><b> </b></p>
<p>Dari sini, personal branding mulai punya hubungan dengan CV.</p>
<p>Personal branding bukan berarti harus terlihat keren di media sosial atau membuat diri seolah-olah sudah profesional. Dalam konteks mencari kerja, personal branding lebih sederhana: bagaimana kita menunjukkan siapa diri kita, apa yang bisa kita lakukan, dan pengalaman apa yang mendukungnya.</p>
<p>Penelitian Trang, McKenna, Cai, dan Morrison pada 2024 menemukan bahwa mahasiswa Gen Z melihat personal branding di media sosial sebagai salah satu cara untuk mendapatkan keunggulan ketika mencari pekerjaan. Namun, penelitian tersebut juga menemukan adanya jarak antara diri yang ingin ditampilkan dengan diri yang sebenarnya dirasakan.</p>
<p>Artinya, membangun personal branding tetap perlu jujur. Tidak perlu membuat pengalaman yang sebenarnya tidak ada hanya supaya CV terlihat penuh.</p>
<p><b>Jangan Sampai Sibuk Terlihat Punya Pengalaman</b><b> </b></p>
<p>Melihat orang lain di media sosial kadang membuat CV sendiri terasa semakin kosong. Ada yang sudah magang, aktif organisasi, punya banyak sertifikat, atau sudah membangun LinkedIn sejak awal kuliah. Tapi personal branding bukan perlombaan siapa yang terlihat paling sibuk.</p>
<p>Mengikuti kegiatan hanya demi menambah isi CV juga belum tentu membuat personal branding menjadi kuat. Yang lebih penting dalah apa yang benar-benar dikerjakan dan dipelajari dari kegiatan tersebut.</p>
<p>Kalau pernah menjadi panitia, jelaskan tugasnya. Kalau pernah mengerjakan proyek, tunjukkan kontribusinya. Dari situ, orang lain bisa melihat kemampuan kita tanpa harus dibuat-buat.</p>
<p><b>Mungkin CV-mu Tidak Kosong</b><b> </b></p>
<p>Kekhawatiran soal pengalaman bukan hal sepele. Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi pada 2025 mencapai 5,39 persen. Pada Agustus 2025, sekitar 904 ribu pengangguran merupakan lulusan universitas.</p>
<p>Data tersebut bukan berarti mahasiswa harus mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya sejak sekarang. Justru, mahasiswa perlu mulai mengenali pengalaman yang sudah dimiliki dan kemampuan yang muncul dari sana.</p>
<p>Jadi, kalau nanti membuka CV dan bagian “Experience” masih terasa kosong, jangan langsung menyimpulkan bahwa diri sendiri tidak punya pengalaman. Mungkin pengalamannya memang belum banyak. Tapi bukan berarti tidak ada. Mungkin kita hanya belum melihatnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ecentral.my/wp-content/uploads/2019/05/contoh-cv-curriculum-vitae.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Bikin CV Fresh Graduate </title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/08/tips-bikin-cv-fresh-graduate/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 03:15:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bikin CV]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[Fresh Graduate]]></category>
		<category><![CDATA[Membuat CV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=102485</guid>

					<description><![CDATA[Dengan strategi yang tepat, CV tetap bisa mencerminkan potensi, kemampuan serta kesiapan dalam memasuki dunia profesional]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Bikin CV kerap menjadi tantangan pertama yang dihadapi oleh para fresh graduate ketika mulai mencari pekerjaan. Tak memiliki pengalaman kerja, banyak orang mengalami kesulitan dalam menyusun CV yang menarik. Dengan strategi yang tepat, CV tetap bisa mencerminkan potensi, kemampuan serta kesiapan dalam memasuki dunia profesional.</p>
<h3>Mengapa CV Penting untuk Fresh Graduate?</h3>
<p>CV adalah dokumen pertama yang dilihat oleh perekrut sebelum memutuskan apakah seorang kandidat layak ke tahap seleksi selanjutnya. Dalam waktu singkat, perekrut nantinya menilai apakah informasi yang dicantumkan relevan dengan posisi yang dilamar.</p>
<p>Untuk fresh graduate, CV tak hanya daftar riwayat pendidikan. Dokumen ini menjadi media untuk menunjukkan kemampuan, pencapaian sampai karakter yang dimiliki. Oleh sebab itu, penyusunan CV perlu dilakukan dengan cermat agar sejak awal memberikan kesan profesional.</p>
<h4>Menggunakan Format Rapi dan Mudah Dibaca</h4>
<p>Tampilan CV mempunyai pengaruh besar pada kenyamanan perekrut saat membacanya. Pilih desain sederhana dengan susunan informasi jelas. Hindari menggunakan terlalu banyak warna atau elemen grafis yang justru mengganggu fokus.</p>
<p>Gunakan huruf dengan ukuran yang nyaman dibaca dan beri jarak antarbagian supaya informasi terlihat lebih terstruktur. Format rapi nantinya membuat isi CV lebih mudah dibaca dan dipahami dalam waktu singkat.</p>
<h4>Menulis Profil Singkat yang Relevan</h4>
<p>Bagian profil atau ringkasan diri sebaiknya berisi gambaran singkat tentang kompetensi, minat dan tujuan karier. Cukup tuliskan dua hingga tiga kalimat untuk menunjukkan nilai tambah yang dimiliki.</p>
<p>Hindari kalimat terlalu umum seperti “pekerja keras” tanpa ada konteks. Sebaliknya, jelaskan kompetensi yang benar-benar sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju.</p>
<h5>Menonjolkan Pengalaman yang Pernah Dimiliki</h5>
<p>Walaupun belum mempunyai pengalaman kerja full time, fresh graduate tetap bisa menonjolkan pengalaman lainnya yang relevan. Contoh magang, kepanitiaan, organisasi kampus, proyek kuliah ataupun aktivitas volunteer.</p>
<p>Saat <a href="https://www.bikincv.com/"><u>bikin CV</u></a>, jelaskan kontribusi yang diberikan selama mengikuti aktivitas tersebut. Cantumkan pencapaian yang bisa diukur, misalnya jumlah target yang berhasil dicapai, jumlah peserta yang dikelola ataupun hasil proyek yang diselesaikan dengan tim.</p>
<h5>Mencantumkan Keahlian yang Mendukung</h5>
<p>Bagian keahlian adalah salah satu poin penting dalam CV. Pisahkan antara hard skill dan soft skill agar lebih mudah dipahami. Pastikan semua kemampuan yang dicantumkan memang benar-benar dikuasai sehingga bisa dipertanggungjawabkan saat proses interview.</p>
<p>Hard skill bisa berupa kemampuan analisis data, penguasaan aplikasi, desain grafis, bahasa asing ataupun kemampuan teknis lainnya. Sedangkan soft skill bisa berupa kerja sama tim, komunikasi, manajemen waktu sampai kemampuan berpikir kritis.</p>
<h6>Menyesuaikan CV dengan Posisi yang Dilamar</h6>
<p>Hindari penggunaan satu CV untuk semua lowongan pekerjaan. Baca deskripsi pekerjaan terlebih dahulu lalu sesuaikan isi CV dengan kebutuhan perusahaan.</p>
<p>Contoh, saat melamar posisi digital marketing maka tonjolkan pengalaman membuat konten, mengelola media sosial atau menganalisis performa campaign. Hal ini membantu perekrut melihat bahwa kemampuan yang dimiliki sesuai kebutuhan perusahaan.</p>
<p><strong>Periksa Kembali Sebelum Mengirim</strong></p>
<p>Informasi yang tidak konsisten, kesalahan penulisan ataupun format yang berantakan bisa mengurangi kesan profesional. Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk memeriksa kembali semua isi CV sebelum dikirim.</p>
<p>Pastikan nama file juga tampak profesional, contoh dengan format CV_NamaLengkap. Hal sederhana ini menunjukkan bahwa pelamar mempunyai perhatian terhadap detail.</p>
<p>Mempersiapkan CV memang memerlukan waktu, namun hasilnya akan sebanding dengan peluang yang didapatkan. Dengan memahami cara bikin CV yang tepat, fresh graduate bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya walaupun belum mempunyai banyak pengalaman kerja.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset.kompas.com/crops/HrHNd8guubX3p1s1QudE8RKs3ZU=/8x4:672x447/1200x800/data/photo/2022/02/06/61ffcc78b83fc.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
