<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Campak &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/campak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Nov 2024 11:17:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>Perhatikan Ini Sebelum Imunisasi Campak pada Anak</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/11/perhatikan-ini-sebelum-imunisasi-campak-pada-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 11:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=78944</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Kasus campak pada anak di Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOKPOS</strong> &#8211; Kasus campak pada anak di Indonesia sedang mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyoroti lonjakan kasus ini. Sejak 2022, tercatat kasus penyakit campak yang dilaporkan di Indonesia jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya. WHO mencatat, dari 1 Januari 2023 hingga 3 April 2023, total 2.161 terduga campak yang dilaporkan.</p>
<p>Tentu saja hal ini juga menjadi perhatian serius bagi para orang tua yang merasa khawatir tentang kesehatan buah hati mereka. Karena campak pada anak merupakan penyakit infeksius yang bisa mengancam nyawa, apalagi bagi mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Karena itu, imunisasi sangat penting untuk dilakukan guna mencegah penularan campak pada anak.</p>
<p>Namun berdasarkan laporan dari WHO, di antara kasus yang dikonfirmasi pada tahun 2023, 75% anak belum menerima dosis apapun, sementara 11% menerima satu dosis, 10% menerima kedua dosis, dan 3% riwayat vaksinasi tidak diketahui. Salah satu penyebab rendahnya cakupan imunisasi ini adalah keragu-raguan masyarakat terhadap penggunaan vaksin.</p>
<p>Padahal, pencegahan adalah kunci utama dalam menangani campak pada anak. Pemerintah Indonesia pun saat ini menerapkan program imunisasi ganda yang ditujukan kepada anak-anak. Oleh karena itu, demi menjauhkan buah hati dari risiko terjangkit, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum melakukan imunisasi campak pada anak.</p>
<p>Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandung Barat melalui situsnya <a href="http://idibandungbarat.org">idibandungbarat.or</a>g yang beralamat di <a href="https://idibandungbarat.org">https://idibandungbarat.org</a> banyak memberikan informasi kesehatan yang penting untuk keluarga seperti di bawah ini.</p>
<h3>Kapan Imunisasi Campak Pada Anak Diberikan?</h3>
<p>Berdasarkan jadwal imunisasi yang dikeluarkan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), vaksin campak pada anak diberikan sebanyak 3 kali. Ada 2 jenis vaksin campak, yaitu MR (measles, rubella) dan MMR (measles, mumps, dan rubella). Imunisasi pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan (MR) lalu booster diberikan saat anak berusia 18 bulan (MR/MMR) dan 5-7 tahun (MR/MMR).</p>
<h3>Apa Perbedaan Vaksin MR dan MMR?</h3>
<p>Perbedaan utama antara vaksin MR (measles, rubella) dan MMR (measles, mumps, dan rubella) adalah pada cakupannya. Vaksin MR hanya mengandung satu jenis virus campak dan satu jenis rubella, sementara vaksin MMR mengandung virus campak, gondong, dan rubella.</p>
<h3>Efek Samping Imunisasi Campak</h3>
<p>Efek samping dari imunisasi campak pada anak biasanya jarang terjadi. Namun, tetap ada kemungkinan muncul efek samping setelah pemberian vaksin. Ada beberapa gejala yang dapat muncul, antara lain:</p>
<ul>
<li>Ruam kulit yang muncul di beberapa daerah tubuh yang berlangsung selama beberapa hari</li>
<li>Pembengkakan kelenjar getah bening</li>
<li>Sakit mata, terutama jika sudah memiliki kelainan mata sebelumnya</li>
<li>Reaksi alergi, meski jarang terjadi dan biasanya bersifat ringan</li>
<li>Bengkak atau nyeri pada lengan tempat suntikan dilakukan</li>
<li>Pusing atau lelah</li>
<li>Sesak napas atau suara serak</li>
<li>Kejang, walaupun kejadian seperti ini sangat jarang terjadi</li>
</ul>
<p>Penting untuk diingat bahwa imunisasi tetap merupakan cara efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit. Terutama jika terjadi wabah penyakit campak di suatu wilayah atau lingkungan.</p>
<p>Pasalnya, kita tidak tahu kapan penyakit akan menyerang kamu dan keluarga, maka dari itu penting juga membekali proteksi dini berupa asuransi kesehatan untuk keluarga.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
