<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir Bandang &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/banjir-bandang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 May 2024 10:18:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1792449405/cropped-depokpos-2/cropped-depokpos-2.jpg?_i=AA</url>
	<title>Banjir Bandang &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banjir Bandang Sumbar: 44 Meninggal, 15 Hilang</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2024/05/banjir-bandang-sumbar-44-meninggal-15-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 10:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68682</guid>

					<description><![CDATA[19 orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Tanah Datar, 19 orang di Kabupaten Agam, dua orang di Kota Padang Panjang, satu orang di Kota Padang dan tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi 44 orang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumbar Fajar Sukma mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data hingga Senin (13/5) pukul 14.15 WIB.</p>
<p>&#8220;Total meninggal dunia 44 orang,&#8221; kata Fajar Dilansir CNN Indonesia, Senin.</p>
<p>Rinciannya, 19 orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Tanah Datar, 19 orang di Kabupaten Agam, dua orang di Kota Padang Panjang, satu orang di Kota Padang dan tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Selain itu, BPBD Provinsi Sumbar juga mencatat ada sebanyak 15 orang yang masih dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian.</p>
<p>&#8220;Korban hilang total 15 orang,&#8221; ucap Fajar.</p>
<p>Fajar menerangkan sebanyak 12 orang dilaporkan hilang di Kabupaten Tanah Datar dan tiga orang lainnya di Kabupaten Agam.</p>
<p>Sejumlah daerah terdampak banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat, diantaranya di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Pariaman. Tiga daerah yakni Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari hingga 25 Mei 2024.</p>
<p>Sementara itu Kantor SAR Padang menyampaikan proses evakuasi hari ini berhasul menemukan enam korban tewas. Total korban yang berhasil ditemukan menjadi 43 orang.</p>
<p>&#8220;Kami sampaikan update data operasi SAR per hari Senin siang, pukul 13.00 WIB, tim gabungan menemukan enam korban, sehingga total korban yang sudah kita temukan berjumlah 43 orang,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, dalam keterangan video yang diterima CNNIndonesia.com.</p>
<p>Menurut Malik, lima dari enam korban itu ditemukan di wilayah Kabupaten Tanah Datar, sementara satu korban di wilayah Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Dari keenam korban yang ditemukan tersebut, baru dua jenazah yang berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Nofrizal dan Firdaus yang masing-masing berasal dari Rambatan dan Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>&#8220;Empat korban yang belum teridentifikasi, kami serahkan ke pihak rumah sakit. Satu korban ke Rumah Sakit Bhayangkara (Padang) dan 3 korban lainnya ke RSUD Batusangkar,&#8221; katanya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang di Aceh Selatan, Warga Mengungsi ke Dua Lokasi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/11/banjir-bandang-di-aceh-selatan-warga-mengungsi-ke-dua-lokasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 05:51:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=60885</guid>

					<description><![CDATA[DEPOKPOS &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan menyatakan sebanyak 256 warga mengungsi akibat banjir bandang melanda kawasan Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah.</p>
<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan Zainal di Aceh Selatan, Rabu, mengatakan banjir yang terjadi sejak Senin (20/11) malam juga menyebabkan puluhan rumah dan fasilitas publik rusak berat.</p>
<p>&#8220;Jumlah warga yang mengungsi akibat banjir bandang, Ladang Rimba, mencapai 256 orang. Mereka dari dua desa yakni Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu. Mereka mengungsi di Kompi Brimob, rumah tetangga, serta tempat-tempat yang tidak terendam banjir,&#8221; kata Zainal menyebutkan.</p>
<p>Adapun pengungsi di Kompi Brimob Ie Jeureneh sebanyak 140 orang, terdiri 41 laki-laki, 41 perempuan, 46 anak, sembilan lanjut usia dari 39 kepala keluarga.</p>
<p>Pengungsi di Shelter Lhok Raya sebanyak enam orang, terdiri dua laki-laki dan empat perempuan dari dua keluarga. Serta warga mengungsi di rumah tetangga sebanyak 110 orang dari 30 keluarga.</p>
<p>Ia mengatakan banjir bandang tersebut membawa material kayu besar yang menyebabkan rumah penduduk dan fasilitas umum rusak berat. Selain itu, tanah berlumpur juga menutupi badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas.</p>
<p>&#8220;Sejumlah kendaraan bermotor roda dua dan empat terseret banjir bandang. Air masih menggenangi permukiman penduduk dan jalan antardesa. Petugas gabungan sedang mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Petugas terus memantau perkembangan terkini di lokasi bencana,&#8221; katanya.</p>
<p>Zainal mengatakan sampai saat ini jalan negara Aceh-Sumatera Utara di kawasan Ladang Rimba tidak dapat dilalui, baik roda dua maupun empat, karena badan jalan tertutup material banjir seperti batang kayu dan lumpur.</p>
<p>&#8220;BPBD sudah mendirikan tenda pengungsian di Kompi Brimob di Ie Jeureneh, Kecamatan Trumon. Tim BPDB juga sudah menyalurkan logistik untuk kebutuhan warga yang mengungsi,&#8221; kata Zainal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang di Libya, 2.000 Tewas dan Ribuan Hilang</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2023/09/banjir-bandang-di-libya-2-000-tewas-dan-ribuan-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 01:49:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Libya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=58107</guid>

					<description><![CDATA[Setelah menghantam Yunani pekan lalu, Badai Daniel menyapu Mediterania pada Minggu, membanjiri jalan-jalan dan menghancurkan berbagai bangunan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em><strong>Setelah menghantam Yunani pekan lalu, Badai Daniel menyapu Mediterania pada Minggu, membanjiri jalan-jalan dan menghancurkan berbagai bangunan</strong></em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>LIBYA</strong></a> &#8211; Pihak berwenang di Libya timur mengungkapkan paling sedikit 2.000 orang tewas dan ribuan lainnya hilang setelah banjir bandang menghantam kota Derna menyusul badai besar dan hujan.</p>
<p>Ahmed Mismari, juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA) yang menguasai Libya timur, berkata dalam jumpa pers yang disiarkan televisi bahwa malapetaka itu terjadi setelah bendungan di atas Derna ambrol, sampai kemudian &#8220;menghanyutkan seluruh lingkungan beserta penduduknya ke laut&#8221;.</p>
<p>Mismari menyebutkan jumlah orang hilang mencapai 5.000-6.000 orang.</p>
<p>Sebelumnya pada Senin, kepala kelompok bantuan Bulan Sabit Merah di wilayah tersebut mengatakan jumlah korban tewas di Derna mencapai 150 orang dan diperkirakan bakal mencapai 250 orang. Reuters belum bisa memverifikasi angka tersebut.</p>
<p>Libya secara politik terbagi antara timur dan barat. Layanan publik di negara itu hancur sejak pecah pemberontakan dukungan NATO pada 2011 yang memicu konflik bertahun-tahun.</p>
<p>Pemerintahan yang diakui secara internasional di Tripoli tidak menguasai wilayah timur negara ini.</p>
<p>Di Tripoli, Dewan Kepresidenan yang beranggotakan tiga orang dan berfungsi sebagai kepala negara di negara yang terpecah belah itu meminta bantuan komunitas internasional.</p>
<p>&#8220;Kami menyeru negara-negara persaudaraan dan sahabat serta organisasi internasional untuk memberikan bantuan,&#8221; kata presidium itu.</p>
<p>Osama Hamad, kepala pemerintahan wilayah timur, mengatakan kepada televisi lokal bahwa lebih dari 2.000 orang tewas dan ribuan lainnya hilang.</p>
<p>Setelah menghantam Yunani pekan lalu, Badai Daniel menyapu Mediterania pada Minggu, membanjiri jalan-jalan dan menghancurkan berbagai bangunan di Derna, serta menghantam permukiman lain di sepanjang pantai, termasuk kota Benghazi yang merupakan kota terbesar kedua di Libya.</p>
<p>Video Derna menunjukkan arus deras yang mengalir melalui pusat kota di mana sebelumnya terdapat saluran air yang jauh lebih sempit. Bangunan-bangunan yang hancur berdiri di kedua sisi jalan.</p>
<p>Televisi Almostkbal di Libya Timur menyiarkan cuplikan yang menunjukkan orang-orang telantar di atap kendaraan mereka sembari meminta tolong dan banjir pun menghanyutkan mobil-mobil itu.</p>
<p>&#8220;Jumlah korban hilang mencapai ribuan, dan korban tewas melebihi 2.000 orang,&#8221; kata Osama Hamad kepada al-Masar TV. &#8220;Seluruh kampung di Derna lenyap, bersama dengan penduduknya… dihanyutkan air.&#8221;</p>
<p>Mismari mengungkapkan, tujuh anggota LNA tewas akibat banjir tersebut.</p>
<p><strong>Dikepung air</strong></p>
<p>Warga Derna, Saleh al-Obaidi, mengisahkan keberhasilan dia menyelamatkan diri bersama keluarganya, meskipun rumah-rumah di lembah dekat kota itu ambruk.</p>
<p>&#8220;Orang-orang tengah tertidur dan terbangun dan mendapati rumahnya sudah dikepung air,&#8221; kata dia kepada Reuters.</p>
<p>Ahmed Mohamed, warga lainnya, mengisahkan: &#8220;Kami tertidur, dan begitu bangun, kami mendapati air sudah mengepung rumah. Kami berada di dalam dan berusaha keluar.&#8221;</p>
<p>Saksi mata menyebutkan ketinggian air telah mencapai tiga meter.</p>
<p>Di sebelah barat Derna, foto dan video menunjukkan jalan yang runtuh antara kota pelabuhan Sousse dan Shahat yang menjadi tempat situs arkeologi Cyrene yang dibangun Yunani dan terdaftar dalam UNESCO.</p>
<p>Parlemen Libya yang berbasis di wilayah timur mengumumkan tiga hari berkabung. Abdulhamid al-Dbeibah, perdana menteri pemerintahan sementara di Tripoli, juga mengumumkan tiga hari berkabung di semua kota yang terdampak, dan menyebut kota-kota tersebut sebagai &#8220;daerah bencana&#8221;.</p>
<p>Empat pelabuhan minyak utama di Libya, yakni Ras Lanuf, Zueitina, Brega dan Es Sidra, ditutup sejak Sabtu malam selama tiga hari, kata dua insinyur perminyakan kepada Reuters.</p>
<p>Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, kata sejumlah saksi mata. Pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat ekstrem sehingga menutup sekolah dan toko serta memberlakukan jam malam.</p>
<p>Di Tripoli, pemerintah sementara memerintahkan semua lembaga negara &#8220;segera menangani&#8221; kerusakan dan banjir di kota-kota di wilayah timur, namun pemerintah tidak mempunyai pengaruh di wilayah timur.</p>
<p>Tetapi, pemerintahan Dbeibah bekerja sama dengan Bank Sentral Libya, yang menyalurkan dana ke departemen pemerintah di seluruh negeri.</p>
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya mengatakan pihaknya terus memantau badai tersebut dan akan &#8220;memberikan bantuan darurat untuk mendukung upaya respons pada tingkat lokal dan nasional&#8221;.</p>
<p>Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani memerintahkan pemerintahnya mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak di Libya timur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
