<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bamk DBS &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/bamk-dbs/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Oct 2025 11:24:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>
	<item>
		<title>DBS Foundation dan Dicoding Siap Cetak 70.000 Talenta Digital Muda melalui Program Coding Camp</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/10/dbs-foundation-dan-dicoding-siap-cetak-70-000-talenta-digital-muda-melalui-program-coding-camp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 11:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bamk DBS]]></category>
		<category><![CDATA[DBS Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=93004</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki tahun keempat, Coding Camp powered by DBS Foundation gandeng 10 universitas untuk menjangkau lebih banyak talenta muda dan memperluas dampak positifnya]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation bersama Dicoding Indonesia kembali meluncurkan Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation. Program ini memiliki visi untuk melahirkan lulusan andal yang mampu berkarier di perusahaan teknologi dan startup melalui pelatihan terstruktur dan berkualitas tinggi. Tahun ini, Coding Camp powered by DBS Foundation menargetkan 70.000 peserta dari seluruh Indonesia dengan tiga pilihan kelas: Artificial Intelligence (AI), Data Science, dan Full Stack Web Development.</p>
<p>Inisiatif ini hadir di tengah tingginya permintaan akan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi serta pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional yang telah melampaui US$90 miliar pada 2024 dan diperkirakan mencapai US$600 miliar pada 2030. Laporan World Economic Forum 2025 memproyeksikan bahwa keterampilan di bidang AI dan analisis data akan menjadi kompetensi paling dibutuhkan di masa depan. Lebih lanjut, data Peta Jalan Talenta Informatika Indonesia 2025 menunjukkan Indonesia masih membutuhkan setidaknya 23 juta tenaga kerja digital untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Hal ini menegaskan pentingnya percepatan peningkatan literasi dan kapasitas digital di Indonesia.</p>
<p>“Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan digital siswa SMK, juga sesuai dengan kebutuhan pembelajaran AI dan coding yang menjadi prioritas pada saat ini. Kami berharap akan semakin banyak murid SMK yang mendapat kelas intensif di Coding Camp powered by DBS Foundation ke depan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, Tatang Muttaqin.</p>
<p>“Kami percaya bahwa inklusi digital merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas peluang ekonomi bagi semua kalangan. Melalui Coding Camp powered by DBS Foundation, kami ingin membuka akses pembelajaran digital yang lebih merata agar semakin banyak generasi muda yang dapat segera diserap industri dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan pilar keberlanjutan kami, Impact Beyond Banking, dalam mewujudkan visi ‘Best Bank for A Better World’,” ucap Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.</p>
<p>Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation kini membuka pendaftaran program mulai 21 Oktober 2025 hingga 15 Januari 2026 untuk mahasiswa pendidikan tinggi, pelajar vokasi, perempuan, dan penyandang disabilitas. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelatihan digital dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dunia kerja di era transformasi digital.</p>
<p>Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, program ini akan menghadirkan kurikulum yang diperbarui mengikuti perkembangan industri. Melalui pendekatan project-based learning, peserta akan menjalani pelatihan teknologi terstruktur selama 900 jam atau setara dengan satu semester. Selain memperkuat tech skills di bidang AI Engineer, Data Scientist, dan Full-Stack Web Developer, peserta juga akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris dan literasi keuangan untuk memperkuat kesiapan mereka bersaing di dunia kerja.</p>
<p>“Coding Camp powered by DBS Foundation menargetkan untuk mencetak talenta digital yang dapat berpikir kreatif, kolaboratif, dan menjadi problem-solver agar relevan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, dalam program ini, peserta ditantang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial masyarakat melalui proyek akhir. Lebih dari 400 karya digital telah lahir dari program ini,” tutur CEO Dicoding Narenda Wicaksono.</p>
<p>Tahun ini, Coding Camp powered by DBS Foundation memperluas jangkauannya dengan berkolaborasi dengan 10 universitas terkemuka di Indonesia:</p>
<p>Universitas Gadjah Mada</p>
<p>Institut Pertanian Bogor</p>
<p>Institut Teknologi Sepuluh Nopember</p>
<p>Universitas Tarumanegara</p>
<p>Universitas Negeri Surabaya</p>
<p>Universitas Dipa Makassar</p>
<p>Universitas Bina Nusantara</p>
<p>Institut Teknologi Del</p>
<p>Universitas Gunadarma</p>
<p>Universitas Bhayangkara Jakarta Raya</p>
<p>Sebagai mitra, universitas-universitas ini akan berperan sebagai penghubung bagi mahasiswa untuk mendaftarkan diri dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation melalui sosialisasi dan penyebaran informasi pendaftaran kepada mahasiswa. Meski demikian, program ini tetap terbuka bagi seluruh mahasiswa pendidikan tinggi dan pelajar vokasi di Indonesia tanpa terbatas pada afiliasi kampus tertentu, sehingga semakin banyak generasi muda dapat mengasah keterampilannya.</p>
<p>Sejak diluncurkan pada tahun 2023, Coding Camp powered by DBS Foundation telah menunjukkan capaian signifikan dalam upaya pengembangan talenta digital di Indonesia. Hingga tahun 2025, program ini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 177.000 peserta, yang mencakup 45.609 perempuan, 28.112 masyarakat marginal, 1.178 penyandang disabilitas, dan 7.526 tenaga pendidik.  Pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen jangka panjang DBS Foundation untuk fokus mendorong inklusi (fostering inclusion) dan menyediakan kebutuhan dasar (providing essential needs), yang didukung oleh komitmen DBS Bank Ltd (Bank DBS) untuk memberikan pendanaan hingga SGD 1 miliar selama 10 tahun ke depan di Asia untuk mendukung berbagai program yang menjawab tantangan nyata di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi Modal, AI, &#038; ESG Jadi Prioritas Utama Bisnis di Indonesia selama Lima Tahun ke Depan</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/07/optimalisasi-modal-ai-esg-jadi-prioritas-utama-bisnis-di-indonesia-selama-lima-tahun-ke-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 01:48:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Bamk DBS]]></category>
		<category><![CDATA[DBS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=89922</guid>

					<description><![CDATA[Temuan laporan ‘New Realities, New Possibilities’ oleh Bank...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h4><em>Temuan laporan ‘New Realities, New Possibilities’ oleh Bank DBS tunjukkan pergeseran strategi di tengah dinamika lanskap bisnis global</em></h4>
</blockquote>
<p><b><a href="https://www.depokpos.com/">DEPOKPOS</a> </b>– Sebagai mitra terpercaya dalam mendukung pertumbuhan bisnis nasabah, DBS Bank Ltd (Bank DBS) kembali mempertegas komitmennya melalui laporan survei terbaru bertajuk “New Realities, New Possibilities”. Dalam riset ini, Bank DBS mengumpulkan insights lebih dari 800 pemimpin keuangan, khususnya Chief Financial Officer (CFO) dan Corporate Treasurers, di tujuh sektor dan 14 pasar1 untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai dampak tren ekonomi makro terkini terhadap strategi yang perlu mereka terapkan untuk mempertahankan keadaan finansial di tengah kompleksitas pasar.</p>
<p>Sebagai dasar, riset tersebut mencatat tiga tren makroekonomi yang dianggap menjadi tantangan akan stabilitas dan pertumbuhan: ketegangan geopolitik (58 persen), volatilitas akibat inflasi dan ketidakstabilan suku bunga (57 persen), dan gangguan rantai pasokan (55 persen). Sebaliknya, kehadiran teknologi baru, seperti Generative AI dan Blockchain (83 persen), serta meningkatnya fokus pada keberlanjutan (76 persen), dianggap sebagai tren yang memiliki potensi dampak positif, mampu mendorong inovasi, dan meningkatkan efisiensi operasional.</p>
<p>Untuk lebih memahami bagaimana tren makroekonomi mempengaruhi peran dan prioritas para pemimpin keuangan, Bank DBS melakukan survei ini dalam periode berbeda, sebelum dan sesudah pengumuman tarif AS pada April tahun ini. Berdasarkan tujuh prioritas yang diteliti, pemanfaatan financial intelligence berbasis data tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam memperkuat ketahanan keuangan mereka. Hasil survei dari kedua periode konsisten menunjukkan bahwa penggunaan AI untuk analisis dan visualisasi data menjadi penting untuk meningkatkan fungsi perbendaharaan perusahaan.</p>
<p>Lonjakan signifikan berada pada manajemen likuiditas dan valuta asing (FX). Berdasarkan hasil survei kedua, aspek ini meningkat lima posisi dari ketujuh menjadi kedua. Manajemen likuiditas dan valuta asing dipandang semakin krusial dalam merencanakan penguatan stabilitas keuangan di tengah biaya awal yang lebih tinggi dan potensi penimbunan inventaris akibat meningkatnya volatilitas pasar.</p>
<h3>Optimalisasi Modal Jadi Prioritas Pemimpin Indonesia, dengan AI dan Otomatisasi Jadi Solusi</h3>
<p>Di Indonesia, studi ini menjelaskan bahwa ada pergeseran prioritas dalam menghadapi lanskap bisnis global yang terus berkembang. Para pemimpin keuangan di Indonesia menyadari bahwa volatilitas ekonomi dunia memberikan tekanan baru bagi industri dalam negeri. Meski demikian, situasi ini juga membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk tampil sebagai alternatif pusat manufaktur yang kompetitif, didukung oleh ekspansi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang semakin agresif. Perubahan ini diperkirakan akan secara signifikan membentuk ulang lanskap perdagangan, investasi, dan sektor industri nasional dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin mengatakan, “Bank DBS Indonesia menyadari bahwa para CFO kini menghadapi tantangan yang lebih luas–lebih dari sekadar teknologi dan data–tetapi juga perlu memikirkan likuiditas dan valuta asing di tengah volatilitas global. Penelitian ‘New Realities, New Possibilities’ menawarkan wawasan yang tepat waktu, mencerminkan komitmen kami untuk menjadi mitra tepercaya dalam menavigasi pergeseran pasar dan memanfaatkan peluang pertumbuhan.”</p>
<p>Ketika para eksekutif global yang memprioritaskan financial intelligence berbasis data, manajemen likuiditas, dan valuta asing (FX), 80 persen pemimpin keuangan Indonesia justru menempatkan optimalisasi biaya modal sebagai prioritas utama mereka. Hal ini mencerminkan respons terhadap tekanan perdagangan, pelemahan rupiah, dan inflasi yang terus berlangsung.</p>
<p>Di saat yang sama, 78 persen perusahaan di Indonesia mengidentifikasi kinerja ESG (Environmental, Social, Governance) sebagai agenda strategis utama, seiring dengan diberlakukannya kewajiban pelaporan dan meningkatnya ekspektasi investor, termasuk untuk memastikan akses terhadap pendanaan. Menempati posisi selanjutnya, peningkatan aktivitas kebendaharaan dinilai 76 persen responden menjadi prioritas kritikal agar perusahaan dapat mengidentifikasi peluang untuk menyempurnakan proses, mendorong efisiensi, dan memperkuat dampak strategis.</p>
<p>Selain itu, pada survei ini dilakukan penelitian dengan indikator terbaru, yakni Strategic Effectiveness Indicator (SEI) untuk mengevaluasi efektivitas strategi sebuah organisasi. Dari ketiga fokus utama CFO dan treasurer Indonesia yang telah disebutkan sebelumnya, kinerja ESG mendapatkan rata-rata tingkat SEI tertinggi (82 persen), diikuti dengan optimalisasi biaya modal (78 persen), dan peningkatan aktivitas kebendaharaan (76 persen).</p>
<p>Lalu, apa solusi selanjutnya yang dapat dikembangkan oleh CFO dan treasurer di Indonesia? Riset ini menyoroti tiga stretegi:</p>
<p>Mengikuti jejak eksekutif global dalam mengeksplorasi pemanfaatan teknologi Gen AI dan otomatisasi cerdas untuk mendukung ketahanan finansial.</p>
<p>Mengandalkan layanan konsultasi ESG untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam perencanaan keuangan serta mendukung akses terhadap pembiayaan hijau.</p>
<p>Menyeimbangkan kembali rasio utang dan ekuitas, menjajaki pendanaan jangka panjang, serta mendiversifikasi sumber pembiayaan guna mengoptimalkan biaya modal.</p>
<p>Head of Global Transaction Services PT Bank DBS Indonesia Dandy Indra Wardhana Pandi mengatakan “Di tengah ketidakpastian global dan disrupsi teknologi, para pemimpin bisnis harus mengelola risiko sambil tetap beradaptasi. Inovasi digital dan evaluasi kinerja adalah kunci untuk pertumbuhan, peningkatan, dan perluasan pasar–memposisikan mitra bisnis tepercaya menjadi lebih penting dari sebelumnya dalam menghadapi momen kritis ini.”</p>
<p>‘New Realities, New Possibilities’ adalah edisi ketiga dari serial studi yang dikembangkan oleh Bank DBS, ditujukan bagi para profesional di bidang treasury dan keuangan. Setiap edisi bertujuan untuk membantu perusahaan memahami dinamika yang tengah berlangsung serta mengidentifikasi peluang strategis di tengah lanskap bisnis yang terus berubah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
