<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anis Matta &#8211; DEPOK POS</title>
	<atom:link href="https://www.depokpos.com/tag/anis-matta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<description>Medianya Orang Depok</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Aug 2026 02:39:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/w_32,h_32,c_fill,g_auto/f_webp,q_auto:low/v1787875280/cropped-depokpos/cropped-depokpos.jpg?_i=AA</url>
	<title>Anis Matta &#8211; DEPOK POS</title>
	<link>https://www.depokpos.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bicara di Muktamar V Wahdah Islamiyah, Anis Matta: Indonesia Harus Siap Hadapi “Gempa Tektonik Geopolitik”</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/08/bicara-di-muktamar-v-wahdah-islamiyah-anis-matta-indonesia-harus-siap-hadapi-gempa-tektonik-geopolitik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 02:38:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Wahdah Islamiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=103035</guid>

					<description><![CDATA[Anis Matta, mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks di tengah perubahan tatanan dunia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta, mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks di tengah perubahan tatanan dunia.</p>
<p>Ia menyebut tantangan tersebut sebagai “gempa tektonik geopolitik” yang akan menguji kemampuan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional.</p>
<p>Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan pengarahan pada Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.</p>
<p>Anis berharap Muktamar V Wahdah Islamiyah dapat melahirkan pemikiran dan rekomendasi yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan bangsa memiliki dua dimensi utama, yakni shina’atul mujtama’ atau membentuk masyarakat dan idaaratud daulah atau mengelola negara.</p>
<p>“Shina’atul mujtama’ lebih penting, karena pada dasarnya negara adalah organisasi yang dibentuk di mana masyarakat itu tumbuh,” ujarnya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa sistem politik dan bentuk negara dapat mengalami perubahan, namun masyarakat, umat, dan bangsa akan terus ada. Karena itu, kekuatan masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan sebuah negara.</p>
<p>Anis kemudian mengajak peserta melihat kembali perubahan besar dunia pada awal abad ke-20. Perang Dunia I pada 1914–1918 berujung pada runtuhnya sejumlah imperium. Revolusi Bolshevik pada 1917 turut mengubah Rusia secara fundamental, sementara pada 1924 kekhalifahan Turki Utsmani berakhir dan wilayahnya kemudian terfragmentasi ke dalam sejumlah negara bangsa.</p>
<p>Dalam konteks itu, Anis melihat Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang berbeda. Jika sejumlah kawasan mengalami fragmentasi dari imperium besar menjadi negara-negara yang lebih kecil, Indonesia justru lahir melalui proses penyatuan berbagai kerajaan, daerah, suku, bahasa, dan kelompok masyarakat ke dalam satu Republik.</p>
<p>Karena itu, menurutnya, “menjadi Indonesia” merupakan pekerjaan besar yang harus terus dirawat dari generasi ke generasi.</p>
<p>Tantangan tersebut menjadi semakin berat di tengah perubahan geopolitik global. Anis menyebut peperangan yang terjadi saat ini memiliki sejumlah karakteristik, yakni bersifat hybrid dengan menggunakan berbagai instrumen mulai dari militer, ekonomi hingga politik; berlangsung berlarut-larut untuk menguras sumber daya lawan; berkembang secara regional; serta mengalami eskalasi secara bertahap.</p>
<p>Situasi itu, lanjutnya, pada akhirnya akan memberi dampak terhadap perekonomian dunia dan berpotensi menyeret banyak negara ke dalam krisis.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, Anis mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, untuk memikirkan bagaimana Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi negeri yang memperoleh keberkahan di tengah konflik global.</p>
<p>“Bagaimana caranya menjadikan semua kebaikan ada di Indonesia di tengah konflik geopolitik,” ungkapnya.</p>
<p>Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran ormas dalam membangun kekuatan masyarakat, memperkokoh persatuan, serta menjaga Indonesia agar tetap stabil di tengah perubahan besar tatanan dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1787366257/IMG-20260822-WA0008/IMG-20260822-WA0008.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anis Matta: Israel Alami Penurunan Kepercayaan Dunia</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/anis-matta-israel-alami-penurunan-kepercayaan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 04:33:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101749</guid>

					<description><![CDATA[Anis Matta menilai kepercayaan dunia terhadap Israel terus menurun setelah rangkaian konflik di Gaza dan perang dengan Iran]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> — Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menilai kepercayaan dunia terhadap Israel terus menurun setelah rangkaian konflik di Gaza dan perang dengan Iran. Menurut dia, kegagalan Israel mencapai target-target militernya menjadi salah satu faktor yang mengubah persepsi banyak negara terhadap kekuatan negara tersebut.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Anis dalam Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Diskusi dipandu Ketua Umum Sajid Bachtiar Nasir dan dihadiri para jurnalis Muslim.</p>
<p>Anis mengatakan, operasi militer Israel di Gaza tidak menghasilkan kemenangan sebagaimana yang diharapkan. Israel, kata dia, belum mampu mencapai sasaran militernya, termasuk menemukan seluruh jaringan terowongan Hamas maupun membebaskan para sandera melalui operasi militer.</p>
<p>&#8220;Sandera Israel yang kembali justru melalui kesepakatan dengan Hamas, bukan karena keberhasilan operasi militer. Semua target militernya tidak tercapai,&#8221; ujar Anis.</p>
<p>Ia menilai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 juga menjadi pukulan terhadap reputasi intelijen Israel. Menurutnya, keberhasilan serangan tersebut memunculkan keraguan terhadap kemampuan lembaga intelijen Israel yang selama ini dikenal memiliki sistem keamanan yang sangat kuat.</p>
<p>Anis mengatakan, konflik kemudian meluas dengan operasi militer Israel terhadap Hizbullah dan berlanjut pada perang dengan Iran. Namun, menurut dia, perkembangan tersebut tidak mengubah penilaian dunia terhadap efektivitas strategi militer Israel.</p>
<p>Ia menilai perang dengan Iran justru memunculkan kekhawatiran baru di negara-negara Teluk. Menurut Anis, sejumlah negara mulai mempertanyakan efektivitas perlindungan keamanan yang selama ini diberikan Amerika Serikat di kawasan.</p>
<p>&#8220;Kalau pangkalan militer Amerika saja bisa menjadi sasaran serangan, tentu muncul pertanyaan mengenai seberapa efektif perlindungan keamanan itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Anis juga mengatakan berbagai pihak kini sedang mengevaluasi ulang strategi geopolitik mereka. Iran, negara-negara Teluk, hingga Amerika Serikat, menurut dia, tengah menghitung kembali langkah masing-masing setelah dinamika konflik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>Menurut Anis, perubahan tersebut menunjukkan bahwa peta geopolitik Timur Tengah sedang mengalami pergeseran yang signifikan. Menurunnya kepercayaan terhadap Israel dan berubahnya kalkulasi keamanan negara-negara di kawasan menjadi salah satu konsekuensi utama dari perkembangan konflik yang masih terus berlangsung.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1783657971/IMG-20260710-WA0007/IMG-20260710-WA0007.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wamenlu Anis Matta: Geopolitik Dunia Ditentukan Geografi dan Perebutan Energi</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2026/07/wamenlu-anis-matta-geopolitik-dunia-ditentukan-geografi-dan-perebutan-energi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 04:30:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=101745</guid>

					<description><![CDATA[Anis Matta menegaskan bahwa perebutan pengaruh global selama puluhan tahun tidak dapat dilepaskan dari faktor geografi dan penguasaan sumber daya energi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menegaskan bahwa perebutan pengaruh global selama puluhan tahun tidak dapat dilepaskan dari faktor geografi dan penguasaan sumber daya energi, terutama minyak bumi. Karena itu, pemahaman terhadap peta dunia menjadi bekal penting untuk membaca arah politik internasional.</p>
<p>Pesan tersebut disampaikan Anis saat menjadi pembicara dalam Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Diskusi dipandu Ketua Umum Sajid Bachtiar Nasir dan dihadiri jurnalis Muslim serta kalangan akademisi.</p>
<p>Anis menjelaskan, secara geopolitik dunia terbagi ke dalam dua kawasan besar, yakni Benua Amerika dan gabungan Asia, Afrika, serta Eropa. Menurut dia, pembagian geografis tersebut berpengaruh terhadap distribusi penduduk, kekuatan ekonomi, hingga perebutan pengaruh antarnegara.</p>
<p>Ia memaparkan, sekitar 1,1 miliar penduduk tinggal di Benua Amerika, sementara sekitar 7,1 miliar lainnya berada di tiga benua tua. Meski demikian, kedua kawasan sama-sama menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) global.</p>
<p>Menurut Anis, negara-negara Islam yang tergabung dalam kelompok D-8 juga memiliki potensi ekonomi yang besar dengan nilai PDB gabungan mencapai sekitar 5,1 triliun dolar AS. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama ekonomi dunia Islam.</p>
<p>Selain ekonomi, Anis menekankan bahwa minyak bumi masih menjadi faktor strategis yang memengaruhi hubungan internasional. Sekitar 48 persen cadangan minyak dunia berada di Timur Tengah, sementara hampir sepertiga lainnya berada di kawasan Benua Amerika.</p>
<p>&#8220;Timur Tengah menjadi kawasan yang sangat strategis karena menyimpan hampir separuh cadangan minyak dunia. Ini menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kepentingan geopolitik global,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Anis juga mengulas persaingan Blok Barat dan Blok Timur pada era Perang Dingin. Menurutnya, kepemilikan senjata nuklir oleh kedua kubu membuat perang terbuka tidak terjadi, namun persaingan bergeser menjadi perang proksi di berbagai kawasan.</p>
<p>Ia menilai berbagai pergantian rezim, perang saudara, hingga konflik politik di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah pada masa itu merupakan bagian dari kontestasi dua kekuatan besar dunia.</p>
<p>Sementara itu, negara-negara Teluk dinilai mampu menjaga stabilitas politik karena ditopang kekayaan minyak dan gas serta kebijakan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat. Kondisi tersebut membuat kawasan Teluk berkembang lebih stabil dibandingkan sejumlah negara Arab non-Teluk yang berkali-kali dilanda konflik politik dan perang.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1783657796/IMG-20260710-WA0010_copy_1024x576/IMG-20260710-WA0010_copy_1024x576.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anis Matta: Mengatasi Islamofobia Butuh Langkah Nyata</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/03/anis-matta-mengatasi-islamofobia-butuh-langkah-nyata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 02:02:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Islamofobia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=84399</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Setiap 15 Maret, dunia memperingati Hari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Setiap 15 Maret, dunia memperingati Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia atau International Day to Combat Islamophobia. Tahun 2025 merupakan tahun ketiga peringatan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia setelah ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022.</p>
<p>Mengatasi fenomena Islamofobia butuh langkah nyata. Hal ini diungkap Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia Anis Matta pada Webinar Nasional Say No to Islamophobia yang digelar UBN Podcast, Sabtu (15/3/2025).</p>
<p>Menurut Anis, Islamofobia lahir dari luka lama antara Islam dan Barat. Oleh karena itu, untuk menutup celah Islamofobia, perlu menciptakan kontra narasi.</p>
<p>&#8220;Indonesia bisa menjadi pelopor atau mengambil peran kepemimpinan dalam melawan isu Islamofobia, bukan mengulangi trauma sejarah masa lalu. Tetapi menghentikan trauma sejarah itu dan menciptakan satu kontra narasi Islamofobia,&#8221; ungkap Anis.</p>
<p>Kontra narasi yang dimaksud Anis adalah menghadiri Islam <em>rahmatan lil alamin</em>. Ada tiga narasi yang bisa diwujudkan dalam kehidupan berbangsa bernegara.</p>
<p>&#8220;Menurut saya, ada tiga narasi yang jika bertemu satu titik keseimbangan itu menjadi model yang sangat menginspirasi masyarakat dunia. Yaitu Islam, demokrasi dan kesejahteraan,&#8221; jelas Ketua Umum Partai Gelora ini.</p>
<p>Anis menilai Indonesia berpeluang mampu menyatukan tiga narasi itu dalam satu titik keseimbangan. Sehingga hal ini diyakini mampu mengakhiri konflik narasi antara Islam dan Barat.</p>
<p>Dikatakan Anis, Islam ditakuti karena menjadi sumber inspirasi kekerasan. Manakala Indonesia mampu memposisikan sebagai negara muslim yang demokratis dan sejahtera maka tidak ada lagi gelombang Islamofobia.</p>
<p>&#8220;Ini akan menjadi kontra narasi Islamofobia yang sangat efektif. Bahwa di negara muslim terbesar ini tidak ada ketakutan seperti itu. Islam tidak menjadi sumber kekerasan di sini. Tetapi justru Islam menjadi sumber inspirasi perdamaian,&#8221; ujar Anis.</p>
<p>Untuk diketahui, Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi A/RES/76/254. Tanggal 15 Maret dipilih karena tanggal tersebut merupakan hari peringatan penembakan di Masjid Christchurch yang menewaskan 51 orang. Dua penembakan massal berturut-turut terjadi di Masjid Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019. Penembakan tersebut dilakukan oleh seorang pelaku tunggal pada saat salat Jumat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/f_webp,q_auto:low/v1742090556/anis-matta/anis-matta.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUI Dukung Langkah Anis Matta Perkuat Diplomasi dengan Dunia Islam</title>
		<link>https://www.depokpos.com/2025/03/pui-dukung-langkah-strategis-wamenlu-anis-matta-dalam-memperkuat-diplomasi-dengan-dunia-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2025 12:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[PUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=83900</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA – Persatuan Ummat Islam (PUI) melakukan audiensi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> – Persatuan Ummat Islam (PUI) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta, di Gedung Konstitusi, Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Senin (10/03/2025). Audiensi ini dihadiri oleh delegasi PUI yang dipimpin oleh Ketua Majelis Syura PUI, KH Nurhasan Zaidi, dan Sekretaris Jenderal DPP PUI, Dr. Kana Kurniawan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PUI, Nur Ihsan Zaidi, Ketua Bidang HLN DPP PUI, Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D, Ketua Umum Pemuda PUI, Ahmad Falahuddin, serta Bendahara Umum Pemuda PUI, Yanto Syarief.</p>
<p>Dalam pertemuan ini, PUI menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah diplomasi yang telah diambil oleh Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, khususnya dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan dunia Islam dan negara-negara Timur Tengah. PUI juga menyoroti posisi strategis Indonesia di tengah percaturan global, terutama di kalangan negara-negara Muslim, serta potensinya untuk menjadi salah satu dari lima kekuatan besar dunia di masa depan.</p>
<p>Dr. Kana Kurniawan, Sekretaris Jenderal DPP PUI, menyampaikan bahwa PUI sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang dakwah, sosial, dan pendidikan, telah memiliki lebih dari 5.000 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, berdasarkan data dari Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, PUI berharap dapat menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga non-pemerintah (NGO) dari Timur Tengah dalam hal pemberian beasiswa dan pertukaran pelajar serta mahasiswa.</p>
<p>KH Nurhasan Zaidi, Ketua Majelis Syura PUI, mengingatkan kembali peran historis PUI sebagai salah satu organisasi pendiri Republik Indonesia. Tiga tokoh utama PUI, yaitu KH Abdul Halim, KH Ahmad Sanusi, dan Mr. Syamsudin, pernah menjadi anggota BPUPKI dan aktif bersidang di Gedung Pancasila, yang kini menjadi bagian dari Kompleks Kementerian Luar Negeri. Mr. Syamsudin sendiri pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Penerangan, dan Duta Besar RI untuk Pakistan.</p>
<p>“Kantor Kementerian Luar Negeri ini membangkitkan suasana historis dan nostalgia bagi PUI. Di sinilah para pendiri PUI, KH Abdul Halim dan KH Ahmad Sanusi, dahulu aktif dalam rapat-rapat BPUPKI. Dengan semangat yang sama, PUI akan terus melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa,” ujar KH Nurhasan Zaidi. Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di antara negara-negara Muslim, dengan kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi modal untuk kebangkitan dunia Islam.</p>
<p>PUI mengundang Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta untuk hadir dalam Muktamar PUI yang akan diselenggarakan pada Mei 2025 di Medan. Dalam acara tersebut, Anis Matta diharapkan dapat memberikan orasi kebangsaan dengan tema “Posisi dan Kontribusi Strategis Indonesia di Tengah Percaturan Umat Islam Dunia.”</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan posisi Wamenlu Anis Matta terhadap isu-isu dunia Islam, termasuk Palestina. PUI akan selalu mendukung kebijakan strategis Kementerian Luar Negeri, terutama dalam memperkuat solidaritas dan kemajuan dunia Islam,” tegas KH Nurhasan Zaidi.</p>
<p>Selain itu, Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D, Ketua Bidang HLN DPP PUI, mengusulkan agar Jakarta menjadi tuan rumah Konferensi Dunia Islam. “Dalam dinamika geopolitik global yang terus berkembang, kami melihat Jakarta memiliki potensi sebagai pusat baru gerakan Islam global. Oleh karena itu, PUI mengusulkan penyelenggaraan Konferensi Dunia Islam yang melibatkan Majelis Ulama Indonesia, organisasi-organisasi Islam di Indonesia, serta dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri,” paparnya.</p>
<p>Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menyambut baik usulan dan dukungan dari PUI. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, terutama karena populasi penduduk yang besar dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. “Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari lima kekuatan besar dunia di masa depan,” ujar Anis Matta.</p>
<p>Ia juga menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam Muktamar PUI dan memberikan pandangan mengenai posisi strategis Indonesia di tengah negara-negara Muslim serta peluang diplomasi untuk memperkuatnya. “PUI sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah, khususnya melalui jalur diplomasi luar negeri, untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama dunia,” tambah Anis Matta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.pilar.id/wp-content/uploads/2025/03/img-bjmedia-7-113-768x512.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
