Tidur Setelah Sahur, Berbahaya untuk Kesehatan?

Berpuasa Ramadhan biasanya diawali dengan makan sahur, sahur Merupakan hal yang dianjurkan,selain untuk mendapatkan keberkahan,sahur juga dilakukan agar kuat menahan lapar dan haus sampai adzan magrib berkumandang,Namun karena harus bangun lebih awal sebelum adzan subuh berkumandang,banyak orang yang memilih langsung tidur setelah melakukan makan sahur dengan dalih agar lebih fresh dan tidak mengantuk saat melakukan aktivitas seharian saat berpuasa.

Sayangnya Banyak dari kita yang tidak menyadari atau bahkan kurang peduli dengan kesehatan tubuh kita mengenai bahayanya tidur setelah makan,bahayanya langsung tidur setelah makan karena setelah makanan masuk keperut,lambung akan mencerna menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi,ketika kita tidur hampir seluruh fungsi tubuh dimatikan sementara kecuali kerja jantung, otak, dan paru-paru. itu sebabnya tidur setelah makan tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja mencerna makanan dalam lambung, Akhirnya makanan tersebut jadi tertimbun sia-sia dalam perut.

Dilansir dari hellosehat.com bahwasannya efek negatif langsung tidur setelah sahur diantaranya menyebabkan Asam lambung naik (heartburn) Apabila makanan tidak tercerna dengan baik, lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya. Ketika kita tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke kerongkongan.

BACA JUGA:  Kurma dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Ini bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga kesehatan tubuh dibulan yang penuh keberkahan ini dengan menghindari langsung tidur setelah sahur dan mengisi waktu sahur dengan hal hal bermafaat yang menjadi ladang pahalauntuk diri kita,dan menyadari bahwa dibulan suci inilah bulan yang penuh dengan keistimewaan bulan yang waktunya untuk meningkatkan kedekatan kita kepada allah dengan berlomba-lomba dalam kebaikan seperti yang terdapat dalam QS.Al-baqarah : 148

BACA JUGA:  Ramadhan Semakin Berlalu, Apa yang Sudah Kita Tabungkan?

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”

Ditulis oleh Lu’lu dzahidah, Mahasiswi STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya