Selain Islam, 6 Agama Ini Juga Melaksanakan Puasa

Dalam Islam, puasa dibulan Ramadhan merupakan kewajiban dan salah satu dari rukun Islam. Selain menahan dari rasa lapar, dahaga, dan hawa nafsu, puasa juga melatih meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur kepada Tuhannya.

Namun selain Islam, pemeluk agama lain pun melaksanakan puasa dengan aturan dan tujuan yang berbeda dengan puasanya orang-orang muslim. Tapi manfaat dari melaksanakan puasa tersebut tidak jauh berbeda yaitu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhannya.

Berikut adalah 6 agama yang melaksanakan puasa selain Islam :

Buddha

Dalam agama Buddha puasa disebut sebagai Uposatha. Puasa dalam agama Buddha sedikit berbeda dan dibolehkan minum. Puasa ini biasanya dilakukan dua kali dalam sebulan (menurut kalender budhis) yaitu pada saat bulan terang dan gelap (bulan purnama). Namun puasa (uposatha) tersebut tidak wajib. Puasa uposatha di mulai dari tengah hari sampai keesokan harinya.

Dalam puasa tersebut ada delapan aturan yang harus dilakukan yaitu tidak mencuri, tidak melakukan kegiatan seksual, tidak berbohong, tidak makan pada siang hari sampai dini hari, dan tidak menonton hiburan, memakai kosmetik, parfum serta perhiasan.

BACA JUGA:  Mengenal Jenis Kopi Lokal Indonesia

Katolik

Dalam agama katolik, masa puasa pra-Paskah berlangsung selama 40 har, dihitung dari hari Rabu Abu hingga Jumat Agung. Umat katolik mengenal istilah berpantang dan berpuasa. Yabg wajib berpuasa yaitu semua umat katolik yang berusia 18-60 tahun. Dan yang wajib berpantang yaitu semua umat katolik yang berusia genap 14 tahun keatas.

Puasa umat katolik berarti makan kenyang hanya sekali dalam sehari. Dan pantang berarti menghindari diri dari hal-hal yang disukai seperti makan daging atau merokok.

Hindu

Puasa dalam agama hindu disebut dengan upawasa. Puasa menurut agama hindu adalah mengendalikan nafsu indria dan mengendalikan keinginan. Puasa ini ada yang bersifat wajib dan tidak wajib.

BACA JUGA:  Politik Identitas vs Bhineka Tunggal Ika

Puasa wajib dilakukan pada saat Siwaratri, dimana umat Hindu puasa total tidak makan dan minum dimulai sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Lalu pada saat Nyepi, dimana umat hindu puasa total tidak makan dan minum dimulai ketika fajar hari itu sampai fajar keesokan harinya.

Yahudi

Puasa dalam agama Yahudi terbagi dua jenis yaitu pada hari besar Yom Kippur dan Tisha B’av. Puasa tersebut dimulai sebelum matahari terbenam dan diakhiri setelah matahari terbenam berikutnya. Orang yang melakukan puasa tersebut tidak diperbolehkan makan, minum, menggosok gigi, menyisir rambut, atau mandi.

Lalu puasa pada hari kecil seperti puasa Esther, puasa Gedhalia, puasa Tebet dan puasa Tammuz. Puasa di hari kecil lebih sedikit waktunya dari puasa dihari besar yaitu dari siang sampai malam hari.

BACA JUGA:  Politik Identitas vs Bhineka Tunggal Ika

Konghucu

Puasa dalam agama Konghucu biasa disebut dengan Jin Shi/Ciak Cay, yang artinya berpuasa kita berpantang makan kesukaan yang setiap hari kita makan. Puasanya agama konghucu ada dua jenis yaitu puasa rohani dan jasmani.

Puasa rohani dilakukan dengan menjaga diri dari hal-hal yang dianggap asusila. Sementara puasa jasmani dilakukan dengan cara berpantang makan daging selama bertahap, ada yang satu hari, dua hari dan seterusnya sampai berpantang permanen. Puasa jasmani ini biasa dilakukan pada imlek.

Protestan

Berbeda dengan agama katolik, agama Protestan tidak mewajibkan umatnya untuk berpuasa. Biasanya kebijakan gereja atau komunitas yang menjadi acuannya untuk mereka (umat protestan) berpuasa. Dan menjalankan puasa tersebut sesuai kehendak penganutnya, ada yang total menahan lapar dan haus, ada pula yang menhan salah satunya saja.

Oleh Khaerunisah, Mahasiswi STEI SEBI Depok

Komentar

Berita lainnya