Ramadhan Semakin Berlalu, Apa yang Sudah Kita Tabungkan?

Ramadhan merupakan bulan yang Mulia, bulan yang penuh berkah dengan berlimpahnya rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Dimana Allah memberikan banyak kebaikan yang berlipat di 30 hari diantara 365 hari dalam setahun. Dimana Allah memberikan kesempatan kepada umatNya untuk memperbanyak investasi dan tabungan untuk kehidupan di akhirat.

Minggu ini, kita telah memasuki 20 hari terakhir di bulan Ramadhan. Lalu, apa-apa saja yang telah kita tinggalkan di lebih dari 10 hari yang lalu? Apa-apa saja yang telah kita tanam di 10 hari yang lalu? Sungguh sesal bukan main jika kita tinggalkan lebih dari 10 hari berharga kemarin hanya untuk menikmati euforia memasuki bulan Ramadhan tanpa memaknai betapa berharganya setiap hari-hari yang terlewati di Ramadhan kita ini.

Marilah kita bermuhasabah sejenak, menengok diri kita dan perbuatan kita di bulan mulia ini. Tidak malukah kita berleha-leha sementara Allah menebarkan rahmatNya? Tidak malukan kita lalai dalam ibadah sementara Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda? Tidak malukah kita melewatkan hari-hari di Ramadhan sedangkan termaktub bahwa bulan ini adalah bulan yang mulia? Mari tengok kembali, apakah waktu tidur kita di Ramadhan ini justru sama atau malah lebih banyak dari biasanya? Apakah tilawah kita justru malah terasa semakin berat? Sungguh ada sesuatu yang salah jika hal tersebut yang terjadi dalam diri kita. Dan sungguh merugi, jika kita biarkan hal-hal tersebut tertanam dan terus menerus berkembang dalam diri kita.

Sebagaimana yang dikeluarkan dalam Sunan At Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan”.

Menjelang malam-malam berlalunya Ramadhan ini, marilah kita saling mengingatkan dan menasihati dalam kebaikan. Untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah SWT. Mari sama-sama berusaha untuk menjemput malam yang telah dijanjikan, malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Malam Lailatul Qadr. Mungkin, memang hanya orang-orang tertentu yang mampu mendapatkannya. Namun, bukankah setiap muslim memiliki kesempatan untuk meraihnya? Lalu mengapa kita hanya berdiam diri? Mengapa hanya segelintir orang saja yang mau bersaing untuk mendapatkannya? Bukankah nikmat itu hanya ada pada satu malam dalam satu tahun? Maka, marilah kita sama-sama berusaha untuk mendapatkannya dengan terus meningkatkan semangat ibadah kita dibulan Ramadhan ini. Mari jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memacu diri agar selalu meningkatkan keimanan, ketakwaan serta semangat dalam beribadah. Agar tiada hari dalam Ramadhan yang terlewati dengan sia-sia.

Semoga Allah mengaruniai kita dengan hidayah untuk dapat menjalankan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Juga menerima kita dengan penerimaan yang sebaik-baiknya dan menganugerahkan kita dengan pahala yang sebesar-besarnya. Aamiin.

Ditulis oleh Lusy Chairunnisa, STEI SEBI.

Komentar

Berita lainnya