Menggapai Keberkahan dengan Berzakat

Zakat secara bahasa adalah suci, bersih dan tumbuh, menurut istilah Syara’ ialah mengeluarkan sejumlah harta tertentu untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syara’ zakat merupakan salah satu rukun islam yang lima dan hukumnya wajib. Zakat dapat juga menjadi simbol hubungan yang baik antara muslim dengan sesama manusia, kali ini tidak membahas tentang teknis dan detail zakat dari sisi hukum fikih namun dari sisi fungsi dan keberkahan yang didapat ketika berzakat:

Pembuktian keimanan kepada Allah dan pemahaman keislaman yang benar

Seorang yang mau berzakat itu membuktikan bahwa ia memiliki iman yang baik dan pemahaman Islam yang utuh. Dengan banyaknya dalil yang menegaskan kewajiban zakat, salah satunya kita dapat memahami Surat Al-Mu’minun:1-4, dimana orang yang benar imannya salah satu bentuknya adalah mau membayar zakat.

Mensyukuri nikmat harta

Berzakat adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Sang Pencipta, karena dengan melaksanakan perintah-Nya diiringi rasa syukur, nikmat harta itu akan menambah keberkahan hartanya dan juga menambahkan keberkahan jiwa bagi muzakkinya. Dan di antara bentuk keberkahan itu adalah semakin dibanyakkan nikmat yang diterimanya dari Allah.

Menyucikan jiwa dan menambah keberkahan harta

Zakat merupakan cara untuk membersihkan jiwa dan harta manusia yang menjadi media efektif untuk membersihkan dosa-dosa dan kesalahan. Seperti hadits yang diriwayatkan Ahmad: “Dari Jabir bin Abdillah ia berkata, telah bersabda kepada kami Rasulullah SAW: ”Sedekah itu bisa memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api.” Dengan begitu akan menambah keberkahan dalam diri, harta, serta keluarga.

Menghilangkan sifat bakhil dalam jiwa

Kebakhilan adalah penyakit iman yang serius. Ia bukan saja menghilangkan keberkahan dan menghalangi dari amal shalih, tapi juga menunjukkan lemahnya keimanan kepada Allah. Bila seseorang terselamatkan darinya dan terlindung dari sifat kikir maka dia akan sukses, sebagaimana Firman Allah “Dan Siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung “ (Al-Hasy:9)

Memperkuat ukhuwah Islamiah

Zakat adalah bagian utama dari rangkaian solidaritas sosial yang berpijak kepada penyediaan kebutuhan dasar kehidupan. Kebutuhan dasar kehidupan itu berupa makanan, sandang, tempat tinggal, terbayarnya hutang-hutang, membebaskan hamba sahaya, dan bentuk solidaritas lainnya yang ditetapkan dalam Islam. Karena itu dampak zakat yang paling dirasakan adalah ukhuwah Islamiah dan persaudaraan.

Menumbuhkan Ekonomi Syariah

Dengan berzakat kita dapat membuka kesempatan untuk mereka yang kurang secara ekonomi. Mempunyai pengeruh signifikan dalam mendorong gerak roda perekonomian Islam dan mengembangkannya. Karena pertumbuhan harta individu pembayaran zakat memberikan kekuatan dan kemajuan bagi ekonomi masyarakat. Di sinilah makna keberkahan yang bisa didapatkan dari zakat.

Itulah beberapa keberkahan dari zakat, pengaruh zakat tidak hanya untuk diri sendiri namun juga sangat memiliki pengaruh yang baik untuk masyarakat. Setiap harta yang diberikan untuk jalan kebaikan, Allah pasti akan menggantinya, bahkan jumlah yang lebih banyak. Dan percayalah Allah memiliki cara yang tak terbatas untuk mengganti harta yang diinfaqkan atau dizakatkan. Jangan lupa berzakat!

Ditulis oleh Tsabita Aulia, Mahasiswa STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya