Introspeksi Diri di Bulan Suci

Ditulis oleh: Najwa Nazahah, Pelajar, Tinggal di Depok,
Anggota Komunitas Muslimah Menulis

Ramadhan, apa sih yang terbenat di pikiranmu? Kayaknya enggak bakal jauh-jauh dari puasa, buka, sahur, lebaran. Tapi tahu nggak sih bahwa bulan ini Allah telah membuka lebar-lebar pintu rahmat dan ampunan-Nya di bulan tersebut. Sungguh beruntung sekali teman-teman yang mendapatkan taufik untuk bisa mengisi bulan penuh berkah ini dengan berbagai amal kebaikan. Di momen yang bagus ini, kawan-kawanku yang beriman hendaknya senantiasa berbenah, menata kembali niat dan amalannya agar cita-cita menggapai ridha Allah tercapai. Yaps! Mengitrospeksi diri atau bertaubat, tapi apakah menurut kamu bertaubat dengan mengucap istigfar cukup? Eits, baca dulu deh bawah ini.

Riyadhush Shalihin, menukilkan perkataan para ulama, taubat itu memiliki tiga syarat, yaitu meninggalkan perbuatan maksiat tersebut, menyesalinya dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi selama-lamanya. Satu syarat tidak terpenuhi, gugurlah nilai taubat seseorang. Ini apabila kemaksiatan tersebut terkait dengan hak Allah saja.

BACA JUGA:  Mereguk Ilmu di Bulan Mulia

Namun apabila dosa dan kemaksiatannya terkait dengan hak orang lain, seperti mencuri, menjatuhkan kehormatan orang lain dan sebagainya maka, untuk bertaubat darinya harus terpenuhi ketiga syarat tadi dan ditambah syarat keempat yaitu mengembalikan hak orang lain yang ia zalimi tadi, seperti mengembalikan uang/barang yang sempat ia curi, meminta maaf atau kehalalan orang yang pernah ia jatuhkan kehormatannya dan sebagainya.

BACA JUGA:  10 Ladang Pahala di Bulan Ramadhan

Perlu kalian ketahui, taubat yang benar ialah diiringi dengan amal shalih. Maka klop sudah ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan taubat. Apalagi telah dimotivasi dalam sabda nabi SAW, “Betapa hinanya seseorang ketika namaku disebut di sisinya namun ia tidak bershalawat kepadaku. Betapa hinanya seseorang yang masuk padanya bulan Ramadhan, lalu ketika bulan tersebut berlalu ia belum mendapatkan ampunan. Betapa hinanya seseorang ketika ia mendapati masa senja kedua orang tuanya namun hal itu tidak bisa membuatnya ia masuk surga.” (HR. Ahmad no. 7139, dan At-Tirmidzi no. 3468)

BACA JUGA:  Cinta Bisa Juga Kepada Bangsa Sendiri

Dengan membacanya saja kita kembali mengingat tentang setiap desahan nafas, kedipan mata, ayunan tangan dan langkah kaki selalu saja berbuah dosa. Seperti belum sempat untuk memohon ampun pada dosa yang lalu, dan malah mungkin membuat dosa baru. Jangan sampai ya guys maka dari itu penting sekali taubat ini.

Apalagi jika taubat ini bersifat terus menerus dan tidak akan mengulanginya lagi bahkan setelah Ramadhan. Hendaklah kita mengajak teman, untuk bersama bertaubat menuju ridha Allah. Karena dalam bersama kita akan menjadi lebih kuat. Semoga kita bisa masuk ke dalam barisan hamba hamba-Nya yang meraih ampunan-Nya Amiiin..

Komentar

Berita lainnya