Ini Alasan Memperbanyak Sedekah di Bulan Ramadhan yang Harus Diketahui

Zakat, infak dan sedekah termasuk amal ibadah yang dianjurkan untuk dibayarkan dalam ajaran agama Islam. Namun kita seringkali terkaburkan oleh tiga istilah tersebut sehingga sering menyamakan ketiganya sebagai sedekah biasa. Sebenarnya, apakah perbedaan zakat, infak dan sedekah?

Zakat adalah kewajiban harta yang harus dikeluarkan dengan jumlah tertentu di masa tertentu dan batas tertentu hukumnya wajib. Sedangkan infaq bisa wajib dan bisa juga sunnah, tapi hukumnya terkait dengan harta atau materi. Misalnya infaq wajib yakni nafkah suami kepada istrinya, infaq sunnah yakni anak kepada orang tuanya. Adapun shodaqoh yaitu lebih umum, zakat disebut shodaqoh, infaq juga disebut shodaqoh.

Adapun salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya oleh godaan setan yang senantiasa mengajak manusia untuk meninggalkan kebaikan, setan berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al-A’raf: 16)

Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hambaNya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhori no. 3277, Muslim no. 1079)

Sebagian orang meyakini bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada dasarnya setiap amalan kebaikan baik di luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10-700 kali lipat pahala. Berdasarkan hadits:

“Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan”. Kemudian Rasulullah menjelaskan: “orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10-700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no. 1955)

Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10-700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan QS. Al-A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatgandakan lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia megiringi amalan sedekahnya dengan puasa dan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga.

Kemudian jika ia tidak lupa untuk bersedekah memberi hidangan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu orang maka pahala yang di dapat lebih berlipat lagi.

Jadi tunggu apa lagi? mari beramal sebanyak-banyaknya di bulan yang penuh kebaikan ini.

Ditulis oleh Resti Fauziah, Mahasiswi STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya