Dengan Aplikasi Ini, Anda Bisa Belanja di Warung Tanpa Harus ke Warung

DEPOK  – Back to Warung Movement atau gerakan kembali ke warung, sebuah kampanye yang digagas untuk mengajak masyarakat kembali berbelanja ke warung tradisional agar warung tradisional kembali bisa bersaing dengan toko-toko retail modern dan roda perekonomian rakyat dikalangan bawah tetap stabil.

“Tiga tahun yang lalu, market share dari warung tradisional mecapai 84 persen, tapi dalam waktu hanya tiga tahun saja market share turun menjadi 54 persen. Penyebabnya adalah mereka tidak bisa bersaing dengan mini market-mini market yang ada saat ini,” ujar Devi Erna Rachmawati selaku CEO dan Founder KO-IN (Toko Indonesia) saat ditemui depokpos di Sukmajaya, Depok, Sabtu  (4/5).

Lebih lanjut Devi mengatakan salah satu kendala mengapa warung tradisional sulit bersaing dari sisi harga adalah karena rantai distribusi terlalu panjang sehingga ketika sampai ke warung harga menjadi lebih tinggi.

BACA JUGA:  Jelang Lebaran, Goldmart Depok Berikan Diskon 50%

“Lalu dari segi permodalan juga menjadi kendala tersendiri, kendala modal kecil menjadikan produk yang dijual di warung tak selengkap di toko modern,” lanjut Devi.

Dari kendala-kendala inilah, Devi bersama beberapa anak muda lainnya menghadirkan produk mobile apps dengan brand digitalisasi toko ritel tradisional dan produk-produk UMKM bernama KO-IN (Toko Indonesia).

“Tujuan pendirian KO-IN adalah untuk meningkatkan penjualan toko tradisional melalui aplikasi mobile dengan membangun jaringan pemasaran melalui kegiatan digitalisasi toko ritel dan para pelaku UMKM sehingga mendorong penguatan Ekonomi Mikro Indonesia,” kata Devi.

BACA JUGA:  Institut Kemandirian DD Luncurkan Gerai Busana "Ika Dede"
Team KO-IN berfoto bersama pada acara bazaar murah menyambut Ramadhan di Depok, Sabtu (4/5)

Saat ini aplikasi KO-IN memiliki beberapa services, seperti KO-IN untuk berbelanja keperluan sehari-hari, KO-UMKM untuk berbelanja produk-produk UMKM, KO-Pulsa untuk pembelian pulsa elektronik, KO-Bills untuk pembayaran PLN, PAM, BPJS Kesehatan dan lain-lain, KO-Travel untuk pembelian tiket pesawat, hotel, kereta api, kapal laut, bus, travel Umroh, dan lain-lain.

Aplikasi ini juga merekrut mitra driver untuk mengantar pesanan dengan biaya antar hanya Rp2.500 dan cakupan operasi per kecamatan.

BACA JUGA:  Institut Kemandirian DD Luncurkan Gerai Busana "Ika Dede"

“Melalui KO-IN akan memudahkan konsumen untuk berbelanja di toko atau warung-warung sekitar lokasi konsumen tanpa harus medatangi warungnya,” kata Devi.

Aplikasi yang diluncurkan oleh perusahaan startup PT Ritel Global ini kedepannya diharapkan mampu menjadi salah satu lini bisnis andalan perseroan untuk memantapkan posisi di bisnis teknologi informatika.

KO-IN didukung oleh beberapa mitra antara lain Bank BNI Syariah, Bank Permata Syariah, Bank Muamalat, DOKU, LazizMU, BMT Muhammadiyah, Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia, Asosiasi Aliansi Indonesia, Hidyatullah, Para pelaku UMKM Indonesia, serta para prinsipal perusahaan FMCG dan mitra strategis lainnya yang sangat mendukung keberadaan KO-IN. (San)

Komentar

Berita lainnya