OPINI: Film Kucumbu Tubuh Indahku Meresahkan dan Merusak Masyarakat

Oleh: Sandhi Indarti, Perawat, Tinggal di Depok

Walikota Depok, H. Muhammad Idris, pada Kamis 24 April 2019, menyampaikan surat keberatan yang ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Surat yang bernomor 460/165-huk-DPAPMK berisi tentang pelarangan penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku di bioskop- bioskop yang berada di Kota Depok (Republika.co.id/ Jumat 26 April 2019). Film tersebut disutradarai oleh sutradara senior, Garin Nugroho.

Walikota Depok membuat pelarangan hal tersebut atas rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia Kota Depok. Pasalnya, film tersebut banyak menampilkan tayangan yang tidak sesuai dengan motto Kota Depok: Unggul, Nyaman dan Religius. Ia pun menilai film tersebut kental dengan konten negatif terkait lesbi, gay, biseksual dan transgender (LGBT) serta tidak sejalan dengan prinsip-prinsip dan norma-norma kesusilaan dalam masyarakat yang beragama, terutama agama Islam. MUI Kota Depok beranggapan banyak adegan di film tersebut akan meresahkan dan merusak masyarakat.

BACA JUGA:  Pentingnya Memahami Hoax Sebagai Salah Satu Akar Perpecahan

Memang, sudah sewajarnya seorang pemimpin harus melindungi masyarakatnya dari segala bentuk ancaman, baik fisik ataupun fsikis. Dikhawatirkan dari film tersebut akan mendorong masyarakat khususnya kaum muda untuk berperilaku menyimpang atau melakukan seks bebas.

Jelas tindakan yang dilakukan oleh Wali Kota Depok, H. Muhammad Idris, karena sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an, surah As-Sajdah ayat 24, yang berbunyi, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat- ayat Kami.”[]

Komentar

Berita lainnya