Teroris Penembak Jamaah Masjid Christchurch Siarkan Aksi Secara Live

SELANDIA BARU – Kepolisian Selandia baru telah menahan tiga lelaki dan seorang perempuan yang didua terlibat dalam aksi penembakan di dua masjid di kota Christchurch.

Aparat keamanan belum merilis nama-nama orang tersebut, namun media lokal Selandia Baru dan Australia menyebutkan seorang pelaku penembakan telah menyiarkan aksi penembakan di masjid Al Noor secara langsung di media sosial.

Pria yang mengidentifikasi diri bernama Brenton Tarrant dari Australia itu juga mengunggah sebuah manifesto setebal 74 halaman yang berisi penjelasan mengenai aksi serangan yang ia lakukan. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanyalah “seorang pria kulit putih biasa”.

Ia menulis aksi serangan tersebut telah ia rencanakan dan bertujuan untuk “mengurangi jumlah imigran yang masuk ke tanah Eropa”.

Tarrant yang diketahui berusia 28 tahun itu mendeskripsikan aksi penembakan yang ia lakukan dilatarbelakangi keinginan untuk “menunjukkan pada para penjajah bahwa tanah kami tak akan pernah jadi milik mereka, tanah air kami adalah milik kami, selama orang kulit putih hidup, mereka [para penjajah] tak akan pernah menaklukkan tanah kita.”

Tarrant menjelaskan bahwa ia telah menyiapkan aksi serangan ini selama dua tahun. Adapun aksi kelompok di Stockholm dan Paris pada 2017 merupakan momen yang ia sebut menginspirasi tindakannya.

Dalam siaran langsung yang diunggah di Facebook, Tarrant mengabadikan aksi brutalnya saat menembak warga yang berkumpul di masjid Al Noor untuk ibadah salat Jumat.

Video yang ditayangkan oleh news.com.au itu memperlihatkan Tarrat yang berjalan ke arah masjid dan mulai menembaki setiap sudut ruangan. Para jamaah tampak tergeletak tak bergerak dan berlari untuk menyelamatkan diri. Sejauh ini media melaporkan 40 orang tewas dalam aksi biadab tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, baik facebook, youtube maupun liveleak telah menghapus video-video terkait aksi penembakan tersebut. Namun video masih bisa dilihat pada halaman dropbox.

Komentar

Berita lainnya