Tips Memulai Bisnis Sendiri dari Nol

(Dok. Istimewa)

Untuk memulai suatu usaha banyak yang dapat kita ambil hikmahnya. Sering kali kita kagum menyaksikan kesuksesan seorang pengusaha. Kadang-kadang kita tidak tahu proses keberhasilan pengusaha tersebut. Tidak sedikit cerita yang menyedihkan dibalik sukses yang diraih oleh pengusaha tersebut. Ada pengusaha yang memulai usahanya dari nol dengan tertatih-tatih. Bahkan sering kali pengusaha tersebut menderita kerugian dan nyaris bangkrut. Namun, karena keberanian, kesabaran, ketekunan, dan kepandaiannya mengelola usaha dari waktu ke waktu selama bertahun-tahun, akhirnya berhasil.

Pendirian suatu perusahaan tergantung dari jenis badan usaha yang dipilih. Ada badan usaha yang memerlukan beberapa dokumen saja, adapula yang memerlukan dokumen yang lebih banyak. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap badan usaha berbeda. Waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing badan usaha pun berbeda-beda.

Dilansir dari zahraaccounting.com, berikut ini adalah langkah-langkah memulai sebuah usaha;

Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad

Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk menghadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga ekstra dan persistensi yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika kita sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.

Perkuat Tawakkal Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Setelah tekad sudah bulat maka bertawakkallah kepada Tuhan dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki kita kepada Tuhan.

Pilih Bisnis yang Dapat Anda Kuasai dengan Cepat

Kita dapat memilih bisnis yang ada hubungannya dengan latar belakanng pendidikan atau yang sesuai dengan hobi atau yang dapat dibackup oleh keluarga, teman, dsb. Seperti misalkan kita diperbolehkan mengambil barang dagangantapi hutang dulu karena yang punya barang adalah teman sendiri, atau outsourcing pekerjaan cetak buku ke percetakan tapi bayarnya dicicil karena yang punya percetakan adalah paman sendiri dan lain-lain. Manfaatkan asset apapun yang kita miliki dan yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik aset fisik maupunaset yang tidak terlihat.

Tentukan Diferensiasi Produk

Pikirkan produk apa yang kira-kira dapat dijual tanpa banyak persaingan serta belum ada produk tersebut. Pelajari apa yang bisa membuat produk atau layanan kita berbeda dengan yang lain. Setidaknya produk yang kita kemas berbeda dan pada akhirnya dipersepsi berbeda oleh pelanggan.

Carilah Teman atau Berpartnerlah

Jangan takut untuk mencari partner atau menggaji karyawan. Jangan berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan, carilah teman atau karyawan yang dapat menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Agar terbentuk tim yang kuat dalam segala bidang. Jangan takut tidak dapat menggaji karyawan, rezeki mereka telah diatur oleh Allah SWT., kita hanya sarana mereka saja. Justru dengan melibatkan orang lain InshaAllah rezeki kita akan lebih baik dan lebih barokah daripada bekerja sendirian.

Perkuat Kesabaran, Ketaqwaan dan Tawakkal

Bersabarlah atas segala kesulitan dan kegagalan yang terjadi, maju terus jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Ta’ala. Dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan akan membuat kita semakin matang dalam berusaha dan semakin trampil, seperti layaknya besi baja yang ditempa oleh pandai besi, dipukul-pukul dengan keras, dipanasi dengan api yang membara, sehingga akhirnya menghasilan pedang yang indah, kuat dan tajam. Jadi, beranilah untuk mencoba sesuatu hal yang sulit menurut kita, karena “sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan”. (QS. Al-Insyiroh [94]: 5)

 

Berikut ini Beragam Cara dan Sebab untuk Mulai Merintis Usaha

Faktor Keluarga Pengusaha

Pengusaha yang memulai usaha karena faktor keluarga cukup banyak ditemui. Artinya, seseorang memulai usaha karena keluarga mereka sudah memiliki usaha sebelumnya. Orang tua atau saudara pengusaha tersebut menganjurkan keluarga lainnya untuk membuka usaha sendiri. Keluarga sengaja mengader anggota keluarga lain untuk meneruskan atau membuka cabang atau usaha baru. Dengan demikian, mulai dari modal, suplai bahan-bahan, sampai manajemen sang pengusaha pemula tinggal mengikuti yang sudah ada. Kesuksesan usaha seperti ini cukup banyak terjadi diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Sengaja terjun menjadi Pengusaha

Sengaja terjun menjadi pengusaha, artinya seseorang dengan sengaja mendirikan usaha. Biasanya mereka belajar dari kesuksesan orang lain. mereka mengikuti contoh dari pengusaha yang ada dengan mencari modal atau bermitra dengan orang lain. Model ini biasanya dilakukan oleh mereka yang berstatus pegawai, namun memiliki naluri bisnis. Tidak sedikit model seperti ini mencapai kesuksesan. Kesuksesan dan kegagalan orang lain menjadi tuntunan dan pedoman pengusaha ini dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Kerja sampingan (iseng)

Faktor berikutnya adalah melakukan usaha dengan tidak disengaja, biasanya dilakukan secara iseng. Ini sering disebut sebagai usaha sampingan untuk tambahan kegiatan. Usaha ini biasanya dilakukan oleh mereka yang mencoba menjual atau memproduksi sesuatu skala kecil untuk mengisi waktu luang. Akan tetapi, usaha ini ternyata terus meningkat. Meningkatnya pesanan atau permintaan ini terus pula direspon oleh pemilik dengan menambah modal dan kapasitas produksinya. Maka, kegiatan yang semula dilkukan hanya untuk mengisi waktu senggang menjadi kegiatan yang memberikan hasil yang luar biasa.

Usaha dengan cara coba-coba

Memulai usaha dengan cara coba-coba cukup banyak dilakukan dan juga menuai kesuksesan. Usaha ini biasanya dilakukan oleh mereka yang belum memiliki pengalaman, mereka yang kesulitan mencari pekerjaan, atau mereka yang baru terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun demikian, tidak sedikit usaha yang diawali dengan coba-coba ini yang mencapai kesuksesan.

Faktor usaha karena terpaksa

Faktor ini memang jarang terjadi, namun berdasarkan hasil penelitian ternyata ada beberapa wirausahawan yang berhasil karena keterpaksaan. Mereka biasanya membuka usaha dengan kehilangan pekerjaan atau menganggur. Sebagai contoh, setelah lulus sarjana Bang Aras mengajukan ratusan lamaran kerja keberbagai perusahaan, namun tidak pernah diterima menjadi pegawai. Kemudin dia memutuskan untuk berwirausaha. Langkah melakukan wirausaha dijalankannya dengan setengah hati. Namun, kenyataan bahwa usahanya memberikan hasil yang lumayan dalam waktu relatif singkat membuatnya bersemangat. Hal itu menjadi motivasi yang kuat untuk memajukan usahanya. (Nur khofifah )

Komentar

Berita lainnya