Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Penandatangan nota kesepakatan MoU oleh Bupati Kabupaten Tangerang Ahmad Zaki Iskandar dan Deputy Chief of Party USAID Jalin Chris Felley pada Rabu, 13 Februari 2019. (Dok. USAID)

Banten – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Alfamart dan Forum Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FOPKIA) dengan difasilitasi oleh USAID Jalin, meluncurkan Gerai KIA untuk mempermudah akses konseling kesehatan untuk ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Tangerang, Rabu (13/2).

Menurut Studi Banten II, Provinsi Banten sendiri mencatat jumlah kematian ibu sebanyak 240 orang pada 2016, atau sebanyak 5 orang ibu per minggunya. Sementara itu jumlah kematian bayi baru lahir pada tahun 2015 tercatat sejumlah 1380 neonatus. Penyebab terbesar kematian Ibu di Banten, pendarahan (38%) dan hipertensi (19%) dapat dicegah dengan deteksi dini dan penanganan yang cepat.

“Tujuan Gerai KIA adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang penggunaan buku KIA, resiko kehamilan dan persalinan, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), antenatal care sesuai standar, pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh MKIA dan meningkatkan pemahaman wanita usia subur tentang anemia dan kesehatan ibu-anak,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hj. dr. Desiriana Dinardianti, MARS.

BACA JUGA:  YKI Gelar Seminar dan Ajak Masyarakat Peduli Kanker Kulit

Untuk memperbaiki kesehatan ibu dan bayi baru lahir diperlukan kontribusi semua pihak dan Gerai KIA merupakan wujud kontribusi dari rekan-rekan yang terlibat.

“Alfamart merupakan salah satu industri ritel modern padat karya yang dekat dengan masyarakat, kerjasama ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak,” Solihin selaku Corporate Affairs Director di Alfamart.

“Program ini sangat menguntungkan bagi masyarakat sekitar toko terutama Ibu yang sedang mengandung atau wanita usia produktif, selain mendapatkan kemudahan dalam konsultasi masalah kandungan, para ibu juga akan mendapatkan beberapa hadiah menarik,” lanjutnya.

Dengan mempermudah akses kesehatan untuk Ibu dan bayi baru lahir, diharapkan dapat membantu menurunkan kematian Ibu dan bayi baru lahir di Banten. Di Gerai KIA, masyarakat bisa mendapatkan layanan informasi dan konseling tentang masalah KIA oleh Bidan Puskesmas dan Motivator KIA (MKIA) yang tersedia setiap hari Sabtu dari jam 10:00 hingga 12:00.

BACA JUGA:  50 Siswa Terpilih Menjadi Penerima Beasiswa SMART Ekselensia Indonesia Angkatan 16

“FOPKIA akan menggerakan MKIA dari tingkat desa untuk mendampingi ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Tangerang. Kemitraan ini akan berdampak positif bagi masyarakat, apalagi dengan adanya motivator yang mengajak pengunjung untuk mendapatkan konseling di Gerai KIA di Alfamart,” kata Atif Muhammad, Ketua FOPKIA Kabupaten Tangerang.

Pada tahap awal Gerai KIA akan dilaksanakan di lima lokasi di Kabupaten Tangerang yaitu Kecamatan Balaraja, Kecamatan Mauk, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Mekarbaru. Selanjutnya Gerai KIA diharapkan dapat direplikasi ke daerah lain dan provinsi lain di Indonesia.

Beth Elson, Acting Chief of Party USAID Jalin, mengatakan: “Penandatanganan MoU ini hanyalah awal dari inovasi kemitraan antara sektor swasta dan sektor publik dalam menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Kami berterima kasih atas komitmen yang diberikan Pemerintah Indonesia, Alfamart, dan FOPKIA yang bersama-sama mewujudkan kemitraan ini.”

BACA JUGA:  YKI Gelar Seminar dan Ajak Masyarakat Peduli Kanker Kulit

Jalin – dalam arti harfiahnya – merupakan program kesehatan ibu dan bayi baru lahir senilai 55 juta dollar untuk mengatasi faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang kompleks dan saling berkaitan. Dengan membangun pendekatan berbasis data yang efektif, berkelanjutan secara finansial, dan dapat diperluas, serta menghubungkan pemangku kepentingan dari beragam sektor, Jalin ingin menjadi katalisator pergerakan yang berpengaruh, memimpin dan menjaga kesehatan para ibu dan bayi baru lahir di seluruh Indonesia. USAID dan Kementerian Kesehatan memprioritaskan aktivitas Jalin di enam provinsi yaitu Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan). USAID Jalin adalah satu contoh dari berbagai program USAID di Indonesia, yang menunjukkan besarnya kerjasama antara kedua negara tersebut.

Komentar

Berita lainnya