RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

DEPOK – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi(Menristekdikti) RI, Prof. H. Mohamad Nasir meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang berada di dalam kompleks Kampus UI, Depok, Rabu (13/2)

RSUI merupakan RS Perguruan Tinggi Negeri pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services), mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga unggulan.

RSUI ini juga dirancang mempunyai kekuatan tahan gempa hingga 9,0 Skala Richter (SR).

BACA JUGA:  Sekolah Islam Ruhama Depok Gelar Penggalangan Dana Untuk Palestina

“Kita mengadopsi teknologi baru, di mana bantalan di setiap tiang pondasi dirancang agar bisa tahan gempa hingga 9,0 SR,” kata Direktur RSUI, Julianto Witjaksono.

Ia mengatakan, dengan bangunan yang mempunyai tahan gempa ini, maka para pasien akan merasa aman dan nyaman ketika berada di dalam ruangan tanpa ada rasa khawatir sedikitpun.

BACA JUGA:  Jaga Stabilitas Harga, Disdagin Depok Gelar Pasar Murah di 6 Kelurahan

“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Universitas Indonesia bekerja sama dengan Japan Internasional Cooperation (JICA) mendirikan Rumah Sakit pemerintah yang berada dibawah manajemen UI pada 30 Sepetember 2013 diatas tanah seluas 74.043 meter persegi.

Dikatakannya, RSUI merupakan rumah sakit pendidikan klas B yang menerapkan konsep kendali infeksi konfrehensif dan merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang berstruktur tahan gempa dengan memadukan layanan paripurna terintegrasi berbasis rumah sakit primer, sekunder, dan tersier untuk pendidikan, pelayanan dan penelitian berkelas internasional.

BACA JUGA:  Santunan dan Bukber Perum PKA dihadiri Wakil Ketua DPRD Depok

“Pelayanan unggulan RSUI adalah Neurokardiovaskular, High Risk Maternal dan Perinatologi, Infeksi topik, Pelayanan promotif dan prefentif lansia,” katanya.

Julianto menjelaskan kapasitas operasional awal menyediakan 300 tempat tidur (50 persen kelas 3), untuk pengembangan ke depan menyediakan hingga 900 tempat tidur.

Komentar

Berita lainnya