Opini: Menyorot Indonesia sebagai Dewan Keamanan Tidak tetap PBB

Pada tanggal 8 Juni 2018 lalu, Indonesia terpilih menjadi salah satu Dewan Keamanan tidak Tetap PBB selama dua tahun yang akan berakhir pada 2020. Indonesia berhasil memperoleh suara sebanyak 144 negara dari 190 negara yang memperebutkan kursi terakhir dengan negara Maladewa. Hasil ini diperoleh dari pemungutan suara tertutup dalam Majelis Umum PBB bertempat di New York City. Tentu dengan terpilihnya Indonesia menjadi Dewan Keamanan tidak tetap PBB ini akan menguntungkan Indonesia karena dapat melancarkan serta menjadi salah satu cara untuk menegakkan prinsip politik bebas aktif Indonesia yakni Politik Bebas Aktif.

BACA JUGA:  Hoaks Terjadi Akibat Rendahnya Budaya Literasi?

Menjadi Dewan Keamanan tidak Tetap PBB sangat berbeda dengan P5 atau biasa dikenal dengan Dewan Keamanan Tetap PBB. Karena Dewan Keamanan tidak Tetap PBB tidak memiliki hak istimewa yakni hak veto yang dapat menekan atau menahan suatu resolusi seperti yang dimiliki oleh Dewan Keamanan Tetap PBB. Sehingga Indonesia sebagai Dewan Keamanan tidak tetap seirngkali dianggap hanya sebuah simbol namun keputusan tetap berada di negara bergelar P5. Namun, dengan Indonesia menjadi salah satu anggota Dewan Keamanan PBB tidak tetap, Indonesia dapat menjaga stabilitas perdamaian dunia dengan merangkul organisasi kawasan regional dan aktif menyuarakan penghentian kejahatan internasional sesuai dengan kesesuaian solusi yang seharusnya diberikan oleh United Nations sebagai organisasi perdamaian dunia.

Indonesia berfokus kepada Isu terorisme, karena terorisme merupakan salah satu kejahatan kepada HAM (terhadap korban terorisme) serta mengancam kedaulatan dan stabilitas suatu negara. Indonesia juga berfokus kepada kemerdekaan Palestina. Untuk mempermudah hal ini, Indonesia dapat bersinergi dengan negara yang memiliki konsensus positif terhadap kemerdekaan palestina.

BACA JUGA:  Cinta Bisa Juga Kepada Bangsa Sendiri

Dengan Indonesia sebagai Dewan Keamanan Tidak tetap PBB akan sangat memberi peluang kepada Indonesia untuk berpartisipasi menyelesaikan pertikaian yang terjadi di dunia Internasional serta mewujudkan salah satu tujuan di dalam alinea keempat preambule UUD 1945 yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Oleh Maudyna Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia 2017.

Komentar

Berita lainnya