Menilik Bisnis Hotel Syariah di Indonesia

Ilustrasi. (Istimewa)

Hotel adalah suatu bentuk bangunan,lambang perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan,penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya diman semua pelayanan itu diperuntukkan untuk masyarakat umum,baik mereka yag bermalam di hotel teersebut atau mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu.

Hotel syariah adalah sebuah hotel yang berfungsi sebagaimana lazimnya yang operasional dan layanannya telah menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah atau pedoman ajaran agama islam,guna memberikan suasana tentram,nyaman,sehat dan bersahabat yang dibutuhkan tamu baik muslim maupun non muslim berdasarkan syariah/peraturan islam.

Seperti yang sudah kita ketahui di zaman sekarang sesuatu yang berbau islami memang sudah sangat minim sekali,salah satunya adalah hotel syariah, kebanyakan dari mereka yang melakukakn bisnis hotel menganggap bahwasanya berbisnis sesuatu yang berbau syariah tidak mudah Karena ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi si pembisnis,terutama memenuhi prinsip syariah itu sendiri yang berkaitan dengan prinsip halal dan serba syar’i seperti pakaian muslim untuk petugas hotel,seleksi tamu hotel yang cukup ketat,pelarangan minuman alkohol,pemisahan laki-laki dan perempuan mereka menganggap bahwa hal semacam itu sulit di terima masyarakat pada era sekarang ini.

Maka tidak heran banyak pembisnis tidak tergiur dengan bisnis yang satu ini dan tidak heran perkembangan hotel syariah di Indonesia ini dibilang sangat lamban.

Namun demikian bukan berarti bisnis hotel syariah tidak menguntungkan tetapi sebaliknya bisnis hotel syariah ini mungkin kedepannya menjadi bisnis yang sangat menguntungkan Karena wisatawan pasti menginginkan sesuatu yang berbeda.

Pada saat ini perkembangan bisnis perhotelan syariah di Indonesia semakin berkembang. Dari mulai hotel berbintang satu sampai dengan hotel berbintang lima. Hotel dapat berkembang dimana saja, baik di kota besar maupun di kota kecil. Bisnis perhotelan Syariah sudah berkembang menjadi sebuah bidang bisnis yang menjanjikan, dimana semua masyarakat global terutamanya umat muslim yang pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan atau hiburan sangat membutuhkan jasa penginapan atau hotel syariah. Sehingga bisnis hotel Syariah memiliki prospek yang sangat menjanjikan meskipun dalam pengelolaanya membutuhkan modal usaha yang besar dan tenaga kerja yang banyak sehingga mampu melayani wisatawan muslim dalam semua aspek kegiatan wisatanya.

BACA JUGA:  Filosofi Lompatan Dalam Hidup

Berbanding lurus dengan fakta, bahwa potensi parawisata Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dan bahkan disebut sebagai penyumbang 5% pendapatan demostik bruto (PDB). Keberadaan hotel dalam parawisata Indonesia juga di topang oleh kunjungan wisatawan mancanegara ( wisman) yang tahun 2012 tumbuh 5,04%, yakni dari 7,6 juta pada 2011 meningkat menjadi 8 juta pada 2012. Jumlah tersebut semakin meningkat di tahun 2013 menjadi 8,8 juta dan di tahun 2015 menjadi 10,4 juta wisatawan mancanegara.( data perkembangan wisatawan mancanegara 2010-2014 )

Hal ini akan didorong seiring berkembanganya masyarakat muslim global berdasarkan fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sebanyak 88,2% dari total penduduk Indonesia beragama Islam dan sebanyak 12,9% dari total Muslim di dunia, dengan jumlah mencapai 202,9 juta orang (Jafari dan Scott 2013). Dan juga Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan terbentang luas alam yang indah serta budaya yang tak kalah menarik tentu akan menjadi ikon wisata dunia baru apabila industri pariwisata dikelola dengan baik khususnya dalam penginapan wisatawan berupa hotel syariah. Tingkat kesadaran halal dan bersyariah semakin meningkat membuat tuntutan terhadap fasilitas hotel dalam usaha pariwisata Syariah juga meningkat. Essensi dari bersyariah adalah menyingkirkan hal hal yang tidak baik bagi manusia dan lingkungan ini berarti fasilitas hotel dan pariwisata Syariah bisa dinikmati semua masyarakat, tidak terbatas pada wisatawan muslim saja( muahham riefa makalah hotel Syariah hal 3)

Dengan adanya pendirian hotel berbasis syariah, dapat dikatakan mampu membawa misi untuk membersihkan jiwa masyarakat baik secara kolektif maupun individual dari adanya fitnah, gharar, maksiat dan sebagainya sehingga mampu mewujudkan terciptanya ketertiban masyarakat, dan aspek-aspek kesetiakawanan social. Hotel syariah merupakan salah satu tawaran yang menarik dalam rangka meningkatkan kualitas moral dan karakter bangsa Indonesia yang luhur.Hotel Syariah tidak hanya melayani tamu menginap yang beragama Islam saja, tetapi juga melayani tamu menginap yang bukan beragama Islam.tetapi juga melayani tamu menginap yang bukan beragama Islam. Sesuai dengan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim yaitu:

BACA JUGA:  Degradasi Moral Remaja Zaman Now

“Barang siapa yang benar-benar iman kepada Allah dan iman kepada hari akhir maka harus bicara baik atau diam. Barang siapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya menghormati tetangganya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tamunya”. (H.R Muslim)

Dari hadist diatas dapat difahami bahwa tamu yang dimaksud mencakup tamu wiasatawan global.Dapat diketahui dari kata “dhaifu” yang berarti dalam lafadz yang berlaku secara umum.Semua tamu wajib disambut dan dimuliakan berdasarkan ajaran hadist di atas. Seorang muslim juga diperintahkan untuk memenuhi hak-hak tamu, sesuai kemampuan yang dimiliki akan tetapi sangat disayangkan apabila ada alasan tuntutan untuk mencari keuntungan ekonomi semata, nilai luhur agama dan adat terabaikan. Seperti, demi meningkatkan pemasukan hotel, sejumlah hotel mengabaikan syarat-syarat bagi pengunjung hotel yang bukan suami istri untuk menginap, kamar “short time”, menyediakan pekerja seks komersil, perjudian, minuman keras dan narkoba. Hal ini mengakibatkan pola hidup dan perilaku sejumlah anggota masyarakat di sekitar obyek wisata menjadi menyimpang dari pola hidup dan perilaku aslinya. Dan tidak sedikit diantara mereka yang rela mengorbankan kode etik dan sopan santun untuk mengumpulkan keuntungan secara finansial. Seperti, ada sebagian orang yang berusaha keras sebagai perantara hotel untuk merayu para wisatawan untuk menginap dengan harapan orang tersebut memperoleh bonus dari pemilik hotel, ada pula yang secara terang-terangan menawarkan diri sebagai wali nikah mut’ah dalam wisata seksual berijab Kabul.(Naufal Rahardi, 2016)

Melihat peluang tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2015, telah merencanankan 13 Destinasi yang akan dikembangkan menjadi pariwisata halal di Indonesia. Salah satu daerah yang akan dikembangakan menjadi pariwisata halal yaitu Lombok, Nusa Tenggara Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki berbagai macam potensi daerah maupun komoditi strategis yang potensial bagi unit usaha, baik dari segi peternakan, pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, pariwisata, pertambangan maupun energi listrik. Dari segi pariwisata, Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi unggulan di Indonesia dalam bidang pariwisata dengan menonjolkan aspek keindahan pantai, gugusan pulau – pulau kecil d i sekitar Lombok maupun Sumbawa (Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, Gili Sudak, Gili Kapal, Gili Nanggu, Pulau Kenawa, dll), wisata air terjun maupun wisata dataran tinggi dengan ikon Gunung Rinjani dan Gunung Tambora ( Muhammad Suaidi, SE. Kasubbag Perencanaan pada Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPM PT) Provinsi NTB. “wawancara”. 14 Maret 2017. BKPM PTSP NTB ). Setiap tahunnya, pertumbuhan pariwisata di Provinsi NTB menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya ditelusuri dengan perhitungan jumlah wisatawan baik lokal maupun internasional yang berkunjung ke Provinsi NTB.Pada sekitar akhir tahun 2015 bahkan Provinsi NTB mendapatkan gelar kehormatan dengan menyandang gelar sebagai tujuan wisata halal kelas dunia. Disandangnya gelar tersebut merupakan capaian besar bagi NTB dan sekaligus menjadi sebuah pengakuan bahwa pariwisata merupakan potensi daerah unggulan yang berperan besar dalam meningkatkan perekonomian dan investasi bagi daerah.Terkait hal tersebut, untuk mengakomodir potensi wisata di NTB, pemerintah kemudian memfasilitasi keberadaan investasi dalam bidang pariwisata sehingga mampu menghasilkan keberadaan ratusan hotel maupun usaha pariwisata di NTB. Menurut data dari NTB dalam angka menunjukkan bahwa pada tahun 2015 terdapat sekitar 935 unit hotel di NTB dimana 50 hotel diantaranya merupakan hotel berbintang dan 885 hotel lainnya merupakan hotel kelas melati (BPS, 2015)

BACA JUGA:  Hari Tua Pekerja Tidak Pasti, Mendesak Revisi UU Dana Pensiun

Sigit Cahyono mengatakan dari sekian banyak hotel yang ada di Lombok ada satu hotel yang di bilang menjadi pionir dalam menyediakan fasilitas jasa penginapan yang berbasis Syariah atau halal yaitu grand madani by prasanthi hotel Syariah yang berada di jalan udayana, kota mataram , NTB. inilah hotel yang pertamakali mendeklarasikan diri sebagia hotel halal di bumi seribu masjid. Hotel ini mulai beroperasi pada tahun 2016 memang mengambil segmen pada konsep halal yang selaras juga dengan upaya pemvrop menjadikan NTB sebagai destinasi wisata halal. (Rahmaning Johariati)

Komentar

Berita lainnya