Mengapa Indonesia Harus Bebas dari Stunting?

(Dok. Istimewa)

Stunting ialah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentan waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Anak-anak yang stunting memiliki tinggi badang yang lebih pendek dari pada tinggi anak sebayanya. Prevalensi angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Data Riskesdas 2018, pervalensi stunting di Indonesia yaitu sebesar 30, 8%, yang artinya 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting. Sedangkan menurut standar WHO, suatu wilayah dianggap kronis jika prevalensinya berada di atas 20%.

BACA JUGA:  Mengatur Keuangan Diusia Muda Untuk Tenang Dimasa Tua

Selain berdampak pada tinggi badan anak, anak yang stunting pada umumnya juga rentan terhadap penyakit tidak menular seperti jantung; diabetes; gagal ginjal; hipertensi; stroke; dan penyakit tidak menular lainnya serta memiliki kecerdasan di bawah normal, sehingga akan mempengaruhi produktivitas anak tersebut ketika dewasa kelak. Padahal pada tahun 2020-2030 Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena bonus demografi, yang dimana jumlah penduduk produktif akan menyumbang jumlah populasi terbanyak di Indonesia. Anak-anak yang tumbuh pada generasi saat inilah yang kelak akan mengisi populasi terbesar tersebut, sehingga apabila kita ingin mengambil keuntungan dari fenomena bonus demografi, kita harus bekerja keras untuk mencegah stunting dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pencegahan stunting ini dapat dilakukan dengan cara memenuhi zat gizi ibu hamil,memberikan asi eksklusif pada usia 0-6 bulan, dan tambahan MPAS (Makanan Pendampin Asi) pada usia 6-24 bulan, memperhatikan asupan gizi anak terutama di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), memantau pertumbuhan anak di posiyandu secara rutin, dan menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA:  Hari Gini Masih Ada Buta Huruf, Tanggung Jawab Siapa?

Dalam memerangi stunting, tentunya kita tidak boleh hanya berpangku tangan kepada instasi yang bergerak di ranah kesehatan saja. Kesadaran akan bahayanya stunting perlu diketahui oleh semua kalangan dengan background apapun, karena ketika kita berbicara stunting sama saja kita sedang membahas persoalan generasi Indonesia yang akan mendatang. Anak adalah investasi masa depan, Yuk Cegah Stunting dari sekarang! (Ghina Aribah/ FKM UI)

BACA JUGA:  Membangun Wisata Halal di Indonesia

Comments

comments

Komentar

News Feed