Membangun Wisata Halal di Indonesia

Wisata halal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan wisata pada umumnya. Wisata halal merupakan konsep wisata yang memudahkan wisatawan Muslim untuk memenuhi kebutuhan berwisata mereka. Kebutuhan itu antara lain : adanya rumah makan bersertifikasi halal, tersedianya masjid/musholla di tempat umum, adanya fasilitas kolam renang terpisah antara pria dan wanita, dan lain-lain yang mengikuti prinsip syariah.

Wisata halal merupakan sebuah konsep pariwisata yang berpotensi untuk dikembangkan. Populasi Muslim dunia diprediksi akan mencapai 26,5% pada tahun 2030. Sedangkan jumlah pengeluaran wisatawan Muslim diprediksi akan mencapai 200 milyar dollar pada tahun 2020. Saat ini, hampir seluruh negara-negara di dunia mulai menjaring wisatawan Timur Tengah, seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, Thailand, dan lain-lain. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar dunia, sehingga sangat berpotensi untuk mengembangkan wisata halal. Berdasarkan survei, sebagian besar kegiatan wisatawan Muslim adalah untuk bersenang-senang tanpa meninggalkan syariat agama. Indonesia punya banyak sekali tempat untuk bersenang-senang tetapi minin tempat bersenang-senang yang islami.

BACA JUGA:  Menilik Bisnis Hotel Syariah di Indonesia

Pada tahun 2015, Indonesia meraih penghargaan dari “The World Halal Travel Summit & Exhibition” 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Lombok terpilih sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia mengalahkan Malaysia, Abu Dhabi, Turki, Qatar, dan beberapa negara nominasi lainnya.

Lombok tidak hanya mendapat penghargaan sebagai destinasi wisata halal terbaik, namun ia juga meraih penghargaan “Word Best Halal Honeymoon Destination” 2015 sebagai destinasi bulan madu halal terbaik dunia.wow bukan!!!!

Nggak cuma meraih penghargaan sebagai destinasi wisata halal terbaik, Indonesia juga punya Hotel Sofyan yang meraih penghargaan sebagai “Family Friendly Hotel” di ajang The Word Halal Travel Award 2015 sebagai Hotel halal terbaik di dunia. Ia mengalahkan Gloria Hotel Dubai dan Landmark Hotel Dubai dan lainnya.

BACA JUGA:  Menjadi Enterpreneur Muda Berkarakter

Seperti halnya Pencapaian Kementrian Pariwisata Indonesia di mata dunia membuat bangga. Pasalnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mengalami kenaikan cukup tinggi tahun lalu. Namun Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa masih ada yang kurang dalam hal kunjungan wisatawan asing, khususnya untuk jenis wisata halal.

Walaupun Indonesia mayorritas muslim namun jumlah wisatawan muslim ke Indonesia dinilai masih kalah jauh dari negara tetangga.”Kita kalah jauh dari negara tetangga wisatawaan muslim itu hanya 20 persen jadi kita punya 10 persen maka kita punya 2 juta sementara negara lain punya lebih banyak. Singapur lebih dari 25 persen maka kita naikkan menjadi 25 persen jadi 5 juta,” jelasnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Hari Gini Masih Ada Buta Huruf, Tanggung Jawab Siapa?

Saat ini Indonesia belum memiliki destinasi wisata halal yang banyak. Dari ribuan pulau yang dimiliki Indonesia baru memiliki tiga destinasi menuju halal yaitu Nusa Tenggara Barat, Sumatera barat dan Aceh.

Sementara kita mengetahui bahwasanya Indonesia adalah Negara islam terbesar di dunia,Negara yang sangat kaya akan wisatanya tetapi rendah akan wisatawannya.

Maka seharusnya ini yang menjadi pr kita kedepannya sebagai anak bangsa yang islami yaitu membangun wisata-wisata yang berbau islami agar Negara di ridhoi dan mendapat rahmat ilahi. (Dodi Saputra)

Comments

comments

Komentar

News Feed