Gejolak Sosial Kenakalan Remaja

Remaja merupakan istilah transisi seorang anak yang sudah mulai berusia 10 – 21 tahun. Pada tahap ini, remaja mulai mencari jati diri. Dimulai dari lingkungan terdekatnya, teman-temannya, hingga sampai lah dalam pergaulan yang dipilihnya. Pembentukan karakter seorang remaja, awalnya pasti berawal dari kedua orangtua. Bagaimana karakternya ketika remaja, ditentukan oleh pendidikan yang didapat dari kedua orangtuanya. Biasanya, seorang anak akan mengikuti apa yang dicontohkan oleh kedua orang tuanya. Dalam hal ini, para orangtua harus menanamkan sifat baik kepada anak-anaknya, agar kelak anak-anaknya menjadi seseorang yang membanggakan.

Selain itu, lingkungan pun mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang remaja. Mulai dari teman nongkrong, tempat nongkrong, hingga obrolan saat nongkrong bisa mempengaruhi pertumbuhan seorang remaja. Ada pepatah yang mengatakan “jika kita bergaul dengan penjual parfum, sudah pasti kita akan selalu wangi”. Pepatah ini mengistilahkan, jika kita bergaul dengan teman-teman yang salah, maka kemungkinan besar kita akan ikut terbawa kepada perbuatan yang salah. Isu kenakalan remaja sudah menjadi hal yang biasa diperbincangkan, terlebih hal ini banyak kaitannya terhadap pembentukan karakter seorang remaja.

Siapa saja yang dirugikan, terhadap kenakalan remaja?

BACA JUGA:  Menjadi Enterpreneur Muda Berkarakter

Dilansir dari detik.com “masa remaja sering dikenal dengan istilah dengan masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru saja mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau lingkungan pertemanannya. Akibatnya, para orangtua mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang tidak dapat diatur, bahkan bertindak melawan mereka.”

Apa sebenarnya penyebab utama kenakalan remaja? Orangtua atau lingkungan?

Menurut Karol Kumpfer dan Rose Alvarado, profesor dan asisten profesor dari University of Utah, dalam penelitiannya, menyebutkan bahwa kenakalan dan kekerasan yang dilakukan oleh anak dan remaja berakar dari masalah-masalah sosial yang berkaitan. Diantaranya adalah kekerasan pada anak dan pengabaian yang dilakukan oleh orangtua, munculnya perilaku seksual sejak usia dini, kekerasan rumah tangga, keikutsertaan anak dalam geng yang menyimpang, serta tingkat pendidikan yang rendah.

BACA JUGA:  Hari Gini Masih Ada Buta Huruf, Tanggung Jawab Siapa?

Dalam hal ini, orangtua dan lingkungan merupakan penyebab utama. Pengekangan terhadap seorang anak, akan membuat si anak merasa terbebani dan merasa harus selalu mengikuti apa yang orangtua nya katakan. Sehingga, si anak akan mencari cara agar keinginannya terpenuhi, akan tetapi tidak keluar dari aturan orangtua. Begitu pun kalau terlalu dibebaskan, si anak merasa bebas karena tidak adanya aturan yang ditetapkan oleh orangtua nya. Akibatnya, si anak akan melakukan hal-hal yang tidak memandang sisi negatif nya, karena tidak adanya batasan.
Kenakalan-kenakalan remaja yang sering terjadi sekarang antara lain :

Bolos sekolah

Biasanya, membolos terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap mata pelajaran yang disampaikan, guru-guru yang tidak begitu ketat dalam mengajar, atau terlalu serius dalam mengajar. Guru merupakan orangtua kedua bagi anak-anak di sekolah. Oleh karena itu, seorang guru pun harus menempatkan dirinya sebagai orangtua.

Tawuran pelajar

Tawuran terjadi karena adanya kesalah pahaman antar sekolah yang sebenarnya dapat diselesaikan secara baik-baik. Akan tetapi, selalu ada saja seorang provokator yang tidak terima jika permasalahan diselesaikan hanya dengan berbicara.

BACA JUGA:  Mengatur Keuangan Diusia Muda Untuk Tenang Dimasa Tua

Narkotika/minuman keras

Hal ini sering terjadi di kalangan pelajar yang ingin mengikuti tren, namun tidak tahu apakah itu negatif atau positif. Dan/ melampiaskan kemarahan bahkan kekesalan dengan menkonsumsi barang-barang haram tersebut.

Dan masih banyak lagi, perlakuan menyimpang lainnya yang disebut dengan kenakalan remaja. Karena banyaknya pihak yang dirugikan atas perlakuan menyimpang ini maka dari itu, untuk meminimalisir berikut beberapa solusi yang bisa dilakukan : perlu adanya kerjasama antara remaja itu sendiri, orangtua, guru-guru di sekolah serta pihak-pihak yang terkait agar perkembangan remaja dapat terarah, sehat dan bahagia. Selain itu, perlu adanya penanaman rasa takut untuk melakukan perbuatan negatif. Maka dari itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting untuk pembentukan karakter sang anak. Memasukkan si anak ke tempat yang berhubungan dengan pendidikan rohani seperti, les ngaji, dan sebagainya. (Qotrunnada)

Comments

comments

Komentar

News Feed