Peran Milenial Atasi Penurunan Mata Uang Rupiah

Oleh: Muhammad Iqbal Muttaqin, mahasiswa STEI SEBI

Dewasa kini perekonomian di Indonesia sedang mengalami penurunan mata uang rupiah. Hal ini dapat dilihat dari menguatnya dolar Amerika Serikat menjadi Rp14.889 dalam transaksi antarbank di Jakarta, hal itu terjadi pada selasa, 18 September 2018. Dolar menguat menjadi 18 poin dibandingkan posisi sebelumnya yakni Rp14.871. Penurunan mata uang ini antara lain disebabkan oleh berbagai macam faktor, Mulai dari faktor eksternal seperti; Mata uang kuat Asia seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu sentimen pelemahan rupiah,“ kata Ekonom Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, sampai dengan faktor internal, seperti : Terlalu banyaknya impor dan terlalu rendahnya ekspor sehingga terlalu sedikitnya cadangan devisa yang kita miliki, yang lebih parahnya lagi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus mengalami defisit sebesar 1,02 miliar dolar Amerika Serikat, yang lebih rendah dibandingkan Juli 2018 sebesar 2,01 miliar dolar Amerika Serikat.

Penerapan tarif impor Amerika Serikat tahap kedua membuat Pemerintah China berang dan mengancam untuk menarik diri dari pembicaraan perdagangan penyelesaian tarif tahap pertama yang sedang berlangsung. Hal itu menjelaskan bahwa ternyata penurunan mata uang tidak hanya terjadi di Negara Indonesia saja, melainkan juga merambah ke berbagai negara berkembang lainnya, seperti Swedia, Australia, dan beberapa Negara Asia seperti China, Jepang dan masih banyak negara lainnya yang terkena dampak akibat menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat ini. Pemerintah pun tak tinggal diam, Pemerintah melancarkan berbagai strategi guna menstabilkan kurs rupiah yang hampir menyentuh Rp15.000 per dolar Amerika Serikat. Lantas bagaimana peran pemuda untuk mengatasi segala permasalahan tersebut?

Generasi muda atau yang sekarang disebut generasi Milenial adalah generasi yang selalu haus akan ilmu pengetahuan, selalu haus akan hal baru yang inovatif dan kreatif, serta selalu optimis untuk menghadapi berbagai masalah yang menghadang. Tak sedikit prestasi suatu negara di raih oleh sosok pemuda. Di Indonesia sekarang ini banyak tersebar pemuda-pemuda yang kreatif dan inovatif dalam mengeluarkan ide-ide pemikiran secara gamblang. Bukan hanya itu, dengan adanya pemuda yang potensial sekarang ini menjadi sorotan bagi tiap Negara, seperti kata Bung Karno dalam pidatonya “Berikan aku 10 pemuda, maka akanku goncang dunia,” Kutipan tersebut memang benar adanya, bahwa pemuda dari zaman dulu bahkan hingga sekarang selalu menjadi bahan acuan kemajuan suatu bangsa. Hal itu dapat dilihat dari tolak ukur prestasi yang pernah didapatkan oleh Indonesia, misalnya. Pesawat pertama yang diciptakan oleh Indonesia adalah cipaan pemuda Indonesia yakni bj habibi pada masanya dan masih banyak yang lainnya. Selain mempunyai nilai potensial yang tinggi, pemuda Indonesia juga harus mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi serta rasa cinta tanah air yang membuat pemuda merasa resah jika hanya berdiam diri. Bukan pemuda indonesia namanya jika mereka hanya berdiam diri melihat bangsa ini sakit dan menderita.

BACA JUGA:  Mahasiswa UP Lakukan Giat Bersih Ciliwung

Jika suatu negara tidak mempunyai pemuda yang berjuang didalamnya, maka yakin dan pastikan Negara tersebut akan mengalami pemerosotan yang sangat tajam, baik itu dari aspek sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Namun, jika pemuda memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus Bangsa, maka yakin dan pastikan bahwa Negara tersebut akan mengalami masa kejayaannya sebentar lagi. Oleh karena itu, inilah beberapa solusi kreatif dan inovatif yang dapat dilakukan generasi milenial untuk mengatasi masalah penurunan mata uang rupiah, diantaranya :

BACA JUGA:  Mahasiswa Unindra Siapkan Kumpulan Cerpen ”Cinta Sang Politikus”

1. Mencintai produk lokal. Kita sebagai generasi muda Indonesia sudah sepantasnya mencintai produk-produk buatan Negeri sendiri. Hal itu tentunya dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, selain itu juga dapat membantu meningkatkan nilai mata uang rupiah. Hal tersebut dapat di mulai dari mengurangi konsumtif barang Luar Negeri terutama dalam bidang fashion, makanan dan lain sebagainya, apabila didalam Negeri masih mampu untuk memenuhi kebutuhan kita, maka sudah sepantasnya kita gunakan barang-barang yang berasal dari dalam negeri terlebih dahulu.

2. Membuat produk yang kreatif dan inovatif. Dengan kita membuat produk, maka secara otomatis kita membantu perekonomian Indonesia, bahkan kita juga dapat membantu meningkatkan nilai mata uang rupiah apabila kita lebih meningkatkan pada tingkat Ekspor yang banyak. Maka sedikitnya kita akan dapat membantu meningkatkan mata uang rupiah.

3. Memperbanyak ekspor. Apabila kamu adalah generasi pemuda pengusaha, maka alangkah bagusnya jika usahamu sudah dapat merambah hingga ke Mancanegara. Karena dengan kita banyak mengekspor keluar negeri maka nilai penjualan Indonesia akan meningkat signifikan dengan peningkatan rupiah.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unindra Siap Luncurkan Kumpulan Cerpen “Aku Salah Mencintaimu”

4. Menukarkan dolar dengan rupiah. Semakin banyak mata uang beredar maka akan semakin lemah nilai mata uang tersebut, sebaliknya semakin sedikit jumlah mata uang yang beredar, maka akan semakin menguat nilai mata uang tersebut. Dengan kita menukarkan dolar dengan rupiah, otomatis kita sudah membantu mengatasi permasalahan penurunan mata uang rupiah, karena dengan menukarkan dolar dengan rupiah maka kita akan menekan penyebaran uang dolar di Indonesia, itu berarti kita sudah membantu menguatkan nilai mata uang rupiah.

5. Berhemat. Pengeluaran suatu Negara bergantung pada pengeluaran masyarakatnya, semakin boros belanja suatu masyarakat maka semakin banyak nilai rupiah yang tersebar, alangkah baiknya uang yang belum kita butuhkan disimpan dalam bank, agar penyebaran mata uang rupiah tidak melimpah dan akan menguatkan nilai mata uang rupiah tersebut.

Itulah beberapa langkah yang sedikitnya dapat kita terapkan dalam keseharian kita. Sudah saatnya kita sebagai generasi muda membangun Bangsa, kembangkan diri dan potensi, saatnya kembali untuk bersama bergenggam tangan untuk kebangkitan Negeri ini. Karena pada hakikatnya negeri ini butuh jiwa-jiwa muda optimis yang berjiwa nasionalisme. Meski bukan perubahan signifikan yang kita lakukan, setidaknya kita dapat membuat perubahan-perubahan kecil dalam hidup ini. Kebanyakan orang tidak mau mengambil kesempatan untuk sesuatu yang terlihatnya kecil. Padahal sesuatu yang besar dipupuk dari hal-hal yang kecil. Puncak gunungpun didaki oleh langkah-langkah kecil tapi pasti, bukan oleh seberapa cepatnya kamu berlari.

Komentar

Berita lainnya