Peluang Fintech di Era Industri 4.0

Ilustrasi.(Istimewa)

Belakangan ini kita banyak mendengar cuitan kata Era Industri 4.0. Sebagian telah menyadari akan keberadaanya, dan sebagian masih bertanya sebenernya apa itu Era Industri 4.0. Industri 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Ini termasuk sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan dan komputasi kognitif.

Tentang sejarah Era Industri 4.0 di Indonesia , singkatnya kini Indonesia memasuki tahap ke-empat Revolusi Industrialisasi di dunia. Tahap pertama atau Era Industri 1.0 dimulai pada akhir abad ke 18 Masehi dengan ditemukannya tenaga uap dan kekuatan alat tenun yang otomatis mengubah cara produksi di kalangan masyarakat. Setahun berikutnya dikenal dengan era industri 2.0 ditandai dengan ditemukannya listrik dan jalur perakitan yang memungkinkan untuk perakitan masal. Pada 1970-an, revolusi industri ketiga dimulai ketika kemajuan dalam otomatisasi bertenaga komputer memungkinkan kita memprogram mesin dan jaringan.

Dan pada hari ini kita telah memasuki era industri yang ke empat atau kerap dikenal dengan Era Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 erat kaitannya dengan teknologi fisik dan digital yang digabungkan melalui analitik, kecerdasan buatan, teknologi kognitif, dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan perusahaan digital yang saling terkait dan mampu menghasilkan keputusan yang lebih tepat. Tentu revolusi industri 4.0 ini berpengaruh pada kehidupan masyarakat, para pekerja dan mengubah perekonomian di Indonesia sendiri.

BACA JUGA:  Sambut Ramadan Alfamart Gandeng Jaringan IDN, Mudahkan Bayar Tagihan Pendidikan

Dapat dilihat tentang bagaimana kinerja perindustrian ekonomi Indonesia berdasarkan revolusi industri 4.0, dapat dikatakan semua transaksi akan menggunakan internet atau konektivitas dalam pelaksanaannya. Era industri 4.0 mengharuskan penggunanya pintar dalam menggunakan layanan internet. Dengan adanya era industri 4.0 ini diharapkan dapat mempermudah dan mengefektifkan pendistribusian produk perusahaan ke tangan masyarakat dengan langkah semudah menggerakan jari pada smartphone dan website yang dapat dikunjungi masyarakat secara bebas.

Dilansir dari mobnasesemka.com berikut adalah beberapa peluang dalam Industri 4.0 :

-Memberikan informasi real-time tentang arus barang dari titik asal ke konsumen
-Perincian peristiwa: komposisi fisik, manufaktur, dan nomor seri
-Transparansi tentang faktor seperti asal produk
-Peningkatan visibilitas proses pengiriman dan status ketersediaan
-Tautan ke struktur proses bisnis back-end (menggunakan ERP, EMS, CRM, dan sebagainya.
-Informasi real-time dan analisis prediktif akan meningkatkan perencanaan dan alokasi ke tingkat berikutnya
-Integrasi horizontal akan menurunkan biaya untuk menangani jaringan rantai pasokan yang kompleks
-Integrasi saluran yang mulus akan bergantung pada pengiriman last-mile yang nyaman dan hemat biaya
-Transparansi pada kualitas dan asal akan membantu perusahaan untuk membedakan di pasar dan memenuhi permintaan konsumen

BACA JUGA:  Mencintai Diri Tak Berarti Narsis

Masuknya revolusi industri 4.0 ke Indonesia tentu didukung oleh merambatnya kemudahan teknologi di berbagai system aspek kehidupan , lalu muncullah inovasi – inovasi baru yang semakin mempermudah kebutuhan masyarakat seperti dengan munculnya tekonologi keuangan atau yang biasa disebut dengan Financial Technologi atau Fintech.

Fintech pun berkembang ke berbagai sektor di perekonomian masyarakat seperti start up pembayaran, peminjaman dan uang elektronik.

Dengan adanya Fintech sangat membantu kebutuhan keseharian manusia, misalnya terkait pembayaran listrik, tagihan, pembayaran jaminan dan sebagainya kini masyarakat tak lagi harus datang ke outlet atau kantor lalu antre untuk membayar tagihan , masyarakat dapat melakukannya dengan mudah semudah menggerakan jari di ponsel pintar. Fintech sangat membantu dan bahkan memberikan keuntungan lebih kepada masyarakat , dulu sebelum adanya jasa transfer bebas masyarakat dikenakan biaya administrasi jika mentrasfer ke bank lain dengan biaya yang cukup boros jika terus menerus dilakukan, kini hadir adanya Flip dan aplikasi bebas transfer yang lain yang menggratiskan biaya administrasi transfer antar bank.

BACA JUGA:  Brand Fashion Ternama Ini Resmi Diluncurkan di Indonesia

Tak heran perusahaan Financial Technologi makin berkembang pesat di Indonesia karena telah terbukti memberikan feedback baik terhadap konsumen di Indonesia. Terkuhususnya para millenials yang memiliki daya konsumsi tinggi dengan kesibukannya yang padat, para millenials akan memilih jalan pembayaran yang paling mudah dan menguntungkan. Begitupun kebutuhan keluarga lain seperti pemesanan tiket untuk beribur dan kebutuhan keluarga sekarang dapat mudahnya dipesan di berbagai aplikasi traveling dengan system pembayaran yang sangat mudah.

Dengan makin pesatnya Fintech di Indonesia diharapkan dapat selalu menjaga privasi dan keamanan konsumen. Selain itu dengan berkembangnya Fintech diharap dapat memajukan perekonomian Indonesia khususnya dalam menghadapi perekonomian yang dinamis pada akhir-akhir ini. (Fathia Akramia Hamas)

Komentar

Berita lainnya