Opini: Politik Ruwet dan Membingungkan

Tahun 2018 telah berlalu, dengan memberi kesan dan pesan yang sangat istimewa bagi semua orang dengan harapan akan menjadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan melihat kebaikan dan keburukan yang telah terjadi pada 2018 lalu, namun apakah 2019 menjadi awal yang bagi semua rakyat Indonesia terutama yang dihadapi gejolak politik?

Januari ini merupakan bulan awal tahun yang harus mendasari awal sebuah tahun yang baik, dengan menambah semangat dalam bekerja, berkarya dan berjaya. “Karena dasarnya keutamaan terdapat di permulaan” . maka dari itu januari merupakan bulan penuh harap bagi masyarakat yang pada bulan akhir di tahun di tutup dengan adanya musibah yang melanda negri kita di laut serang banten pada tanggal 23/12/2018 lalu, tentunya harapan masyarakat inonesia setelah badai akan ada matahari yang datang dari musibah itu, serta masyarakat terutama dalam kehidupannya masing-masing baik dalam karya, kerja, karir, maupun status sosial agar menjadi lebih baik.

Kesan yang diberikan pada awal tahun ini menjadi harapan masyrakat dibingungkan dengan gejolaknya pemilu baik CAPRES dan CAWAPRES , DPR RI , dan Yang akan dipilih kali ini, sepasang presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Kota/Kabupaten.

BACA JUGA:  Mengapa Indonesia Harus Bebas dari Stunting?

Ditengah bulan awal tahun ini nampaknya belum menjadi awal yang baik bagi masyarakat, dimana arus gejolak politik yang terjadi ditengah masyarakat yang semakin ruwet dan membuat bingung, dimana diantara kedua kubu pasangan calon yang akan mendaftarkan diri yang saling menjatuhkan dan saling menebarkan hoax dimana-mana. Nampaknya awal tahun yang belum memberikan kesan yang baik. Karena harapan yang berbuah perpecahan yang membuat kita saling menyebar hoax dan saling menjatuhkan demi pasangan calon pilihan hatinya masing-masing.

BACA JUGA:  Menilik Bisnis Hotel Syariah di Indonesia

Arus politik yang bergejolak dari masa ke masa merupakan sebuah tradisi, namun berbeda dengan tahun 2019 ini dimana PEMILU diadakan serentak dengan memilih sekaligus 5 pilihan dari CAPRES sampai DPRD daerah maupun kota, selain banyaknya pilihan yang harus dipilih, banyak juga kemungkinan yang menjadikan kita lupa arti sebuah persatuan , bukankah kita diberi pilihan agar saling menghargai perbedaan masing-masing, bukan malah menjatuhkan satu sama lain.

Persatuan yang kita dambakan saat melawan penjajah dahulu, kesatuan yang kita inginkan ketika mengusir penjajah dahulu, persatuan yang menjadikan kuat dan tidak bisa dikalahkan hingga menjadikan kita bangsa yang merdeka, dimanakah rasa persatuan itu? Anda boleh berpolitik, tapi tidak merebut persatuan dan menghancurkan kesatuan kita , pemilu bukan ajang untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Ajang untuk memberi kesan damai dan menghargai perbedaan dengan pilihannya masing-masing.

BACA JUGA:  Gejolak Sosial Kenakalan Remaja

Nampaknya Januari awal dari tahun gejolak bara api yang tidak memberi kehangatan bagi kita semua, melainkan api perpecahan yang membuat kita menjadi semakin panas dan membakar semua yang ada hingga menjadi abu yang berdebu, semoga pemilu lebih baik dengan memberi kesan damai tanpa menjatuhkan , dengan berkurangnya hoax dan fitnah , serta bertambahnya jiwa persatuan untuk kita semua dengan menghargai perbedaan pilihan dalam PEMILU.

Comments

comments

Komentar

News Feed