Motivasi dalam Belajar

Motivasi sagat penting artinya dalam kegiatanbelajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar, seorang siswa yang belajar tanpa motivasi (kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.

Motivasi memegang peranan yang sangat penting dalam belajar, Maslow (1945) dengan teori kebutuhannya, menggambarkan hubunganhirarkhis dan berbagai kebutuhan, di ranah kebutuhan pertama merupakan dasar untuk timbul kebutuhan berikutnya. Jika kebutuhan pertama telah terpuaskan, barulah manusia mulai ada leinginan untuk memuaskan kebutuhan selanjutnya. Pada kondisi tertentu akan timbul kebutuhan yang tumpang tindih, contohnya adalah orang inginmakan bukan karena lapar tetapi karena kebutuhan lain yang mendorongnya. Jika suatu kebutuhan telah terpenuhi atau terpuaskan, itu tidak akan muncul lagi untuk selamanya, tetapi kepuasan itu hanya untuk sementara waktu saja. Manusia yang dikuasai oleh kebutuhan yang tidak terpuaskan akan termotivasi untuk melakukan kegiatan guna memuaskan kebutuhan tersebut (Maslos, 1945)

Dalam implikasinya pada dunia belajar, siswa atau pelajar yang lapar tidak akan termotivasi secara penuh dalam belajar. Setelah kebutuhan tingkat berikutnya adalah rasa a,an. Sebagai contoh adalah seorang siswa yang merasa terancam atau dikucilkan baik oleh siswa lain maupun gurunya, maka ia tidak akan termotivasi dengan baik dalam belajar. Ada kebutuhan yang disebut harga diri, yaitu kebutuhan untuk merasa dipentingkan dan dihargai. Seorang siswa yang telah terpenuhi kebutuhan harga dirinya, maka ia akan percaya diri, merasa berharga, merasa kuat, merasa mampu/bisa, merasa berguna dalam hidupnya. Kebutuhan yang paling utama atau tertinggi yaitu jika seluruh kebutuhan secara individu terpenuhi maka akan merasa bebas untuk menampilkan seluruh potensinya secara penuh. Dasarnya untuk mengaktualisasikan sendiri meliputi kebutuhan menjadi tahu, mengerti untuk memuaskan asper-aspek kognitif yang paling mendasar.

BACA JUGA:  Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Era Turki Usmani

Jenis-jenis motivasi :

  • Motivasi instrinsik, yang tibul dari dalam diri individu, misalnya keinginan untyuk mendapat keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pengertian, pengembangan sikap untuk berhasil, keinginan diterima oleh orang lain
  • Motivasi ekstrinsik, yang timbul akibat adanya pengaruh dari luar individu. Seperti hadiah, pujian, ajakan, suruhann, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian orang mau nelakukan sesuatu (Tabrani, 1992; 120)
BACA JUGA:  Pemikiran Ekonomi Ulama Cordova Imam Yahya bin Ummar

Lalu bagaimana cara untuk meningkatkan motivasi siswa agar mereka memiliki motivasi siswa agar mereka memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, jhususnya bagi mereka yang memiliki motivasi rendah dalam berprestasi.

Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, yaitu sebagai berikut :

  • Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik, makin jelas tujuan maka makin besar pula moyivasi dalam belajar.
  • Hadiah, berikan hadiah kepada siswa/i yang berprestasi. Hal ini akan sangat memicu siswa untuk lebih giat dalam berprestasi, dan bagi siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli siswa yang telah berprestasi.
  • Saingan/kompetisi, guru berusaha mengadakan persaigan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
  • Pujian, sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang membangun seperti “beri tepuk tangan, kerja yang bagys, wah itu kamu bisa”.
  • Membangkitkan dorongan kepada anak-anak didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal kepada peserta didik, khususnya bagi mereka yang secara prestasi tertinggal oleh siswa lainnya.
  • Hukuman, hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
  • Membentuk kebiasaan belajar yang baik, ajarkan kepada siswa cara belajar yang baik, entah itu ketika siswa belajar sendiri maupun secara kelompok. Dengan cara ini siswa diharapkan untuk lebih termotivasi dalam mengulang-ulang pelajaran ataupun menambah pemahaman dengan buku-buku yang mendukung.
  • Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.
    Menggunsksn metode yang bervariasi untuk membangkitkan semangat siswa agar siswa tidak merasa jenuh, dan yang tidak kalaah penting adalah bisa menampung semua kepentingan siswa.
  • Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Baik itu media visual maupun audio visual.
BACA JUGA:  Teori Komparatif Kebijakan Abu Yusuf dan Adam Smith Terkait Kurva Permintaan dan Penawaran

Ditulis oleh: Dina Maulidya

Referensi :
Goleman, Daniel, Emitionsl Intelligence kecerdasan emosional mengapa EQ lebih penting daripada IQ, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001.

Komentar

Berita lainnya