Mengenal Ummahatul Mukminin

Selama hidupnya, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menikahi sebelas orang wanita shalihah lagi mulia yang menemani perjalanan dakwahnya. Sebelas orang tersebut membangun rumah tangga yang sakinah bersama Rasulullah hingga maut yang memisahkan. Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah merupakan istri yang wafat lebih dulu dari Rasulullah, sedangkan kesembilan istrinya yang lain hidup bersama Rasulullah hingga beliau wafat di usia 63 tahun.

Tentunya, pernikahan yang dilakukan oleh Rasulullah bukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Melainkan untuk tujuan dakwah agar islam semakin kuat dan juga untuk melindungi, menanggung kebutuhan serta mengangkat derajat wanita-wanita tersebut. Ummahatul Mukminin, merupakan sebutan bagi para istri Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Dan mereka adalah :

Khadijah binti Khuwailid

Khadijah radhiallahu ‘anha merupakan seorang wanita Quraisy yang terkenal dengan kemuliaannya. Ia dinikahi di usia 40 tahun oleh Rasulullah dan wafat di usia 65 tahun. Akhlaknya yang mulia dan kelembutan hatinya membuat Ia tidak pernah mendustakan risalah dakwah yang Rasulullah sampaikan. Bahkan Ia adalah orang pertama yang beriman kepada Rasulullah. Beliau selalu menyemangati dan menguatkan jalan dakwah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Dari Khadijah, Rasulullah dianugrahi enam orang anak, yakni Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Qultsum dan Fatimah.

Saudah binti Zam’ah

Setelah wafatnya Khadijah binti Khuwailid, Rasulullah menikah dengan Saudah radhiallahu ‘anha. Saudah merupakan wanita Quraisy keturunan Bani ‘Amir. Beliau merupakan seorang janda yang dinikahi oleh Rasulullah 3 tahun sebelum hijrah. Khoulah binti Hakim merupakan orang yang menyarankan Rasulullah untuk menikahi Saudah. Diperkirakan saat dinikahi Rasulullah, Saudah berusia 55 tahun. Dan Ia wafat diakhir pemerintahan Umar bin Khattab.

Aisyah binti Abu Bakar

BACA JUGA:  Hedonisme? Katakan No!

Aisyah radhiallahu ‘anha merupakan anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia dinikahi oleh Rasulullah di usia 6 tahun. Karena usianya yang masih belia, Rasulullah baru menggaulinya di usia 9 tahun. Aisyah merupakan wanita yang cerdas dan cantik. Ia satu-satunya istri yang dinikahi Rasulullah dengan status masih gadis. Saat usianya 18 tahun Rasulullah wafat meninggalkannya. Setelah ditinggal wafat oleh Rasulullah, tidak ada istri nabi yang menikah lagi dengan laki-laki lain. Di usia 65 tahun, Aisyah wafat menyusul Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Hafshah binti Umar

Jika Aisyah merupakan putri dari Abu Bakar, maka Hafshah merupakan putri dari Umar bin Khattab. Kedua sahabat nabi ini mendapatkan kehormatan untuk menjalin hubungan kekerabatan yang mulia yakni menjadi mertua dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Hafshah merupakan seorang janda dari Khunais bin Khudzafah As-Sahmi. Suaminya meninggal karena terluka dalam perang badar. Ia dipinang oleh Rasulullah di usia 21 tahun. Hafshah wafat di masa kekhalifahan Utsman bin Affan.

Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah merupakan seorang janda dari Abdullah bin Jahsy yang wafat dalam perang uhud. Zainab merupakan istri Rasulullah yang senang sekali bersedekah. Ia dipersunting oleh Rasulullah pada bulan Ramadhan tahun 3 Hijriah. Namun di usianya yang ke 30 tahun, Zainab wafat meninggalkan Rasulullah lebih dulu.

Hindun binti Abu Umayyah

Hindun radhiallahu ‘anha sering dipanggil juga dengan Ummu Salamah. Beliau adalah anak dari Umayyah bin Al-Mughirah. Suaminya dulu adalah Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asal Al-Makhzumi Al-Quraisyi. Mereka berdua merupakan orang-orang yang pertama menyambut dakwah Islam. Ummu Salamah dikenal sebagai wanita dari Bani Makhzum, anak dari orang yang paling dermawan di kalangan Quraisy. Usia Ummu Salamah mencapai 85 tahun, Ia wafat pada tahun 61 Hijriah.

BACA JUGA:  Hedonisme? Katakan No!

Zainab binti Jahsy

Zainab binti Jahsy merupakan mantan istri dari anak angkat Rasulullah, yaitu Zaid bin Haritsah. Pernikahan keduanya tidak berlangsung langgeng sehingga berakhir pada perceraian. Kemudian Zainab dinikahi oleh Rasulullah atas perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pernikahan ini dilakukan untuk meluruskan budaya masyarakat yang menganggap anak angkat sama seperti anak kandung, dimana hukum syariat tentang waris, mahram dan pernikahan adalah sama. Padahal anggapan masyarakat pada saat itu salah, sehinggal Allah memerintahkan Rasulullah menikahi Zainab untuk menghapus budaya tersebut. Zainab binti Jahsy wafat di masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Juwairiyah binti Al-Harits

Juwairiyah radhiallahu ‘anha merupakan anak dari kepala kabilah Bani Musthaliq, yakni Al-Harits bin Abi Dhirar. Pada saat itu Juwairiyah menjadi tawanan perang, ayahnya wafat ketika terjadi peperangan antara Bani Musthaliq dan umat Islam. Juwairiyah radhiallahu ‘anha dinikahi Rasulullah pada tahun 5 Hijriah. Tujuan pernikahan ini ialah untuk menaklukkan hati Bani Musthaliq agar mau menerima dakwah Islam. Karena pernikahan tersebut, para sahabat Nabi sampai membebaskan tawanan Bani Musthaliq yang lainnya. Hingga Aisyah radhiallahu ‘anha memberi julukan kepadanya sebagai wanita yang penuh keberkahan untuk kaumnya.

Ummu Habibah binti Abu Sufyan

Nama asli dari Ummu Habibah adalah Ramlah binti Abu Sufyan. Ia merupakan seorang janda dari Ubaidullah bin Jahsy. Suaminya pada saat hijrah ke Habasyah, murtad menjadi seorang Nasrani. Hingga akhirnya mereka bercerai, dan Ummu Habibah dilamar oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Resepsi pernikahan tersebut diwakilkan oleh An-Najasyi sebab pada saat itu Rasulullah sedang berada di Madinah. Akhirnya pada 7 Hijriah, Ummu Habibah tiba di Madinah dan menjalani rumah tangganya bersama Rasulullah.

BACA JUGA:  Hedonisme? Katakan No!

Shafiyah binti Huyai

Shafiyah binti Huyai merupakan keturunan Bani Nadhir dan Bani Israil. Nasabnya bersambung sampai ke Nabi Harun ‘Alaihissalam. Ayahnya Huyai bin Akhtab merupakan tokoh yang terkenal di kalangan Yahudi. Saat terjadi Perang Khaibar, Shafiyah binti Huyai menjadi tawanan perang umat Islam. Pada awalnya, Shafiyah radhiallahu ‘anha dipilih oleh Dihyah bin Khalifah untuk menjadi budaknya. Namun salah seorang sahabat datang menyarankan kepada Rasulullah untuk menikahi Shafiyah karena kedudukannya yang mulia sebagai keturunan Bani Nadhir. Akhirnya Rasulullah memanggil kembali Shafiyah dari Dihyah, dan menikahinya.
Hikmah dari pernikahan tersebut adalah bahwa Islam sangat menjaga kemuliaan seseorang. Jika sebelum masuk Islam Shafiyah merupakan wanita yang mulia karena nasabnya, maka setelah masuk Islam Ia semakin mulia karena statusnya sebagai istri dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Maimunah binti Al-Harits

Wanita terakhir yang dinikahi oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Maimunah binti Al-Harits. Tujuan dari pernikahannya dengan Rasulullah adalah untuk melunakkan hati Bani Hilal agar mau memeluk Islam dan meneguhkan keislamannya. Maimunah radhiallahu ‘anha dinikahi Rasulullah di usia 36 tahun. Dan diusianya yang ke 80 tahun, Maimunah binti Al-Harits wafat saat sedang safar antara Mekah dan Madinah.

Itulah nama-nama Istri dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang biasa dipanggil dengan sebutan Ummahatul Mukminin. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca untuk semakin mengenal istri-istri dari Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Penulis : Dita Fauziah – Mahasiswi STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya