Kurangnya Pemahaman Membuat Perbankan Syariah Kurang Diminati Mahasiswa

Perbankan syariah hadir sebagai alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia dan juga memberikan pelayanan-pelayanan syariah. Perbankan syariah dan konvensional secara sinergi mendukung mobilisasi dana masyarakat secara luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional. Perbankan syariah yang di wujudkan bank Indonesia adalah perbankan syariah yang modern yang bersifat universal terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Sebuah sistem perbankan yang menghadirkan bentuk-bentuk aplikatif dari konsep ekonomi syariah yang di rumuskan secara bijaksana , dalam konteks kekinian permasalah yang sedang di hadapi oleh masyarakat Indonesia, dan tetap memperhatikan kondisi sosial kulturnya.

Namun perbankan syariah masih belum di kenal luas di kalangan masyarakat sebagai solusi perekonomian Indonesia, dan juga banyak masyarakat yang beropini bahwa perbankan syariah sama saja dengan perbankan konvensional, karena banyaknya opini yang beredar seperti yang diatas membuat minat perbankan muda kurang dalam ambil peran di perbankan syariah. Mungkin solusi untuk permasalahan di atas harus banyak pemahaman yang menjelaskan pentingnya perbankan syariah untuk mengatasi permasalahan perokonomian di Indonesia, bisa dalam bentuk seminar, menaruh iklan-iklan, dan lain-lain.

Salah satu kurangnya minat mahasiswa dalam bekerja di perbankan syariah karena belum di kasih pengalaman kerja di perbankan itu sendiri, maka karena itu sebaiknya jurusan perbankan sayariah dalam mengerjakan tugas akhir di sarankan magang ke bank-bank sayriah agar mereka tau akan kinerja bank syariah, dalam hal prakteknnya, karena banyak mahsiswa perbankan syariah yang ketika lulus lebih memilih bekerja di perbankan konvensional karena mereka mengira bahwa perbankan konvensional lebih bagus dari syariah mereka hanya melihat dari luarnya, jikalau mereka melakukan tugas akhir megang di perbankan syariah maka mereka akan melanjutkan bekerja di perbankan syariah ketika sudah lulus.

BACA JUGA:  Puncak Gebyar Muslimah 2019

Kurangnya pemahaman tentang bahaya riba dalam kehidupan, hal ini juga termasuk problematika managemen SDM perbankan syariah, maka karena itu banyak perbankan muda yang yang bekerja di perbankan konvensional, dan juga banyak opini masyarakat yang berfikiran bahwa perbankan syariah itu tidak sepenuhnya bebas dari riba, jadi mereka berfikiran bahwasanya perbankan sayriah sama saja dengan konvensional. saya melihat dari beberapa orang di kampus penulis malah memakai rekening dari bank konvensional,bukan bank syariah, dari sana kita bisa melihat bahwasannya para pelajar yang mempelajari perbankan syariah atau yang belajar di jurusan perbankan syariah hanya mempelajari ilmu ilmu tentang perbanksan syariah saja,bukan benar benar ingin perkembangan bank syariah,bagaimana perbankan syariah ingin berkembang dengan pesat apabila anak perbankan saja memakai atau menyimpan uangnya saja di bank konvensional.bagaimana masyarakat bisa tertarik apabila nasabah di perbankan syariah hanya sedikit.

BACA JUGA:  STBA LIA Perkuat Kompetensi Menulis Mahasiswa

Banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di perbankan syariah,tetapi ia tidak meniatkan dirinya untuk menggunakan produk syariah, ia tidak ingin anaknya mencari ilmu tentang bank syariah dan ingin dijelaskan kepada dirinya.menurut saya mengapa SDM perbankan syariah justru bukan dari lulusan perbankan syariah malah dari perbankan konvensional,karna kurangnya lulusan perbankan syariah yang berkualitas untuk benar benar mengembangkan perbankan syariah di Indonesia.

Pandangan penulis terhadap fakultas perbankan syariah,siapa saja bisa masuk kedalam fakultas tersebut,bahkan dengan sangat mudah pelajar tersebut masuk kedalam fakultas perbankan syariah.menurut saya inilah penyebabnya mengapa perbankan syariah lebih banyak mengambil SDM dari bank konvensional karena melihat dari kualitas alumni perbankan syariah yang kurang, karena masuk kedalam fakultas perbankan syariah itu mudah,atau fakultas perbankan syariah adalah pilihan terakhir ketika ia telah ditolak dari fakultas fakultas lainnya. Dan juga banyaknya perbankan syariah yang setelah mereka lulus malah bekerja di lembaga amil zakat. Karena mungkin ketika mereka menjadi mahasiswa mereka sering magang di lembaga-lembaga amil zakat, dan ketika mereka sudah merasa nyaman maka mereka akan terus menerus bekerja di situ. Coba mereka magang di perbankan syariah maka saya yakin ketika mereka menjadi sarjana maka minat mereka bekerja di perbankan syariah akan lebih besar.

BACA JUGA:  Puncak Acara Islamic Economic Days 2019

Dan untuk kedepannya alangkah lebih baiknya SDM perbankan syariah di ambil dari lulusan-lulusan perbankan syariah itu sendiri, agar SDM perbankan syariah lebih berkualitas dalam segi pemahaman syariah, dan kinerja-kinerjanya.

Oleh : Nanda Yurit Zul Hananah – STEISEBI

Komentar

Berita lainnya