Komunitas Kita Menulis Tumbuhkan Semangat Menulis

Akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Aceh dan Sumut menghadiri grand launching komunitas Kita Menulis yang dirangkaikan dengan acara penulisan buku yang baik, Sabtu (19/1/2019) bertempat di Aula STIM Sukma Jalan Sakti Lubis Medan.

Dalam sambutannya, Ketua STIM Sukma Wardayani MSi mengapresiasi atas terselenggaranya launching komunitas dan workshop penulisan buku tersebut. Dirinya berharap, dengan adanya komunitas ini, mampu menumbuhkan semangat dan motivasi para dosen untuk menulis.

“Pasalnya, dalam agama pun disebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah, mereka yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” imbuhnya.

Dirinya berharap, acara ini berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan dan dapat bermanfaat bagi perkembangan Literasi di Indonesia, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya.

Pendiri dan sekaligus CEO Komunitas Kita Menulis, Janner Simarmata mengatakan, bahwa salah satu program Komunitas Kita Menulis adalah pada penulisan buku untuk diterbitkan. Buku yang diterbitkan bisa karya seorang penulis maupun bunga rampai.

BACA JUGA:  Peringati HPN, Mahasiswa Unindra Luncurkan Buku Jurnalistik Investigatif

“Komunitas Kita Menulis adalah wadah bagi Guru, Dosen dan Praktisi Pendidikan yang ingin menulis buku dan menerbitkannya, karena banyak diantara mereka belum tahu cara memulai menulis buku,”ucapnya saat memperkenalkan komunitas ini.

Pada grand launching ini juga Janner Simarmata menjelaskan makna arti logo Kita Menulis dan mengajak peserta untuk tetap berkarya dengan keberanian menulis, optimis dan kreatif.

“Jadi, mulailah menulis dari kemauan, ketekunan dan minat,” ujar Janner.

Menulis buku itu dapat distrategikan dengan mencicil tulisan, misalnya dalam seminggu menulis tiga halaman sehingga dalam sebulan kita dapat menulis satu bab.

BACA JUGA:  UBSI Juara Turnamen Pencak Silat Paku Bumi Open VI 2019

“Namun dalam menulis buku perlu kejujuran akademi agar menghasilkan sebuah buku yang baik dan memperhatikan cara pengutipan agar terhindar dari plagiarisme,” tambahnya.

Kenapa harus menulis? Karena jika dosen menulis maka akan mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas, mendapatkan perlindungan hak cipta dan mendapatkan nilai angka kredit.

“Disamping itu, regulasinya juga sudah ada pada UU No 12 tahun 2012, Tentang Pendidikan Tinggi Pasal 12, Ayat 3 dan UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 1 poin 2,” tegas Janner.

Acara ini dirangkai dengan coaching books dan penandatangan kerjasama antara KITA MENULIS dengan Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT).

Point kerjasama ini diataranya tentang pelaksanaan seminar, pelatihan/workshop, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pertukaran keterampilan, keahlian, pengetahuan, serta pengalaman yang dimiliki masing masing pihak juga tertuang dalam butir-butir kerjasama ini.

BACA JUGA:  Gaya Belajar Visual, Auditori dan Kinetetik - Mana yang Tepat untuk Kita?

Kerjasama ini ditandatangani langsung oleh Dr. Janner Simarmata, S.T., M.Kom selaku CEO Kita Menulis dan Mesran, M.Kom, selaku ketua Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT) dan berlaku selama 5 (lima) tahun.

“Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan yang berhubungan dengan bidang pendidikan terutama dalam penulisan buku perguruan tinggi,” ungkap Janner.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada segenap pihak yang telah mendukung kegiatan ini, Sinergi Kolaborasi Ilmiah (SIKOLAH.ID), STMIK Budidarma, Politeknik Negeri Media Kreatif, Forum Kerjasama Perguruan Tinggi (FKPT), Politeknik Kutaraja Banda Aceh dan terutama kepada STIM SUKMA Medan yang telah bersedia menyiapkan tempat acara. (js)

Comments

comments

Komentar

News Feed