Wisata Konservasi Ciliwung Ala Komunitas Ciliwung Depok

Basecamp Komunitas Ciliwung Depok di Dermaga GDC Depok. (Foto: Hana)

DEPOK – Komunitas Ciliwung Depok (KCD) yang meupakan wadah bekumpulnya relawan-relawan lingkungan hidup di Kota Depok giat memperkenalkan wisata konservasi dan edukasi sebagai bagian dari pelestarian lingkungan hidup di sepanjang aliran sungai Ciliwung yang melintas di Kota Depok.

Salah satunya adalah dengan mendirikan Saung Pustaka Air (SPA) kini hadir di tujuh lokasi yaitu Kampung Utan, Cilawet, Cikambangan, Ratu Jaya, Kampung Serab, Mampangan dan Balegrang di sepanjang sungai Ciliwung. SPA merupakan wadah edukasi bagi anak-anak yang putus sekolah, khususnya untuk dapat terus belajar, berkumpul dan berkarya.

Selain itu, ada juga wisata air berupa arung jeram (rafting), namun yang membedakan adalah bahwa rafting di sepanjang sungai Ciliwung lebih menekankan kepada edukasi dalam hal konservasi (pelestarian lingkungan hidup) bagi tamu ataupun peserta rafting.

Rafting di kita ini (KCD) memang belum menjadi operator, tapi kita ada perahu-perahu hibah yang kita terima karena aktifitas lingkungan jadi kita juga harus konsisten dengan pemanfaatan perahu tersebut yakni untuk kegiatan lingkungan. Kalau dikatakan wisata ya wisata karena memang mengarungi Ciliwung dengan perahu itu fun, tapi tak sekedar wisata, kita juga bungkus dengan konservasi. Tamu-tamu atau peserta harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat di tepi sungai, lalu melakukan aktifitas yang besifat perawatan lingkungan,” jelas pendiri Komunitas Ciliwung Depok Taufiq DS kepada DepokPos saat ditemui di basecamp KCD dibilangan Grand Depok City (GDC), Depok, Rabu (19/12).

BACA JUGA:  Warga 08 Bella Casa Kota Depok Siap Sukseskan Pemilu 2019
(Foto: Google Maps)

Dari kegiatan-kegiatan tesebutlah kemudian lahir tagar-tagar di media sosial seperti tagar #JagadanRawatCiliwungKita yang merupakan visi untuk mengajak warga disepanjang aliran sungai Ciliwung untuk melakukan kegiatan merawat dan menjaga Ciliwung minimal dikampungnya sendiri.

Sementara untuk jarak rafting, Taufiq mengatakan bahwa panjang ciliwung yang melintas Kota depok sepanjang kurang lebih 22 kilometer mulai dai Kampung Utan yang bebatasan dengan Kabupaten Bogor sampai Pasir Gunung Selatan yang berbatasan dengan Jakarta Timur.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Akan Bangun Perlintasan MRT

“Disitu kita bagi tiga trayek, dan masing-masing trayek dalam kondisi sungai normal butuh waktu sekitar 2 atau 3 jam. Tayel 1 mulai dai Kampung Utan sampai sini (GDC – red), trayek 2 daisini sampai Juanda dan trayek 3 dari Juanda sampai pebatasan Pasir Gunung Selatan,” jelas Taufiq.

(Dok, Komunitas Ciliwung Depok)

Untuk waktu tempuhnya, Taufiq mengatakan dalam kondisi arus sungai normal antar trayek butuh waktu sekitar 3 jam, namun jika air lebih tinggi butuh waktu 2 jam saja.

BACA JUGA:  Aturan Ganjil Genap di Margonda Depok Belum Akan Diberlakukan

Dari sisi edukasi, Taufiq mengatakan berusaha maksimal untuk mengajak masyarakat luas agar lebih peduli lagi kepada lingkungannya.

“Kita tidak menyebutnya edukasi karena kita bukan guru, tapi lebih kepada persuasi (mengajak orang – red). Kita bikin kegiatan-kegiatan yang mudah-mudahan bisa merubah pola pikir masyarakat bahwa sungai ini bukan tempat pembuangan sampah. salah satunya adalah dengan progam yang dinamakan Bebenah Ciliwung,” papar Taufiq.

Tetarik untuk mengikuti wisata konservasi ciliwung ala Komunitas Ciliwung Depok? silahkan mampir di basecamp KCD di wilayah Gand Depok City GDC atau tepatnya di Demaga GDC dibawah jembatan Ciliwung GDC. (Hana/DepokPos)

Komentar

Berita lainnya