Wali Kota Depok Raih Penghargaan Menteri PPPA

Asisten Hukum dan Sosial Pemerintah Kota Depok, Sri Utomo menerima piagam penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise (kiri) di Gedung Sasana Budaya Ganesha Kota Bandung, Minggu (16/12/18). (Foto : Istimewa)

DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada Minggu (16/12/18). Penyerahan penghargaan sebagai Kepala Daerah yang mendukung kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas melalui surat edaran ini digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesa Bandung.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI), Yohana Yembise menyerahkan penghargaan untuk Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang diwakili oleh Asisten Hukum dan Sosial Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Sri Utomo.

Menurut Asisten Hukum dan Sosial Pemkot Depok, Sri Utomo, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mendapatkan penghargaan berkat upayanya mengampanyekan gerakan Outdoor Classroom Day (OCD) atau Belajar di Luar Kelas. Dimana, kegiatan tersebut merupakan kampanye global untuk menginspirasi aktivitas belajar dan bermain di luar minimal 90 menit.

BACA JUGA:  Antisipasi Surat Suara Kurang, KPU Depok Siapkan Dua Persen Cadangan

“Dalam hal ini saya dari Pemkot Depok mewakili untuk menerima penghargaan tersebut. Wali Kota Depok, Mohammad Idris bersama 15 Kepala Daerah dari kota/kami se-Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut,” jelasnya seperti dilansir situs resmi Pemkot Depok, depok.go.id, Senin (17/12).

Dikatakannya, Kota Depok telah melaksanakan OCD sejak 1 November 2018. Pelaksaaan OCD dilakukan serentak di 105 sekolah yang tersebar di semua kecamatan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

BACA JUGA:  Antisipasi Surat Suara Kurang, KPU Depok Siapkan Dua Persen Cadangan

“Dalam OCD tersebut, siswa diberikan materi dengan tema-tema tertentu seperti climate change/adaptasi iklim, Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS), pendidikan karakter, cinta tanah air dan pelestarian permainan tradisional,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, hingga kini Pemkot Depok akan terus berupaya melakukan percepatan sekolah ramah anak. Langkah tersebut dilakukan demi mendukung Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Komentar

Berita lainnya