Rayakan 10 Tahun Berdiri, MIKTI luncurkan Mapping dan Database Startup Indonesia 2018

Diresmikan oleh Dirjen Aplikasi dan Telematika Depkominfo saat itu, Cahyana Ahmadjajadi, Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) telah genap berusia 10 tahun pada tanggal 16 Desember kemarin. Didirikan sebagai wahana pengembangan seluruh potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendorong terciptanya industri kreatif digital yang kuat yang dapat berperan menumbuhkan ekonomi Indonesia. Sebagaimana diketahui, industri kreatif khususnya industri kreatif digital Indonesia tengah mengalami perkembangan yang amat pesat.

MIKTI yang berdiri sejak 2008 dan berisikan para pelaku industri digital nasional, sejak awal terus berkomitmen untuk mendorong terbentuknya ekosistem industri digital yang sehat dan kompetitif. Antara lain melalui kolaborasi dengan pemerintah dan industri besar menyelenggarakan program pengembangan komunitas, pengembangan talenta, penyiapan founder startup, inkubasi, dan pengembangan aspek pendukung lainnya. Yang keseluruhannya bertujuan dalam mendorong laju positif industri digital nasional untuk mencapai visi menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia.

Di ulang tahunnya yang ke-10, MIKTI meluncurkan sebuah buku yang bertajuk “Mapping dan Database Startup Indonesia 2018”. Sebuah hasil riset yang dilakukan oleh MIKTI bersama Teknopreneur Indonesia, dengan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif RI (BEKRAF), yang berisi database 992 startup di Indonesia dan gambaran kondisi startup di tanah air. Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan industri digital di Indonesia.

BACA JUGA:  OPPO Luncurkan Seri F11 di Indonesia

Menurut Ketua Umum MIKTI, Joddy Hernady, saat ini belum ada acuan yang valid terkait data startup di Indonesia. Hal inilah yang membuat MIKTI dan Teknopreneur Indonesia berinisiatif mengumpulkan data startup di Indonesia, memverifikasi, melakukan survei kondisi, dan menerbitkannya dalam sebuah buku Mapping dan Database Startup Indonesia 2018.

“Kami menemukan fakta bahwa belum ada acuan valid mengenai data startup di Indonesia, karena itu MIKTI berinisiatif melakukan pendataan dan verifikasi. Kami berharap keberadaan buku ini dapat membantu semua pihak dalam penentuan kebijakan dan program pengembangan startup yang lebih tepat sasaran,” papar Joddy.

BACA JUGA:  Vivo Resmi Luncurkan V15 Pro

Sementara menurut Deputi Badan Ekonomi Kreatif RI, Hari S. Sungkari, buku ini bisa menjadi awal dari pembangunan ekosistem startup di Indonesia. Karena dengan mengetahui kondisi startup baik secara nasional maupun di tiap daerah, maka program yang akan dijalankan akan menjadi lebih tepat.

“Buku Mapping dan Database Startup Indonesia 2018 ini merupakan bahan awal dari pembangunan ekosistem startup. Dengan ketersediaan hasil pemetaan kondisi serta data jumlah dan sebaran tech startup di seluruh Indonesia, berarti tersedia acuan dalam membangun ekosistem startup di tanah air. Akan dapat ditentukan berapa banyak dan di mana saja perlu dibangun Inkubator dan Akselerator, talenta apa saja yang harus dihasilkan dari Perguruan Tinggi di kota tertentu, bagaimana kebijakan dalam investasi termasuk insentif yang harus dirancang,” papar Hari.

BACA JUGA:  5 Harga HP ASUS Terbaru Rp 1 Jutaan dengan RAM 3 GB

Beberapa fakta yang ditemukan dari survei yang telah dilakukan antara lain adalah sebagian besar startup di Indonesia berada di wilayah Jabodetabek. Selain itu, sebagian besar strartup merupakan usaha dalam skala mikro dan kecil. Sedangkan dalam hal founder, sebagian besar founder startup di Indonesia merupakan generasi Y (berusia 24-37 tahun).

Joddy mengakui bahwa buku Mapping dan Database Startup Indonesia 2018 ini perlu terus diperkuat dan dilengkapi agar semakin komprehensif sebagai acuan bersama di industri digital nasional. Yang pada akhirnya akan membantu efektivitas upaya pembentukan ekosistem industri digital nasional yang solid. Untuk itu, MIKTI sangat terbuka dengan kolaborasi berbagai pihak dalam upaya tersebut.

Komentar

Berita lainnya