Mobil Tanpa Pengemudi Terbukti Mampu Kurangi Angka Kecelakaan

Oleh: Danang Adhi Prakosa (FKM UI

Ilustrasi. (Istimewa)

Mobil sudah diciptakan dari ratusan tahun yang lalu dengan banyak perdebatan siapa orang pertama yang menciptakannya. Hingga saat ini banyak sekali hal yang sudah dikembangkan pada mobil, salah satunya adalah mobil tanpa pengemudi atau “Self Driving Car”. Menurut (Sun & Chittilla, 2015), mobil tanpa pengemudi atau Self Driving Car merupakan sebuah kendaraan tanpa pengemudi (supir) yang mampu memenuhi fungsi utama alat transportasi (Mobil Tradisional/Biasa).

Mobil tanpa pengemudi ini sudah banyak dikembangkan oleh perusahaan – perusahaan otomotif besar di beberapa benua. Di Eropa, perusahaan otomotif seperti Audi, BMW, Volkswagen, Mercedes-Benz sedang mencoba mengembangkan mobil tanpa pengemudi. Lalu di Asia, seperti Toyota, Honda, Nissan, Kia, dan Hyundai juga terus mencoba mengembangkan teknologi serupa. Semua perusahaan ini mempunyai kesamaan yaitu membutuhkan tenaga ahli dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), karena peran kecerdasan buatan (artificial intelligence) pada teknologi mobil tanpa pengemudi ini sangatlah penting.

Beberapa alasan dapat dijadikan dasar mengapa teknologi mobil tanpa pengemudi ini dikembangkan. Pertama, untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan oleh kesalahan manusia (Human Error). Kedua, untuk mengurangi emisi yang dikeluarkan oleh bahan bakar, karena banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi mobil tanpa pengemudi ini menggunakan mesin dengan penggerak listrik. Ketiga, untuk memberikan akses transportasi (mobil) ke semua orang, karena dilihat dari faktor usia, disabilitas, dll, tidak semua orang dapat mengemudikan mobilnya sendiri.

BACA JUGA:  Volvo Bus Luncurkan Volvo B11R dan Volvo B8R di Indonesia

Menurut WHO tahun 2016, cidera akibat kecelakaan lalu lintas termasuk dalam 10 peringkat tertinggi penyumbang kematian terbesar di dunia. Tercatat pada tahun tersebut, terdapat 1.6 juta kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Dan diprediksi hal ini akan terus meningkat tiap tahunnya. Dari angkat tersebut, faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kesalahan manusia (Human Error).

Dibandingkan dengan kecelakaan lalu lintas terkait transportasi biasa, kecelakaan lalu lintas terkait mobil tanpa pengemudi pada tahun 2018 terdapat 114 kejadian, hal ini dicatat oleh Department of Motor Vehicles: State of California. Dilihat dari angka tersebut, kecelakaan terkait mobil tanpa pengemudi dapat dikatakan sangat kecil dibanding mobil/transportasi biasa, walaupun memang mobil tanpa pengemudi masih belum banyak digunakan.

BACA JUGA:  Ini yang Buat Konsumen Jatuh Hati dengan Yamaha MT-15

Salah satu faktor yang berkontribusi atas kecilnya angka kecelakaan terkait mobil tanpa pengemudi adalah dari segi keselamatannya. Mobil tanpa pengemudi menggunakan sistem  kecerdasan buatan (artificial intelligent), karena memang mobil ini dioperasikan seluruhnya menggunakan komputer. Sistem kecerdasan buatan  ini  mengatur semua fitur – fitur yang ada pada mobil tanpa pengemudi, termasuk fitur keselamatannya. Fitur utama terkait keselamatan yang ada pada mobil tanpa pengemudi adalah ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems), karena fitur ini mengatur hal seperti pengereman darurat, kamera cadangan, kontrol mesin adaptif, dan sistem parkir otomatis. Selain itu, ada fitur lain yang ada pada mobil tanpa pengemudi seperti, LIDAR dan berbagai sistem navigasi yang berfokus pada keselamatan mobil saat mobil tersebut beroperasi atau berjalan.

LIDAR (Light Detection And Ranging) adalah sebuah sistem yang mendeteksi benda – benda yang ada di sekitar mobil dan secara otomatis akan menggerakan mobil apabila ada benda-benda yang menghalangi. Lalu, untuk navigasi mobil tanpa pengemudi ini dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System), DGPS (Differential Global Positioning System), dan  Digital Maps. Digital Maps adalah sebuah sistem navigasi yang memberikan visualisasi yang sesuai dengan keadaan asli yang disajikan dengan gambar secara digital. Fitur – fitur ini dilengkapi pada mobil tanpa pengemudi agar mobil dapat berjalan dengan aman, sesuai dengan arah, dan diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kesalahan manusia.

BACA JUGA:  Volvo Bus Luncurkan Volvo B11R dan Volvo B8R di Indonesia

Hingga saat ini pengembangan mobil tanpa pengemudi atau self driving car semakin banyak digandrungi oleh perusahaan – perusahaan otomotif. Pengembangannya pun menyeluruh dari aspek desain hingga aspek keselamatannya. Mobil ini dikembangkan karena banyak manfaat yang akan muncul, salah satunya adalah penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Hal ini pun terbukti dengan data, bahwa angka kecelakaan lalu lintas terkait mobil tanpa pengemudi lebih kecil dari mobil biasa.

Komentar

Berita lainnya