Bahaya Postur Tubuh yang Buruk Bagi Tulang Belakang

Oleh: Indah Safitri (FKM UI)

Aktivitas fisik adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Aktivitas tersebut dapat berupa bekerja, belajar, mengerjakan tugas, membersihkan rumah, mengendarai kendaraan bermotor, berjalan, dan mengangkat benda. Manusia seringkali tidak memperhatikan postur tubuh saat melakukan aktivitas. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan, karena setiap aktivitas yang dilakukan memiliki potensi bahaya bagi tubuh. Salah satu diantaranya adalah terkait tulang belakang.

Beberapa kejadian berikut berhubungan dengan masalah tulang belakang akibat postur yang buruk. Menurut Risyanto (2008), posisi duduk yang tidak alamiah atau tidak ergonomis akan menimbulkan kontraksi otot secara isometris (melawan tahanan) pada otot-otot utama yang terlibat dalam pekerjaan. Posisi duduk baik tegak maupun membungkuk dalam jangka waktu lebih dari 30 menit dapat mengakibatkan gangguan pada otot. Menurut Punnett et al. (2005), posisi duduk yang buruk dan tidak didukung dengan desain kursi ergonomis, berisiko menyebabkan nyeri punggung.

Menurut Bay et al. (2014), delapan dari tiga belas total pekerja welding (pengelasan) yang duduk dengan posisi punggung membungkuk, dan lengan berada di bawah bahu berpotensi mengalami kerusakan pada sistem muskuloskeletal. Penelitian Octaviani (2017) menyebutkan bahwa 73,3% supir bus mengalami gangguan muskuloskeletal pada bagian punggung bawah, betis, bahu, lutut, dan leher.

Selain menyerang sektor industri, masalah yang timbul akibat postur yang buruk juga terjadi pada mahasiwa. Menurut hasil penelitian Octaviani (2007), sebanyak 97% mahasiswa mengalami keluhan pada bagian leher, mata, bahu, punggung bagian atas dan pergelangan tangan akibat penggunaan laptop dengan rata-rata pemakaian selama 8 jam per harinya.

Menurut Conyers (2012), postur adalah posisi tubuh dalam menanggapi efek gravitasi dengan cara menahan diri, dalam posisi duduk, berdiri atau bahkan berbaring agar tubuh tetap tegak. Postur mempengaruhi pernapasan, pertumbuhan otot, mobilitas, dan secara alami lurus dengan penempatan organ dan sistem tubuh.

Ilustrasi. (Istimewa)

Pada dasarnya, untuk mencapai postur yang baik maka harus memerhatikan posisi tulang belakang. Posisi tulang belakang harus berada dalam keadaan netral, karena dapat membantu melindungi tulang belakang, mencapai keseimbangan, membantu meredam tekanan berlebih pada tulang belakang, pernapasan menjadi optimal, dan memungkinkan aktivasi otot-otot yang tepat selama melakukan gerakan. Dengan kita mengetahui bagaimana mempertahankan keselarasan tulang belakang yang netral, maka akan membantu menstabilkan tulang belakang selama melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, duduk, mengangkat benda, dan kegiatan lainnya.

Terdapat perbedaan postur antara pria dan wanita, contohnya adalah ketika duduk di kursi. Pada perempuan banyak ditemukan lengkungan yang lebih besar pada lordosis lumbalis dan tulang punggung yang sedikit condong ke depan dibandingkan dengan laki-laki, dan mereka memosisikan duduk di bagian depan kursi (Dunk & Callaghan, 2005). Selain itu, posisi duduk wanita lebih stabil daripada pria (Gribble et al, 2009).

Postur tubuh yang baik tergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan, misalnya pada saat berdiri, posisi badan seharusnya tegak dan bahu agak ditarik ke belakang, lutut harus sedikit ditekuk agar tidak tegang, kaki dibuka selebar bahu, lengan lurus di sisi tubuh, dan kepala tidak boleh didorong ke depan atau ke belakang. Selain itu, saat duduk kaki harus berpijak di lantai, tidak boleh menyilangkan kaki, beri sedikit celah antara lutut dengan bagian depan kursi, sesuaikan sandaran kursi untuk menyokong punggung, bahu tetap rileks, dan hindari duduk untuk jangka waktu yang lama (American Chiropractic Foundation, 2018).

Banyak manfaat yang didapatkan jika menjaga postur tubuh dengan benar. Pertama, membantu kita menjaga tulang dan persendian dalam posisi yang benar, sehingga otot-otot digunakan dengan benar dan mengurangi nyeri pada sendi. Kedua, mengurangi stres pada ligamen sendi tulang belakang dan meminimalkan kemungkinan cedera. Ketiga, memungkinkan otot bekerja lebih efisien, memungkinkan tubuh untuk menggunakan lebih sedikit energi, sehingga dapat mencegah kelelahan otot. Keempat, membantu mencegah ketegangan otot, gangguan berlebihan, nyeri punggung dan otot (American Chiropractic Foundation, 2018).

Masalah tulang belakang dipicu oleh aktivitas dengan postur yang buruk. Berbagai macam pemicu terjadinya masalah tulang belakang antara lain, membungkuk di kursi, bersandar dengan satu kaki, leher menekuk saat menggunakan handphone, mendongakkan dagu saat melihat komputer, mengangkat galon atau gas elpiji dengan posisi membungkuk, dan menghimpit handphone di antara telinga dan pundak. Hal ini dapat mengakibatkan masalah pada tulang belakang, seperti kekakuan pada leher, nyeri punggung, perubahan emosi, stres meningkat, dan kelelahan. Hal ini diperparah dengan adanya getaran pada tubuh, obesitas, dan pengkondisian yang buruk.

Postur yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah pada tulang belakang. Oleh karena itu, kita dapat melakukan upaya pencegahan untuk menghindari masalah pada tulang belakang, seperti melakukan peregangan, berolahraga, mengetahui teknik mengangkat benda yang baik, dan menggunakan peralatan yang ergonomis. Namun jika sudah menderita kelainan tulang belakang, hal yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid, memanipulasi tulang belakang dan terapi fisik, mengurangi mengangkat benda, akupunktur, dan pemijatan (Blaivas, J. G, 2001).

Komentar

Berita lainnya