Tiap Orang di Jakarta Miliki 2-3 Akun Sosial Media  

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, (10/11) —  Pilkada serentak 2017 telah memasuki masa kampanye yang dimulai sejak 26 Oktober 2016  dan berakhir 11 Februari 2017.  Tentu tim sukses masing-masing pasangan calon (paslon) yang dibantu tim relawan dan konsultan politilk serta konsultan IT & sosmed akan menggunakan semua strategi pemenangan dan menawarkan berbagai macam program unggulan yang terbaik dan content materi (data dan issue)  yang populis dan menarik    yang telah disiapkan untuk ditawarkan ke publik dan konstituen mereka.

Pilkada serentak 2017 meliputi 101 daerah di Indonesia ini jadi menarik karena melibatkan kota-kota besar di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan pulau Jawa seperti Banten, Yogyakarta dan DKI Jakarta.

dok
dok

“Sejatinya, peran media sangat penting dan dominan dalam membentuk persepsi Paslon di publik. Dalam Politik, persepsi adalah Realitas. Maraknya suasana perhelatan Pilkada serentak 2017 sudah dimulai jauh sebelum masa kampanye dimulai khususnya di sosial media,”  ujar Hasnil Fajri, Pakar, Praktisi dan Penulis ICT dan Ekonomi Kreatif dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Kamis pagi (10/11).

Mayoritas pengguna Aplikasi Sosial Media (fb, twitter, linkedin, instagram dll) termasuk Instant Messaging seperti whatsApp, telegram, dll adalah follower yang bisa dipengaruhi oleh Persepsi dan Opini yang dibuat melalui suatu proses pencitraan dan pemberitaan yang terstruktur, masif, sistematis.

BACA JUGA:  Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Seperti pada Pilkada DKI 2017 ini,  Pilkada yang menyita mata, telinga, buah bibir dan energi seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang berdomilsi di Jakarta dan mempunyai KTP Jakarta, karena Jakarta adalah ibukota negara sekaligus pusat pemerintahan dan kota metropolitan, Jakarta juga menjadi pusat bisnis dan urat nadi perekonomian nasional serta last but nor least merupakan basis pusat kegiatan partai poitik peserta Pilkada. Apalagi Pilkada DKI 2017 melibatkan partai politik yang dipimpin 2 mantan presiden dan 1 mantan calon presiden.

Masyarakat Jakarta adalah masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, (antar) golongan  dengan dominasi tingkat pendidikan SMA hingga tamatan perguruan tinggi (D3-S3)

Bicara Sosial Media, hampir semua orang di Jakarta mempunyai akun di sosial media maupun instant messaging baik yang diakses melalui ponsel ataupun via Tab maupun Laptop (notebook/netbook).

“Bayangkan, akun Pengguna facebook di Jakarta > 11 juta user, no 5 terbesar di dunia, Akun Pengguna Twitter di Jakarta 29 juta user, no.2 terbesar di dunia, Akun Pengguna linkedin di Jakarta 1,3 juta user, hebat kan?” tukas Hasnil menyitir data dari http://socialmemos.com/social-media-statistics-for-indonesia/.

Tambahnya, bila dibandingkan dengan total daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada DKI yang berjumlah sebanyak 7,132,856 dengan jumlah TPS sebanyak 13,067 TPS,  berarti tiap 1 orang yang terdaftar sebagai penduduk DKI rata-rata mempunyai > 1  akun di Sosial Media bahkan > 2 atau 3 akun.

BACA JUGA:  Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Nah,  dari data di atas bisa terlihat bahwa penduduk Jakarta adalah masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan Sosmed dalam kehidupan sehari-hari baik untuk update status, cari informasi, posting berita, membuat pertemanan baru, cari jodoh, pemasaran dan jualan produk & jasa, hingga  media komunikasi dan kampanye digital Paslon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada DKI Jakarta.

Bagi tim sukses masing-masing paslon tentu sudah menyiapkan anggaran khusus untuk membangun tim IT & sosmed (cyber army)-nya jauh hari sebelum masa kampanye dimulai, “Bahkan konon kabarnya ada yang menyiapkan puluhan hingga ratusan milyar rupiah untuk tim IT dan sosmednya termasuk penyiapan teknologi (infrastuktur & tool aplikasi) yang digunakan,” tukas Hasnil. Karena Siapa yang menguasai media dan teknologi, khususnya sosial media tentu satu langkah dia akan memenangkan pertempuran di cyber war untuk mengambil hati dan meyakinkan para konstituen dan publik voter melalui visi, misi dan program ungggulan yang ditawarkan beserta kelebihan-kelebihan dari figur paslon yang diusungnya dan kekurangan-kekurangan dari kompetitornya.

BACA JUGA:  Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta 2012 dan Pilpres 2014, tentu peranan sosmed dan teknologi pada pilkada serentak 2017 khususnya Pilkada DKI  akan lebih dominan seiring semakin  terintegrasinya sosial media, instant messaging, website, email,  aplikasi dan tools pendukung serta bertambah banyaknya user pengguna & pengetahuan user  serta penambahan fitur aplikasi sosmed dan instant messaging  yang mereka gunakan serta adanya aplikasi sosmed yang baru dan kemudahan akses internet.

“Ingat, head to head antar Paslon Pilkada itu cuma terjadi pada saat debat publik (terbuka), perang darat dan melalui kampanye sosmed, perang udara,” ungkap Hasnil  yang juga Ketua Umum ICT Care. (Galang)

Comments

comments

Komentar

News Feed