Polresta Depok: Berita Penculik dan Pengambil Ginjal Anak Hoax

Beberapa anggota Tim Jaguar Polresta Depok.
Beberapa anggota Tim Jaguar Polresta Depok.

DEPOK – Beberapa hari terakhir, warga Depok sempat diresahkan dengan beredarnya pesan atau informasi melalui media sosial dan broadcast di pesan aplikasi smartphone, mengenai adanya anak di Depok yang hilang 3 hari dan akhirnya kembali di sekolah. Namun saat kembali sang anak terlihat sakit dan diperutnya ada jahitan. Setelah dicek ke dokter diketahui ginjal sang anak telah hilang, dan dipastikan sudah diambil penculiknya.

Menanggap beredarnya kabar tersebut, Komandan Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok, Inspektur Dua Winam Agus memastikan bahwa informasi adanya anak di Depok yang diculik selama 3 hari dan setelah kembali diketahui bahwa ginjalnya hilang diambil penculiknya, adalah berita bohong atau hoax atau tidak benar.

Informasi ini sebelumnya sempat tersebar di media sosial dan disebarkan melalui broadcast aplikasi pesan smarthone.
Dalam pesan itu disebutkan Tim Jaguar tengah memburu penculik anak yang motifnya mengambil ginjal sang anak.
“Jadi berita itu adalah hoax atau tidak benar,” kata Winam kepada wartawan, Rabu (2/11).

BACA JUGA:  Ujian Sekolah SMP Depok Sudah Berbasis Komputer

Winam meminta masyarakat tidak mudah terhasut atas informasi dan broadcast-broadcast seperti itu, apalagi hal tersebut membuat warga menjadi resah atau ketakutan.

“Masyarakat tetap harus tenang, dan mengklarifikasi semua informasi ke kami jika dianggap meresahkan atau terkait kepolisian,” katanya.

Menurut Winam, dengan adanya pesan atau informasi hoax yang disebarkan secara massif itu, menandakan bahwa masih ada sebagian kecil masyarakat yang saat ini memang ingin kondisi dan situasi di Depok tidak aman.

BACA JUGA:  Warnai HUT Depok ke-20, Pemkot Gelar Lomba Hias Gapura

“Ada sebagian orang yang ingin seperti itu. Namun masyarakat jangan khawatir, karena kami akan semaksimal mungkin menjaga situasi di Depok untuk tetap aman dan kondusif,” kata Winam.

Komentar

Berita lainnya