Apa Kabar Gedung Kesenian Depok?

Kondisi gedung kesenian Depok yang terbengkalai. (Istimewa)
Kondisi gedung kesenian Depok yang terbengkalai. (Istimewa)

DEPOK – Sejumlah tokoh warga dan masyarakat Sawangan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil alih pembangunan dan pemanfaatan gedung serbaguna kesenian setempat yang sejak sepuluh tahun terbengkalai.

“Sudah hampir lebih dari sepuluh tahun proyek pembangunan gedung kesenian Depok terbengkalai alias mangkrak dan sebagian bangunannya kini kusam serta berlumut,” keluh H. Ruswandi, tokoh warga Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Proyek itu terhenti sejak Walikota dijabat Nurmahmudi periode tahun 2004 – 2009, tuturnya bahkan saat Nurmahmudi kembali menjabat sebagai walikota untuk priode ke dua kembali pembangunan tak dilanjutkan hingga sekarang.

BACA JUGA:  Peringati HPSN 2019, Komunitas Ciliwung Depok Kembali "Bebenah Ciliwung"

Kondisi terakhir dari bangunan berlantai tiga yang baru berbentuk rangka dan sebagian coran beton tak hanya kusam serta ditumbuhi lumut saja tapi rumput ilallang dan belasan kambing milik warga hampir setiap hari berteduh di lokasi itu

Sementara itu, seperti dlansir Poskota, Senin (14/11), Walikota Depok Muhammad Idris mengatakan masalah kelanjutan pembangunan gedung kesenian Kota Depok sampai saat ini memang belum dapat dilanjutkan lagi karena belum ada penyerahan aset dari propinsi Jawa Barat ke Pemkot Depok.

BACA JUGA:  Jambore Guru Siaga Bencana Siapkan Agen Mitigasi Tingkat Sekolah

Gedung terebut yang membangun propinsi Jawa Barat dan lahannya milik fasilitas umum (Fasum) Kota Depok tapi belum ada serah terima aset, tuturnya yang menambahkan hal itu terjadi karena Propinsi Jawa Barat belum menganggarkan kekurangan biaya pembangunan gedung kesenian itu.

“Kalau sudah ada serah terima aset, tentunya Pemkot Depok dapat melanjutkan kembali proyek pembangunan tersebut terlebih masalah itu sudah disampaikan ke Propinsi Jawa Barat berulang kali tapi sampai saat ini belum ada jawaban,” jelasnya.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Comments

comments

Komentar

News Feed