Idris: Mewujudkan Depok Sebagai Kota Bebas Sampah Tidaklah Mudah

Walikota Depok KH. M. Idris saat memberikan keterangan kepada para media yang didampingi oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) (foto:BK/Depokpos)
Walikota Depok KH. M. Idris saat memberikan keterangan kepada para media yang didampingi oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) (foto:BK/Depokpos)

DEPOK – Dalam rangka mencanangkan program unggulan Pemerintah Kota Depok, salah satunya yaitu Zero Waste City. Maka, diharapkan Depok bebas sampah tahun 2020. Melalui program tersebut agar masyarakat bisa melakukan pemilahan sampah secara efektif. Hal itu disampaikan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris pada konpers di RM Mang Kabayan, Margonda Raya, Senin (24/10/2016).

Menurut Walikota bahwa mewujudkan Depok sebagai kota bebas sampah tidaklah mudah, karena perlu dukungan dari masyarakat sekitar khususnya warga yang tinggal di Depok. Terkait tentang arahan atau edaran uji coba kantong plastik berbayar, dan guna pengguna khususnya toko-toko atau minimarket yang punya plastik ini.

Pada konpers tersebut juga dihadiri oleh Kania selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Ety Suryahaty selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Depok. Ety Suryahaty menjelaskan masyarakat wajib melakukan pemilahan masing-masing. “Tahun 2017 tetap pakai TPA Cipayung, terkait teknologi pembuangan sampah yang seharusnya di Nambo karena belum selesai,” terangnya.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Lebih lanjut Walikota Depok, menerangkan suatu kota yang bersih pasti ada kotornya. Titik-titik pantau sampah yang sedang diperhatikan seperti pasar Kemiri muka dan terminal Depok. “Ada kasus hukum yang belum selesai sampai sekarang keduanya terminal dan pasar kemiri muka. Saya sudah tegur secara lisan dan bila tidak dilakukan saya akan tegur secara tertulis,” tegas Idris.

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

Selain itu Walikota Depok juga memaparkan tentang penilaian tentang kebersihan yang ada antara lain: “Perumahan 7,3 nilainya, sekolah bagus, Puskesmas baru 7 saya mau 8 RSUD 7.8 maunya 8, karena TPA ini inti. Sudah kita anggarkan secara efektif 2017 di tiap kecamatan 50 juta dan yang kedua program masih berjalan program ketuk-ketuk pintu warga untuk menanam tanaman,” ungkapnya. (BKarmila/Depokpos)

| Editor: San

Comments

comments

Komentar

News Feed