Antisipasi Kanker Rahim, 1.250 Tenaga Kerja Wanita Akan Lakukan Tes IVA

lustrasi tenaga kerja wanita. (Istimewa)
lustrasi tenaga kerja wanita. (Istimewa)

DEPOKPOS – Pemeriksaan IVA di PT ECCO Indonesia, Sidoarjo masih merupakan rangkaian dari kegiatan program pemeriksaan sebelumnya. Dalam kegiatan ini dilakukan secara pararel kegiatan sosialisasi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA. Kegiatan dimulai tanggal 27 Oktober 2016 hingga selesai.

Dalami rilis yang diterima Depok Pos, di informaskan bahwa pada kegiatan ini akan diperiksa sejumlah 1.250 orang tenaga kerja wanita oleh Tim Dokter dari Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Direktorat Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker. Puncak acara sosialisasi dan pemeriksaan IVA tanggal 27 Oktober 2016 akan ditinjau oleh Iriana Joko Widodo dan Mufidah Yusuf Kalla serta Para Ibu anggota OASE dan pejabat Tinggi Madya didaerah Jawa Timur dan sekitarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pelopor di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Dan diharapkan pula dapat terus berlangsung sebagai bentuk upaya pemerintah untuk penurunan jumlah kanker serviks di Indonesia, serta sebagai upaya pencapaian produktivitas kerja dan peningkatan daya saing pada pekerja perempuan di Indonesia.

Dalam rangka penanggulangan kanker melalui peningkatan upaya promotif dan preventif pada masyarakat pekerja wanita, serta dalam rangka meningkatkan kepedulian tentang kanker, maka perlu dilakukan dukungan semua elemen masyarakat dalam mengendalikan kanker secara komprehensif dan berkesinambungan. Kegiatan aksi peduli terhadap tenaga kerja wanita Indonesia, melalui upaya penyadaran bagi masyarakat pekerja wanita dilakukan dengan deteksi dini gejala kanker leher rahim menggunakan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

BACA JUGA:  Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Tes IVA merupakan salah satu upaya pemeriksaan awal yang diprioritaskan bagi perempuan Indonesia untuk dapat dilakukan penanganan tepat dan cepat bila diketahui gejalanya. Kegiatan ini juga mendorong upaya Nasional dan Internasional untuk menekan jumlah korban akibat kanker.

Sesuai dengan tujuan untuk mendukung gerakan yang bertemakan revolusi mental, Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) – Kabinet Kerja menyusun program-program yang dapat mengubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif, dan berkarakter. Semua ini adalah modal sosial yang dapat membawa bangsa Indonesia untuk maju dan sejahtera.Tuntutan kehidupan sosial ekonomi saat ini memaksa setiap orang untuk terus bekerja keras agar dapat bertahan hidup. Tidak terkecuali di dalamnya pada kaum perempuan. Para perempuan tersebut aktif mencari kesempatan kerja yang ada untuk meningkatkan taraf hidup dan status perekonomian keluarganya. Keadaan ini kemudian disebut sebagai beban ganda seorang perempuan, yang memiliki fungsi sosial dan fungsi ekonomi.

Penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Kenyataan yang sudah terbukti bahwa produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.Munculnya peran tenaga kerja wanita menjadi sangat penting, yang tidak hanya ikut mendukung keluarga dalam mencari penghasilan, tetapi juga menjadi komponen penting dalam peningkatan produktivitas nasional. Keterlibatan kaum perempuan dalam ekonomi keluarga juga sudah memasuki sektor-sektor informal, dimana perannya dalam mendorong tumbuhnya ekonomi nasional tidak terelakkan lagi.

BACA JUGA:  Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Terkait dalam upaya diatas maka berbagai hal yang berpotensi menimbulkan menurunnya produktivitas pada kaum perempuan harus dideteksi sedini mungkin, pemeriksaan IVA salah satu bentuk upayanya. Selain dari upaya deteksi dini adanya kanker serviks, penyadaran pola hidup sehat baik dirumah maupun di tempat kerja juga harus digalakkan. Pola hidup sehat merupakan salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh dapat menjadi upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Upaya ini diharapkan dapat membantu pekerja perempuan Indonesia untuk meningkatkan derajat kesehatan mereka, dalam rangka peningkatan produktivitas kerja dan daya saing. Sehingga mereka lebih mampu bersaing dalam babak baru Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun ini dan tahun yang akan datang. Peran tenaga kerja wanita menjadi penting tidak hanya sebagai pengasuh keluarga, tetapi juga tenaga kerja.

Kegiatan “Peningkatan Kesehatan Tenaga Kerja Perempuan dalam Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia” di PT ECCO INDONESIA – Sidoarjo, yang dimulai pada tanggal 27 Oktober 2016 inimasih merupakan kerjasamaantara Kementerian Ketenagakerjaan R.I. dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, sebagai wujud nyata program aksi kepedulian terhadap tenaga kerja wanita Indonesia. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kanker leher rahim melalui deteksi dini dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan kanker leher rahim sejak dini, dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat baik dirumah maupun di tempat kerja. Upaya-upaya ini dilakukan tidak hanya sebagai upaya promotif saja, tetapi juga bentuk upaya preventif untuk mencapai produktivitas kerja yang setinggi-tingginya.

BACA JUGA:  Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Tangerang, Alfamart dan FOPKIA Luncurkan Gerai KIA

Data pemerintah tahun 2015 menunjukkan bahwa jumlah penderita kanker serviks pada perempuan Indonesia bertambah setiaptahunnya. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilakukan tindakan upaya-upaya pencegahan.Sejak tahun 2015, melalui kegiatan yang sama atas kerjasama antara OASE dan Kementerian Ketenagakerjaan R.I. telah dilakukan pemeriksaan IVA sebanyak 7.503 orang pekerja wanita. Jumlah tersebut terdiri dari pemeriksaan di PT Sritex – Sukoharjo sebanyak 4000 orang; PT Primayuda – Boyolali sebanyak 1000 orang dan PT SAMA – Semarang sebanyak 2.503 pekerja, yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari buruh internasional (Mayday).Dari seluruh jumlah tersebut yang dinyatakan positif atau perlu melakukan pemeriksaan tindak lanjut sebanyak 36 orang (0,48%).

| Editor: San

Comments

comments

Komentar

News Feed