Wow.. SDN 5 Depok Dipakai Pesta Nikah Anak Pejabat Pada Jam Sekolah Selama 2 Hari

Seperti ini tenda pernikahan anak Sukarjo (Foto: Merdeka)
Seperti ini tenda pernikahan anak Sukarjo (Foto: Merdeka)

DEPOK – Pesta pernikahan memang kerap dilakukan diruang-ruang terbuka dengan memasang tenda besar. Entah itu di lapangan olah raga wilayah setempat, halaman gedung atau bahkan lapangan sekolah.

Namun bagaimana jadinya jika sebuah pernikahan digelar di halaman Sekolah Dasar (SD) selama dua hari berturut-turut pada jam-jam sekolah?

Mungkin tak masalah kalau dilangsungkan di hari libur. Menjadi perdebatan viral di media sosial karena pernikahan ini sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar. Insiden hajatan di halaman sekolah ini terjadi di halaman SDN 5 Depok Baru pada Jumat (16/9) – Sabtu (17/9) pekan lalu, seperti dilansir Merdeka.

Karena dilangsungkan pada jam belajar, suasana belajar murid pun tak kondusif lantaran terpaksa belajar dengan diiringi suara musik pernikahan, sehingga mereka terpaksa pulang cepat.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Terungkap bahwa si pemilik hajatan adalah Pengawas UPT TK SD Pancoran bernama Sukarjo yang melangsungkan pernikahan anaknya. Lantaran menuai pro kontra, Kepala Sekolah SDN 5 Depok Baru yakni Buliher Gultom sampai dipanggil Dinas Pendidikan kota Depok.

“Saya tidak merugikan orang lain dan saya tidak pernah mempermasalahkan apa-apa. Apa yang saya lakukan ini lebih baik daripada banyak orang yang menutup jalan saat menggelar hajatan pernikahan. Mereka yang protes ini karena tidak senang sama saya. Jadi begini, gimana dengan mereka yang menutup jalan? Masalah kan? Kenapa hanya saya yang dipermasalahkan?” bela Sukarjo merasa dirinya benar.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

Jika Sukarjo merasa tak salah, beda lagi dengan seorang wali murid yakni OL yang mengeluh. Di mana acara pernikahan anak Sukarjo berlangsung dua hari berturut-turut untuk akad dan resepsi. Hal itu membuat hari Jumat para pelajar pulang jam 09.30 WIB, padahal biasanya 11.00 WIB.

Sementara itu, Kadisdik Depok menyebut kalau Kepsek Buliher memang tidak memberi laporan pada dinas soal izin pemakaian sarana sekolah untuk pernikahan.

“Ke depannya, tidak terjadi lagi sarana prasarana sekolah yang dipakai saat jam belajar. Dan saya tegaskan kalau pemakaian fasilitas di luar jam sekolah juga tidak bisa. Izinnya ini yang mengeluarkan bagian aset Pemkot Depok,” jelas Kadisdik Kota Depok, Mohammad Thamrin, seperti dilansir kapanlagi.com.

Lebih lanjut Thamrin menjelaskan bahwa menurut Sukarjo, tak ada pengurangan jam belajar akibat dampak dari pesta pernikahan tersebut. Hal ini bertentangan dengan pengakuan orang tua siswa sebelumnya.

BACA JUGA:  BNN Depok Akan Rekrut Pegiat Narkoba

“Mungkin karena rumahnya Sukarjo berbatasan dengan sekolah. Jadi saya yakin kalau jauh juga nggak akan pakai. Dari pengakuan pak Karjo, hari Jumat tak ada pengurangan jam belajar dan hari Sabtu murid cuma melakukan kegiatan ekstrakurikuler,” jelas Tamrin, Kadisdik Depok.

Bagaimana menurut anda?

Comments

comments

Komentar

News Feed