Selama 6 Bulan ke Depan Distribusi Air PDAM Akan Tersendat

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Distribusi pasokan air bersih dari PDAM Tirta Asasta ke para pelanggannya di Kota Depok dipastikan akan mengalami gangguan paling tidak selama 6 bulan ke depan.

Hal tersebut ditegaskan Dirut PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Olik Abdul Holik, Rabu (14/9/2016).

Menurut Olik, terganggunya operasional pengolahan dan pendistribusian air bersih dari ke para pelanggan itu karena PDAM Tirta Asasta sedang melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pendistribusian air bersih bagi para pelanggan dan calon pelanggannya.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Olik menambahkan, pihaknya sudah mensosialisasikan kemungkinan gangguan pasokan air bersih itu ke seluruh pelanggannya sejak beberapa hari lalu.

“Saat ini kami sedang melakukan kegiatan- kegiatan itu, untuk peningkatan kapasitas pengolahan air bersih serta pemasangan jaringan pipa distribusi dan penggantian sebagian sistem perpompaan kami,” kata Olik.

Kegiatan tersebut diperkirakan berlangsung selama 6 bulan dan dapat berakibat akan terganggunya operasional pengolahan dan pendistribusian air bersih ke para pelanggan.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Berkenan dengan hal tersebut, kami menghimbau kepada para pelanggan agar melakukan penampungan air seperlunya, guna mengantisipasi bilamana sewaktu-waktu pengaliran air terhenti beberapa saat,” katanya.

Meski begitu kata Olik, pihaknya akan tetap berupaya meminimalkan gangguan ataupun penurunan pelayanan air bersih.

Ia menjelaskan untuk pengerjaan awal, pada Rabu (14/9/2016) dan Kamis (15/9/2016) pihaknya akan melakukan penghentian pengaliran air bersih sementara ke pelanggan di empat kecamatan di Kota Depok.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Sawangan, Limo, Pancoran Mas, dan Beji.

Sementara warga sendiri sudah mengeluhkan tersendatnya distribusi air sejak akhir Agustus lalu.

Mila misalnya, ibu rumah tangga asal Pancoran Mas ini mengatakan bahwa distribusi air dirumahnya sudah mengalami gangguan sejak Agustus lalu dan hingga hari ini masih tersendat.

“Tapi herannya bayar air tetap besar, bulan kemarin saya kena bayar Rp 275 ribu,” katanya.

 

Comments

comments

Komentar

News Feed