Pekerjakan Karyawan Tuna Rungu, Walikota Apresiasi Deaf Cafe and Car Wash Cinere

(Dok. Humas Depok)
(Dok. Humas Depok)

DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris memberikan kalimat penyemangat kepada masyarakat berkebutuhan khusus bahwa sebuah kekurangan bukanlah penghalang untuk berkarya. Hal tersebut diungkapkan olehnya ketika menghadiri sekaligus meresmikan ‘Deaf Café (fingertalk) and Car Wash’ yang mempekerjakan karyawan Tunarungu, di Cinere, Depok, Sabtu (24/9/2016).

Dirinya juga sangat mendukung usaha tersebut, karena selain memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkarya dan berkomunikasi dengan masyarakat umum juga dapat menjadikan wadah lapangan pekerjaan bagi mereka yang memiliki keahlian di bidangnya.

Mengingat saat ini lapangan pekerjaan terhadap masyarakat penyandang disabilitas sangat terbatas. Maka dari itu, Alumni Gontor ini pun memberikan masukan-masukan yang positif kepada mereka yang memiliki kemampuan lebih daripada orang normal umumnya agar lebih dikembangkan lagi, “Karena jangan pernah berharap dari sesuatu yang besar dahulu, melainkan belajar dari sesuatu yang kecil hingga berkembang untuk menjadi sesuatu yang besar,” paparnya penuh semangat.

Sementara itu, Walikota Depok juga mengumumkan bahwa Kota Depok mendapatkan undangan dari Unesco mengenai Kota Inklusi yang bertempat di Kota Padang. Tema acara tersebut mengenai perhatian kota kepada orang disabilitas. “Oleh karena itu, Depok sendiri juga masih terus melakukan pembangunan infrasturktur khusus masyarakat disabilitas di Kota Depok,” ujarnya. Maka dari itu, melalui kegiatan ini juga dirinya sebagai pemerintah di Kota Depok mengharapkan segala partisipasi masyarakat untuk membantu mewujudkan hal tersebut.

Saat ini Kota Depok sudah mulai membangun fasilitas bagi masyarakat penyandang disabilitas dari sisi pendidikan. Di sekolah negeri mulai dari SD, SMP, dan SMA sudah memiliki kelas khusus bagi mereka penyandang disabilitas tersebut. “Selain itu, untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) pun sudah di ajukan kepada provinsi untuk memberikan fasilitas kepada mereka yang lebih intens,” tambahnya.

Seiring dengan hal itu, owner deaf café, Dissa Syakina Ahdanissa mengatakan bahwa pekerjaan di tempat tersebut bukan semata-mata untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada mereka saja namun usaha itu juga bisa menjadi batu loncatan bagi mereka;penyandang disabilitas untuk menuju pekerjaan lebih baik lagi. Selain itu, dirinya juga mengapresiasi kepada komunitas tunarungu di Kota Depok.

Menurutnya, komunitas tunarungu di kota belimbing ini sangat kuat, dan dirinya juga mendapatkan beberapa informasi mengenai masyarakat tunarungu dari komunitas itu untuk membuat sebuah wadah lingkungan pekerjaan bagi mereka. Tak hanya itu, wanita berhijab itu juga menyampaikan kalau komunitas lapangan pekerjaan ini sudah diapresiasi oleh Presiden Amerika, Barack Obama saat dirinya menghadiri pertemuan di Laos bulan lalu.

Senada dengan itu, terakhir Walikota Depok berharap organisasi tunarungu dan aparatur pemerintahan seperti dinas yang terkait untuk tetap saling bersinergi dan mewujudkan masyarakat disabilitas di Depok lebih sejahtera serta mendapatkan pekerjaan yang layak bagi mereka. “karena keterbatasan yang mereka miliki tidak menjadi halangan untuk terus menghasilkan karya mereka lebih baik lagi,” tutupnya.

Comments

comments

Komentar

News Feed