Dissa Syakina. A: “Meski Disabilitas, Mereka Bekerja Rajin dan Berikan Hasil Baik”

Dissa saat bersama dua karyawan disabilitas di Cafe Deaf and Car Wash Cinere (foto: Karmila)
Dissa saat bersama dua karyawan disabilitas di Cafe Deaf and Car Wash Cinere (foto: Karmila)

DEPOK – Deaf Cafe Fingertalk adalah cafe dan pusat pelatihan (workshop) tuna rungu dengan misi membuka lapangan pekerjaan untuk teman-teman tuna rungu, sekaligus menjadi bagi komunitas tuna rungu dan teman-teman yang mendengar (hearing) untuk bisa berbagi dan mengenal satu sama lain.

“Alhamdulillah, setelah lebih satu tahun berjalan, fingertalk diberikan kesempatan melebarkan sayapnya untuk mendirikan cabang ketiganya hari ini kami berterima kasih kepada teman-teman komunitas tuli/tuna rungu di Indonesia, dan para media,” ucap Dissa saat peresmian Deaf Cafe and Car Wash cabang ketiga di bilangan Cinere, Depok pada Sabtu pagi (24/9/2016).

Dissa Syakina Ahdanisa dan Walikota Depok H. Mohammad Idris (foto: Karmila)
Dissa Syakina Ahdanisa dan Walikota Depok H. Mohammad Idris (foto: Karmila)

Cabang pertama dan kedua Deaf Cafe and Car Wash ada di Pamulang, dan Pinang. Salah satu cabang yang ketiga ini diresmikan oleh walikota Depok yaitu H. Muhammad Idris yang menyambut positif dengan keberadaan kaum disabilitas.
“Karena keterbatasan yang mereka miliki bukan suatu penghambat atau halangan untuk terus berkarya lebih baik lagi,” ujar M. Idris

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

Alasan pemberian nama Fingertalk Menurut Enterpreneur muda yang memiliki nama lengkap Dissa Syakina Ahdanisa (26) ini, artinya Jemari berbicara, kenapa namanya fingertalk? karena teman-teman tuli tuna rungu berbahasa isyarat, mereka menggunakan jari jemari mereka, mereka seakan berbicara dengan jari jemari mereka.

“Mereka kerjanya sangat fokus dan rajin, karena mereka tidak mendengar tidak ada distraksinya atau tidak ngobrol. Tahun 2013 lalu saya pernah lihat pusat pelatihan menarik di Nicaragua yang mana ada sebuah cafe seluruh pegawainya semuanya tuli tuna rungu disitulah saya terinspirasi,” ungkap Dissa Enterpreneur penggagas dan Owner deaf cafe fingertalk.

BACA JUGA:  Terkendala, TCash Tunda Konversi ke LinkAja
Deaf Cafe and Car Wash Cinere (foto: Karmila)
Deaf Cafe and Car Wash Cinere (foto: Karmila)

Selain itu Dissa juga menjelaskan bahwa ia ingin memberikan lahan pekerjaan tapi gol, akhirnya adalah memberikan kemandirian finansial untuk mereka. Jadi mungkin kedepannya tidak hanya memberikan lahan pekerjaan saja, tetapi juga bisa menjadikan mereka leader, Top Manager, mereka juga mempunyai skill kepemimpinan.

Menjawab pertanyaan tentang tantangan menghadapi karyawan disabilitas (kurang dalam pendengaran), Dissa mengatakan tantangannya adalah bagaimana mengkomunikasikan apa yang mereka mau, tidak hanya bahasa isyarat, mereka juga bisa menulis.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

“Kami juga ingin orang-orang yang datang disini bisa berusaha menggunakan bahasa isyarat. Kami ingin menunjukkan kepada teman-teman walaupun mereka disabilitas tapi mereka bisa bekerja yang sangat rajin dan memberikan hasil yang sama baiknya dengan tempat-tempat yang lain,” terang Dissa berpromosi. (Karmila/Depokpos)

Comments

comments

Komentar

News Feed