Marak Investasi Palsu, 300 Koperasi Bodong Diminta Ditutup

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK –  Menyusul banyaknya kasus investasi bodong yang bergerak di bidang koperasi di Kota Depok, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok meminta Dinas Koperasi UMKM dan Pasar (DKUP) menutup 300 koperasi di Depok

Ketua Dekopinda Kota Depok, Teguh Prajitno mengatakan, desakan penutupan ratusan koperasi tersebut karena banyaknya pengaduan warga masyarakat yang menjadi korban investasi bodong yang bergerak di bidang koperasi. Nilai kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

“Harus ditutup, karena legalitasnya tidak ada. Karena kasus penipuan berkedok koperasi sudah sering terjadi di Depok. Pengecekan legalitas harus dilakukan sebab uang anggota yang diputarkan cukup banyak,” katanya kepada wartawan usai rapat bersama DKUP Depok di Balaikota, kemarin (02/08).

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

Selain itu, legalitas koperasi itu belum dikeluarkan oleh instansi terkait di Pemerintah Kota Depok serta Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam pendataan Dekopinda Depok sendiri disebutkan ada sekitar 600 koperasi yang berdiri dengan beragam jenis usaha yang dikerjakan. Dari jumlah itu hanya 300 koperasi yang aktif dan mengantingi izin dari Pemkot dan Kemenkop.

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Sedangkan sisanya belum terdaftar alias koperasi bodong. Terhitung sejak 2011 sampai 2015 terjadi kasus penipuan berkedok koperasi. Nilai investasi aksi penipuan pada koperasi bodong itu mencapai Rp 400 miliar.

Comments

comments

Komentar

News Feed