Gadis 19 Tahun Jadi Wisudawan Termuda ITB

Eulogia Eldisa Ayu Lestari. (Dok ITB)
Eulogia Eldisa Ayu Lestari. (Dok ITB)

BANDUNG – Eulogia Eldisa Ayu Lestari (19 tahun), mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi wisudawan termuda untuk program sarjana/strata satu pada wisuda ketiga tahun akademik 2015/2016.

“Eulogia Eldisa Ayu, diwusada pada Sabtu kemarin, dan jangan salah walaupun usianya paling muda diantara wisudawan yang laiinya tapi dia prestasinya banyak dan lulusnya juga Cumlaude,” kataKepala Subdirektorat Humas dan Alumni ITB, Budi Mulyadi, dalam siaran persnya, Selasa.

Budi menjelaskan Eulogia Eldisa Ayu Lestari yang biasa dipanggil Eldisa ini lahir di Bekasi, 11 Maret 1997 silam dan riwayat pendidikan dimulai dari SDN Kayuringin Jaya XXIII (Bekasi Selatan), kemudian dilanjutkan ke SMP Labschool Jakarta, lalu SMA Negeri 8 Jakarta, dan pada akhirnya lulus dari Teknik Perminyakan ITB.

“Sewaktu SD, dia memulai sekolah dalam waktu relatif lebih muda yaitu pada usia lima tahun dikarenakan iri melihat kakak-kakak saya pergi sekolah sementara saya di rumah saja. Kemudian disambung lagi dengan mengambil kelas akselerasi pada waktu SMP dan SMA,” ujar dia.

Alasan Eldisa mengambil kelas Akselerasi, kata dia, sebenarnya cukup simpel yakni dikarenakan dahulu rumah saya terletak di Bekasi dan sekolah di Jakarta.

“Saya ambil kelas akselerasi karena saya malas apabila harus bangun pagi dan bermacet-macet ria selama enam tahun berturut-turut,” kata dia.

Menurut dia sebenarnya cita-cita Eldis saat kecil adalah menjadi dokter namun pada sewaktu SMA gadis tersebut bertemu dengan salah satu alumni Teknik Perminyakan dan banyak berbagi cerita mengenai pengalaman kerja di Salah satu O&G service company dan prospek apabila bekerja di industri migas.

“Dan katanya setelah mendengar cerita-cerita tersebut, Eldisa merasa memilih jurusan Teknik Perminyakan selepas SMA terasa lebih baik untuk saya dibanding menjadi dokter,” kata dia.

Pada saat SNMPTN jalur undangan, Eldisa emasukkan FTTM ITB sebagai. pilihan pertamanya dan disana ia mengetahui ada Teknik Pertambangan, Teknik Geofisika, dan Teknik Metalurgi sewaktu masuk menjadi mahasiswa baru.

Setelah empat tahun menempuh studi di TM ITB, Elsida akhirnya mengikuti sidang sarjana pada 9 Juni 2016 kemarin, dan wisuda pada 30 Juli 2016.

“Kesan saya selama kuliah di ITB adalah perkuliahan sangat menarik dan banyak. sekali sarana untuk mengembangkan diri,” kata Eldisa dalam siaran tertulisnya.

Eldisa mengatakan selain melalui berbagai organisasi kemahasiswaan, banyak juga kesempatan datang untuk internship ataupun penelitian. “Dahulu selama mahasiswa, diluar perkuliahan biasa, saya cukup aktif di organisasi Society of Petroleum Engineer (SPE) ITB Student Chapter.

“Saya juga sempat berpartisipasi sebagai Vacation Trainee di Schlumberger, serta berhasil mengikuti University Partnership Program (UPP) Internship Chevron,” lanjutnya.

Eldisa juga menjadi Best Delegate – Top 10 Graduates pada Young Leaders from Indonesia Regional 2015-2016 yang lalu.

“Sehabis kuliah, saya akan lanjut bekerja dengan Schlumberger sebagai Field Engineer. Yang paling saya sukai dari pekerjaan ini adalah untuk bisa pergi dan jalan-jalan keluar negeri gratis dan ketemu banyak orang baru dari berbagai negara hehehe.. Kebetulan saya bukan tipe orang yang bisa kerja di situasi monoton dan rutin 9 to 5,” ujarnya.

Comments

comments

Komentar

News Feed