Cegah Keterlambatan Penangananan Medis, Mahasiswa UI Ciptakan Alat Berteknologi “Real Time”

(Foto: ui.ac.id)
(Foto: ui.ac.id)

DEPOK – Untuk mengurangi angka kematian yang diakibatkan keterlambatan penanganan medis, empat mahasiswa UI menciptakan alat pemonitor kondisi kesehatan pasien secara real-time dari jarak jauh.

Saat ini, fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang tersedia kerap kali tidak sebanding dengan jumlah permintaan akan kebutuhan medis bagi pasien, khususnya pasien rawat jalan yang memerlukan pemantauan kesehatan secara intensif dari tenaga spesialis.

Akibatnya tingkat kematian dari pasien rawat jalan dengan kondisi kritis yang disebabkan oleh keterlambatan penangan oleh tenaga medis kian meningkat sepanjang tahun. Hal tersebut melatarbelakangi empat mahasiswa UI untuk mengembangkan suatu teknologi yang dinamai Real Time Telemonitoring System (RTTS).

BACA JUGA:  BNN Depok Akan Rekrut Pegiat Narkoba
rtts3-300x222.png
(Foto: ui.ac.id)

Tim terdiri dari Rafi Kurnia (Teknik Komputer), Claudia Khansa (Teknik Elektro), Yudi Reza (Kedokteran), dan Dimas Hendrawan (Teknik Mesin).

Telemonitoring itu sendiri merupakan mekanisme dimana suatu perangkat mampu memantau informasi dari kondisi vital pasien rawat jalan dari jarak jauh.

Dengan sistem telemonitoring, maka kondisi kritis maupun tidak dari pasien rawat jalan dapat diakses dengan mudah. Tujuannya adalah untuk memperoleh pengkajian dan saran dari para ahli (spesialis) dengan cepat tanpa.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

“RTTS ini dirancang untuk memenuhi 4 aspek penting yakni portable, ergonomis, mudah digunakan, dan harga terjangkau,” ujar Ketua Tim RTTS Rafi Kurnia Putra.

Informasi vital pasien yang didapat adalah hasil pemantauan kondisi fisik pasien yang berasal dari kombinasi berbagai pembacaan sensor, seperti sensor ecg, sensor denyut nadi, dan sensor suhu tubuh.

(Foto: ui.ac.id)
(Foto: ui.ac.id)

Data sensor tersebut ditransmisikan diolah menjadi data yang informatif lalu dikirimkan menggunakan jaringan internet. Selanjutnya tenaga medis dapat memantau perubahan kondisi pasien dari waktu ke waktu secara real time, sehingga kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada pasien dalam waktu dekat dapat diprediksi. Hal ini memperbesar kemungkinan penanganan medis secara dini dapat dilakukan.

BACA JUGA:  Wali Kota Persilahkan Warga Gunakan Taman Kelurahan Untuk Kegiatan

“Setelah alat benar-benar menunjukkan kinerja yang sesuai yang diinginkan, maka besar harapan kami agar alat ini nantinya RTTS mampu bersaing di era teknologi dewasa ini,” tambah Rafi.

Sumber: www.ui.ac.id

Comments

comments

Komentar

News Feed