Uang Plastik Berbayar Diharapkan Disalurkan Kembali Untuk Program Penghijauan

Salah satu minimarket di Sukmajaya, Depok, mulai memberi tahukan pelanggannya untuk penerapan kantong plastik berbayar. (Dok. depokpos)
Salah satu minimarket di Sukmajaya, Depok, mulai memberi tahukan pelanggannya untuk penerapan kantong plastik berbayar. (Dok. depokpos)

DEPOK – Pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan berupa plastik berbayar yang berlaku di setiap ritel modern seharga Rp200. Hal ini dilakukan untuk mengurangi limbah plastik yang semakin meningkat.

Pelaksana Tugas Kepala Sub Bidang Pengawasan Limbah B3 dan Penataan Hukum Lingkungan BLH Kota Depok, Indra Kusuma, mengatakan bahwa banyak masyarakat yang menanyakan kemana uang yang mereka bayar untuk plastik pada saat berbelanja di ritel modern.

“Pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh konsumen adalah biasanya mereka diberikan kantong plastik secara cuma-Cuma. Namun, sekarang harus membayar Rp200 per lembar. Lalu, kemana uangnya dan siapa yang mengelolanya?” tutur Indra.

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

Kemudian, ia menjelaskan bahwa uang yang telah dibayarkan konsumen, sepenuhnya telah diserahkan pengelolaannya kepada ritel modern yang bersangkutan.

“Pemerintah sama sekali tidak mengusik uang itu. Seluruh pengelolaan itu diserahkan kepada pihak ritel modern,”jelasnya.

Lebih lanjut, Ia pun berharap, pengusaha ritel modern yang berada di Kota Depok agar dapat memanfaatkan uang plastik berbayar tersebut untuk digunakan sebagai dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

BACA JUGA:  Resmikan RSUI, Menristekdisti Harapkan Bisa Berikan Pelayanan Global

“Saya sering mengimbau pengusaha ritel modern yang memiliki usaha di Kota Depok agar mengembalikan uang tersebut kepada masyarakat melalui program CSR di bidang lingkungan, seperti pembuatan tong sampah atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan penghijauan,”tutupnya. (Mitha Try/Depokpos)

Comments

comments

Komentar

News Feed