Puluhan LSM dan Ormas Depok Minta DPRD Desak Pemkot Batalkan Larangan Titip Menitip Siswa

13707574_318484631872483_8967171728654168985_n.jpg

DEPOK – Sebanyak 84 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ormas mendatangi DPRD Depok mendesak agar membuka kembali Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2016. Padahal Proses PPDB sudah tutup sejak 20 Juli 2016 dan juga sudah selesai tahap pengenalan sekolah.

Desakan tersebut disertai permintaan untuk dibatalkannya pakta integritas yang dibuat antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan kepala sekolah Depok tentang larangan adanya titip menitip siswa selama proses PPDB.

“Kami minta DPRD Depok mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk membatalkan pakta integritas yang melarang titip menitip siswa. Saat ini masih banyak siswa yang belum mendapat sekolah dan mempunyai hak untuk bersekolah di sekolah negeri. Tolong dibuka kembali pendaftaran siswa,” ujar Ketua LSM Kapok, Kasno di Gedung DPRD Depok, Kamis (21/7).

BACA JUGA:  Peserta JKN-KIS Penderita Katastropik Kini Bisa Berobat ke Puskesmas

Kedatangan puluhan anggota Ormas dan LSM tersebut diterima langsung Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo beserta jajaran Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Depok. ” Kami sepakat untuk memperjuangkan agar seluruh siswa yang masih belum dapat sekolah dapat bersekolah di sekolah negeri, baik tingkat SMPN, SMAN dan SMKN,” terangnya.

Menurut Hendrik, pihak akan segera melakukan rapat dengan Wali Kota Depok untuk membatalkan pakta integritas yang melarang membantu menitip siswa untuk bersekolah di sekolah negeri.

BACA JUGA:  RSUI Dirancang Tahan Gempa Hingga 9,0 SR

“Kami akan minta Wali Kota Depok untuk Buka pendaftaran baru untuk menampung siswa yang belum mendapatkan sekolah. Kami juga minta pihak Pemkot Depok dan pihak sekolah untuk tidak takut dengan ombudsman. Abaikan saja, tidak ada wewenangnya,” kata Hendrik.

Sebelumnya, sejumlah oknum DPRD Depok dan oknum LSM diduga masih saja memaksa menitipkan siswa di sekolah-sekolah negeri di Depok baik dengan membuat memo maupun langsung mendatangi sekolah-sekolah. Tidak tanggung-tanggung siswa yang dititip di setiap sekolah mencapai 10 hingga 20 siswa. Padahal proses PPDB sudah berakhir dan sudah memasuki tahap proses pengenalan sekolah dan belajar mengajar Tahun ajaran baru 2016-2017.

BACA JUGA:  Disdagin Depok Tingkatkan Pengawasan Tempat Usaha Tak Berizin

Comments

comments

Komentar

News Feed